Mungkin persoalannya adalah, bagi mayoritas rakyat Indonesia, yang menjadi real 
issue bukanlah soal muda atau tua. Tetapi soal keberpihakan kepada rakyat.
 
Kalau ada tokoh muda yang maju jadi capres, bagus-bagus saja. Tetapi, sekadar 
muda saja tidak cukup. Keberpihakan kepada rakyat perlu ditunjukkan lewat karya 
nyata di lapangan dan track record penyikapan. Biarpun muda, jika tidak 
berpihak pada rakyat, atau sekadar jadi kepanjangan tangan kepentingan 
"tokoh-tokoh tua," buat apa?
 
Fenomena Obama yang muda, segar, penuh gagasan perubahan, memang menarik. 
Tetapi orang sering lupa, Obama merintis jalan ke jenjang puncak lewat 
karya-karya nyata di lapangan selama bertahun-tahun, tidak sekadar mengandalkan 
pembangunan citra media (walaupun tim kampanye Obama juga piawai dalam 
pembentukan citra media ini).
 
Jika hal-hal yang menyangkut keberpihakan dan track record itu masih meragukan, 
mungkin rakyat akan bersikap: "Apakah saya akan menyerahkan nasib saya pada 
orang yang mendadak muncul ini, yang masih saya ragukan keperpihakannya, 
setidaknya sampai lima tahun mendatang? Tunggu dulu!"

 



Satrio Arismunandar 
Executive Producer
News Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023,  Fax: 79184558, 79184627
 
http://satrioarismunandar6.blogspot.com
http://satrioarismunandar.multiply.com  
 

--- On Thu, 11/20/08, Nong Mahmada <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Nong Mahmada <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, November 20, 2008, 5:09 PM






Farewell, My Friends

Oleh: Rizal Mallarangeng

Saya sudah mencoba dan ternyata memang belum bisa. 

Sejak Juli kemarin saya telah menerapkan serangkaian metode kampanye untuk 
menggugah dan mencari dukungan masyarakat akan perlunya kandidat presiden dari 
generasi baru. Saya sudah mencoba meyakinkan publik bahwa anak-anak muda juga 
pantas untuk dipertimbangkan sebagai calon-calon pemimpin pada Pemilu 2009.

Saya melakukannya dengan berbagai cara, dengan iklan di televisi nasional, 
dalam berbagai acara dialog di radio, tv, koran dan majalah, dalam pertemuan 
serta keterlibatan di berbagai forum diskusi di banyak penjuru tanah air, 
dengan penerbitan buku, serta dengan Facebook, Youtube, dan berbagai forum di 
Internet. 

Sejauh ini saya cukup senang bahwa dalam beberapa pembicaraan di tingkat 
nasional, isu tentang generasi muda dan alternatif kepemimpinan sudah menjadi 
bagian dari pembicaraan publik. Bahkan, setelah saya mulai awal Juli lalu, 
beberapa kandidat dari generasi muda, seperti Fadjroel Rahman dan Yuddy 
Chrisnadi, juga kemudian mendeklarasikan diri sebagai pemimpin alternatif untuk 
Pemilu 2009. Kepada mereka berdua, saya ingin memberi salut dan penghargaan 
yang sebesar-besarnya. Dan saya tahu bahwa sebenarnya selain mereka berdua ada 
banyak anak muda di dalam dan di luar partai yang sanggup dan pantas 
dipertimbangkan untuk mulai memegang peranan penting di negeri yang kita cintai 
ini. 

Selain itu, dalam banyak perjalanan saya bertemu dengan begitu banyak pihak di 
berbagai daerah, saya kadang terkesima dan terharu dengan sambutan dan harapan 
yang disampaikan kepada saya. Beberapa kali saya sempat termenung. For whom the 
bell tolls, demikian salah satu judul novel Ernest Hemingway. Bagi saya, kepada 
merekalah dan kepada begitu banyak orang yang merindukan adanya penyegaran, 
perubahan serta perbaikan hidup, saya ingin menawarkan sebuah harapan. My bell 
tolls for them.

Tetapi saya juga harus membaca dan menerima fakta-fakta. Dalam dunia politik, 
apalagi kalau sudah mulai mendapat panggung, kadang kita mulai gampang lupa 
diri, tak mudah untuk melihat cermin. Karena itulah, setelah mencoba beberapa 
bulan, saya menguji dan menilai apa yang telah saya lakukan dengan metode 
modern, yaitu dengan survei akademik. Saya memilih metode ini agar fakta-fakta 
yang sampai tidak hanya mencerminkan harapan saya semata, tetapi merefleksikan 
kenyataan yang sebenarnya. 

Ternyata, dalam dua kali survei nasional (yang terakhir minggu lalu), dukungan 
yang saya peroleh belum cukup untuk mencapai momentum yang saya inginkan. 
Setelah saya mencoba selama lebih 3 bulan, jarak dukungan yang mampu saya 
dapatkan masih sangat jauh tertinggal ketimbang dukungan kepada dua tokoh 
senior di papan teratas, yaitu SBY dan Megawati. Sudah ada pergerakan naik 
memang, terutama dalam soal popularitas atau kedikenalan. Namun dalam soal 
elektabilitas, angkanya masih sangat jauh, sedemikian rupa sehingga jalan yang 
ada terlalu terjal bagi saya untuk mengejar ke posisi yang cukup serius. 
Ditambah dengan pembatasan baru dalam undang-undang, yaitu persyaratan 
perolehan dukungan 25% suara nasional atau 20% kursi di DPR dari partai 
pendukung untuk dapat menjadi capres, maka hampir semua pintu sudah tertutup. 

Berhadapan dengan kenyataan demikian, saya harus mengambil sikap: jalan terus, 
against all odds, atau mundur dengan baik. Saya memilih yang kedua dan bersikap 
realistis. Tidak mudah, memang. Tapi itulah kenyataan yang harus saya hargai.

Karena itu, pada kesempatan ini, saya ingin mengumumkan secara resmi bahwa 
mulai besok, 20 November 2008, segala upaya kampanye akan saya hentikan dan 
kegiatan di Sekertariat RM09 Center, Jalan Yusuf Adiwinata 29, Menteng, tidak 
lagi berhubungan dengan urusan kampanye menuju Pemilu 2009.

Saya ingin menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya 
kepada keluarga dan sahabat-sahabat yang telah membantu serta memberi simpati 
kepada saya selama ini.

Hal yang sama juga ingin saya sampaikan kepada semua pihak, baik yang berada di 
dalam maupun luar negeri, yang telah memberi dukungan terbuka terhadap kampanye 
saya. Saya mohon maaf bahwa kali ini harapan dan dukungan tersebut belum mampu 
saya emban dengan baik hingga tuntas. Mudah-mudahan, jika memang ada pintu yang 
terbuka, pada Pemilu 2014 saya akan mencoba lagi dan saya harap di saat itulah 
jalan cerita akan menjadi sedikit berbeda. 

Sementara itu, saya akan kembali ke habitat saya lagi, menulis, memberi 
komentar, mengembangkan lembaga intelektual, dan semacamnya, untuk memberikan 
kontribusi yang positif. Dengan segala kelemahan dan kekurangan yang ada, saya 
akan terus berusaha menyumbangkan sesuatu agar Indonesia menjadi sebuah negeri 
yang lebih baik lagi, lebih toleran, lebih maju dan lebih sejahtera.

Kepada para senior saya, terutama yang berada di papan teratas seperti SBY, 
Megawati, Jusuf Kalla, Sri Sultan HB X, Wiranto, Prabowo dan Amien Rais, saya 
ingin mengucapkan selamat. Kepada mereka, kalau boleh, saya ingin mengulang 
kembali apa yang pernah dikatakan oleh Theodore Roosevelt:

It is not the critic who counts; not the man who points out how the strong man 
stumbles, or where the doer of deeds could have them better.

The credit belongs to the man who is actually in the arena, whose face is 
marred by dust, sweat and blood…who errs, who comes short and short again, 
because there is no effort without error and shortcoming; but who does actually 
strives to do the deeds¦ who at the best knows in the end the triumph of high 
achievement; and who at the worst, if he fails, at least fails while daring 
greatly, so that his place shall never be with those cold and timid souls who 
neither know victory nor defeat.

Semoga para senior tersebut terus berjalan, mempertahankan integritas pribadi 
sambil senantiasa memperjuangkan cita-cita bagi sebuah negeri yang membanggakan 
kita semua.

Terimakasih.

19 November 2008
 














      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke