Komentar saya ya yang sudah saya tulis di bawah ini.... Tidak kurang, tidak 
lebih.
 
Thanks,





Satrio Arismunandar 
Executive Producer
News Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023,  Fax: 79184558, 79184627
 
http://satrioarismunandar6.blogspot.com
http://satrioarismunandar.multiply.com  
 

--- On Thu, 11/20/08, edi_fa87 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: edi_fa87 <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [ppiindia] Re: Mallarangeng: Farewell, My Friends
To: [email protected]
Date: Thursday, November 20, 2008, 11:44 PM






Mas Satrio,
kalau tidak salah, Anda kan termasuk yang sudah kenal dengan RM ini
sejak masih mahasiswa. Bukankah Anda dan RM juga bersama-sama menjadi
anggota GPT salah Perang Teluk I? Gimana nih testimoni Anda terhadapnya?

salam,
edi

--- In [EMAIL PROTECTED] s.com, Satrio Arismunandar
<satrioarismunandar @...> wrote:
>
> Mungkin persoalannya adalah, bagi mayoritas rakyat Indonesia, yang
menjadi real issue bukanlah soal muda atau tua. Tetapi soal
keberpihakan kepada rakyat.
> �
> Kalau ada tokoh muda yang maju jadi capres,�bagus-bagus saja.
Tetapi, sekadar muda saja tidak cukup. Keberpihakan kepada rakyat
perlu ditunjukkan lewat karya nyata di lapangan dan track record
penyikapan. Biarpun muda, jika tidak berpihak pada rakyat, atau
sekadar jadi kepanjangan tangan kepentingan "tokoh-tokoh tua," buat apa?
> �
> Fenomena Obama yang muda, segar, penuh gagasan perubahan, memang
menarik. Tetapi orang sering lupa, Obama merintis jalan ke jenjang
puncak lewat karya-karya nyata di lapangan selama bertahun-tahun,
tidak sekadar mengandalkan pembangunan citra media (walaupun tim
kampanye Obama juga piawai dalam pembentukan citra media ini).
> �
> Jika hal-hal�yang menyangkut keberpihakan dan track record�itu masih
meragukan, mungkin rakyat akan bersikap: "Apakah saya akan menyerahkan
nasib saya pada orang yang mendadak muncul ini, yang masih saya
ragukan keperpihakannya, setidaknya sampai lima tahun mendatang?
Tunggu dulu!"
> 
> �
> 
> 
> 
> Satrio Arismunandar 
> Executive Producer
> News Division, Trans TV,�Lantai 3
> Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
> Phone: 7917-7000, 7918-4544�ext. 4023,� Fax: 79184558, 79184627
> �
> http://satrioarismu nandar6.blogspot .com
> http://satrioarismu nandar.multiply. com��
> �
> 
> --- On Thu, 11/20/08, Nong Mahmada <[EMAIL PROTECTED] ..> wrote:
> 
> From: Nong Mahmada <[EMAIL PROTECTED] ..>
> Date: Thursday, November 20, 2008, 5:09 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Farewell, My Friends
> 
> Oleh: Rizal Mallarangeng
> 
> Saya sudah mencoba dan ternyata memang belum bisa. 
> 
> Sejak Juli kemarin saya telah menerapkan serangkaian metode kampanye
untuk menggugah dan mencari dukungan masyarakat akan perlunya kandidat
presiden dari generasi baru. Saya sudah mencoba meyakinkan publik
bahwa anak-anak muda juga pantas untuk dipertimbangkan sebagai
calon-calon pemimpin pada Pemilu 2009.
> 
> Saya melakukannya dengan berbagai cara, dengan iklan di televisi
nasional, dalam berbagai acara dialog di radio, tv, koran dan majalah,
dalam pertemuan serta keterlibatan di berbagai forum diskusi di banyak
penjuru tanah air, dengan penerbitan buku, serta dengan Facebook,
Youtube, dan berbagai forum di Internet. 
> 
> Sejauh ini saya cukup senang bahwa dalam beberapa pembicaraan di
tingkat nasional, isu tentang generasi muda dan alternatif
kepemimpinan sudah menjadi bagian dari pembicaraan publik. Bahkan,
setelah saya mulai awal Juli lalu, beberapa kandidat dari generasi
muda, seperti Fadjroel Rahman dan Yuddy Chrisnadi, juga kemudian
mendeklarasikan diri sebagai pemimpin alternatif untuk Pemilu 2009.
Kepada mereka berdua, saya ingin memberi salut dan penghargaan yang
sebesar-besarnya. Dan saya tahu bahwa sebenarnya selain mereka berdua
ada banyak anak muda di dalam dan di luar partai yang sanggup dan
pantas dipertimbangkan untuk mulai memegang peranan penting di negeri
yang kita cintai ini. 
> 
> Selain itu, dalam banyak perjalanan saya bertemu dengan begitu
banyak pihak di berbagai daerah, saya kadang terkesima dan terharu
dengan sambutan dan harapan yang disampaikan kepada saya. Beberapa
kali saya sempat termenung. For whom the bell tolls, demikian salah
satu judul novel Ernest Hemingway. Bagi saya, kepada merekalah dan
kepada begitu banyak orang yang merindukan adanya penyegaran,
perubahan serta perbaikan hidup, saya ingin menawarkan sebuah harapan.
My bell tolls for them.
> 
> Tetapi saya juga harus membaca dan menerima fakta-fakta. Dalam dunia
politik, apalagi kalau sudah mulai mendapat panggung, kadang kita
mulai gampang lupa diri, tak mudah untuk melihat cermin. Karena
itulah, setelah mencoba beberapa bulan, saya menguji dan menilai apa
yang telah saya lakukan dengan metode modern, yaitu dengan survei
akademik. Saya memilih metode ini agar fakta-fakta yang sampai tidak
hanya mencerminkan harapan saya semata, tetapi merefleksikan kenyataan
yang sebenarnya. 
> 
> Ternyata, dalam dua kali survei nasional (yang terakhir minggu
lalu), dukungan yang saya peroleh belum cukup untuk mencapai momentum
yang saya inginkan. Setelah saya mencoba selama lebih 3 bulan, jarak
dukungan yang mampu saya dapatkan masih sangat jauh tertinggal
ketimbang dukungan kepada dua tokoh senior di papan teratas, yaitu SBY
dan Megawati. Sudah ada pergerakan naik memang, terutama dalam soal
popularitas atau kedikenalan. Namun dalam soal elektabilitas, angkanya
masih sangat jauh, sedemikian rupa sehingga jalan yang ada terlalu
terjal bagi saya untuk mengejar ke posisi yang cukup serius. Ditambah
dengan pembatasan baru dalam undang-undang, yaitu persyaratan
perolehan dukungan 25% suara nasional atau 20% kursi di DPR dari
partai pendukung untuk dapat menjadi capres, maka hampir semua pintu
sudah tertutup. 
> 
> Berhadapan dengan kenyataan demikian, saya harus mengambil sikap:
jalan terus, against all odds, atau mundur dengan baik. Saya memilih
yang kedua dan bersikap realistis. Tidak mudah, memang. Tapi itulah
kenyataan yang harus saya hargai.
> 
> Karena itu, pada kesempatan ini, saya ingin mengumumkan secara resmi
bahwa mulai besok, 20 November 2008, segala upaya kampanye akan saya
hentikan dan kegiatan di Sekertariat RM09 Center, Jalan Yusuf
Adiwinata 29, Menteng, tidak lagi berhubungan dengan urusan kampanye
menuju Pemilu 2009.
> 
> Saya ingin menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang
setinggi-tingginya kepada keluarga dan sahabat-sahabat yang telah
membantu serta memberi simpati kepada saya selama ini.
> 
> Hal yang sama juga ingin saya sampaikan kepada semua pihak, baik
yang berada di dalam maupun luar negeri, yang telah memberi dukungan
terbuka terhadap kampanye saya. Saya mohon maaf bahwa kali ini harapan
dan dukungan tersebut belum mampu saya emban dengan baik hingga
tuntas. Mudah-mudahan, jika memang ada pintu yang terbuka, pada Pemilu
2014 saya akan mencoba lagi dan saya harap di saat itulah jalan cerita
akan menjadi sedikit berbeda. 
> 
> Sementara itu, saya akan kembali ke habitat saya lagi, menulis,
memberi komentar, mengembangkan lembaga intelektual, dan semacamnya,
untuk memberikan kontribusi yang positif. Dengan segala kelemahan dan
kekurangan yang ada, saya akan terus berusaha menyumbangkan sesuatu
agar Indonesia menjadi sebuah negeri yang lebih baik lagi, lebih
toleran, lebih maju dan lebih sejahtera.
> 
> Kepada para senior saya, terutama yang berada di papan teratas
seperti SBY, Megawati, Jusuf Kalla, Sri Sultan HB X, Wiranto, Prabowo
dan Amien Rais, saya ingin mengucapkan selamat. Kepada mereka, kalau
boleh, saya ingin mengulang kembali apa yang pernah dikatakan oleh
Theodore Roosevelt:
> 
> It is not the critic who counts; not the man who points out how the
strong man stumbles, or where the doer of deeds could have them better.
> 
> The credit belongs to the man who is actually in the arena, whose
face is marred by dust, sweat and blood…who errs, who comes short and
short again, because there is no effort without error and shortcoming;
but who does actually strives to do the deeds� who at the best knows
in the end the triumph of high achievement; and who at the worst, if
he fails, at least fails while daring greatly, so that his place shall
never be with those cold and timid souls who neither know victory nor
defeat.
> 
> Semoga para senior tersebut terus berjalan, mempertahankan
integritas pribadi sambil senantiasa memperjuangkan cita-cita bagi
sebuah negeri yang membanggakan kita semua.
> 
> Terimakasih.
> 
> 19 November 2008
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

 














      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke