http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/30/00265344/ekspresi.wajah.bawaan.lahir
Ekspresi Wajah Bawaan Lahir
EKSPRESI wajah tak dapat menyembunyikan perasaan dan emosi seseorang. Hal
tersebut kelihatannya muncul secara alami tanpa harus dilatih. Berdasarkan
penelitiaan teranyar yang dimuat Journal of Personality and Social Psychlogy
menunjukkan bahwa ekspresi emosi seseorang ditentukan gen.
Ekspresi wajah seseorang mungkin sudah terbentuk dengan sendirinya dan
diturunkan sejak lahir. Faktor meniru atau berlatih tidak terlalu menentukan
seperti apa ekspresi seseorang.
Dalam penelitian itu, dibandingkan ekspresi wajah antara orang tuna netar
dengan orang yang berpenglihatan normal. Ternyata gerakan otot mukanya relatif
sama dan membentuk ekspresi yang serupa.
"Ini menunjukkan bahwa terdapat sifat genetik yang mengatur sumber ekspresi
emosi," ujar David Matsumoto, profesor psikologi dari San Fransisco Satte
University. Penelitian tersebut menyimpukan bahwa ekspresi wajah tidak
ditentukan dari hasil pengamatan.
Bahkan, Matsumoto menemukan baik orang yang berpenglihatan normal maupun
penyandang tuna netra sama-sama mengatur ekspresi wajah dengan cara yang sama
berdasarkan konteks sosial yang dihadapi. Misalnya ekspresi "senyum sosial"
peraih medali perak saat penyerahan medali usai final pertandingan olimpiade.
Senyum yang diperlihatkan peraih perak umumnya hanya mengaktifkan otot mulut.
Berbeda dengan senyum bebas (biasa disebut senyum Duchenne) yang juga
melibatkan otot sekitar mata dan otot pipi.
"Orang yang kalah menekan bibir bawah ke atas untuk mengendalikan emosinya di
wajah," jelas Matsumoto. Tuna netra mustahil memperoleh cara berekspresi
seperti itu dari pengamatan yang dilakukan orang lain. Artinya ada faktor
genetik yang mengendalikannya. Namun, gen yang mana tentu butuh penelitian
lebih lanjut melalui percobaan.
Sumber : PHYSORG
[Non-text portions of this message have been removed]