RI pendukung kuat Palestina. Sampai kapan pun RI tetap sokong Palestina.

http://www.antara.co.id/arc/2009/1/9/bantuan-kemanusiaan-iii-indonesia-ke-palestina-disiapkan/

Bantuan Kemanusiaan III Indonesia ke Palestina Disiapkan


Rafah, Perbatasan Mesir-Palestina (ANTARA News) - Setelah bantuan tahap kedua 
untuk rakyat Palestina diserahkan tim aju kemanusiaan Indonesia di Rafah, 
perbatasan Mesir dan Palestina Kamis (8/1) malam pukul 21.00 waktu setempat 
atau Jumat dini hari pukul 02.00 WIB, maka bantuan tahap ketiga dari total 
komitmen bantuan senila 1 juta dolar AS akan segera disiapkan.

"Untuk bantuah tahap ketiga, tentu saja akan segera disiapkan. Tim akan segera 
melaporkan seluruh proses bantuan kepada Menteri Kesehatan (Menkes) dan 
kemudian Menkes akan melaporkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," kata 
Ketua Delegasi Tim Kemanusiaan Indonesia untuk Palestina, dr Rustam S Pakaya, 
MPH kepada wartawan ANTARA di Rafah, Jumat dinihari pukul 23.00 waktu setempat.

Usai menyerahkan bantuan tahap kedua kepada Faiz Hasunah (25) warga Jalur Gaza, 
yang secara khusus baru tiba dari Gaza untuk menerima bantuan pemerintah dan 
rakyat Indonesia itu, ia mengemukakan bahwa tugas tim kemanusiaan yang terdiri 
atas gabungan wakil pemerintah dan masyarakat dinyatakan telah dituntaskan, dan 
kemudian akan dirancang bantuan tahap ketiga dan selanjutnya.

Faiz Hasunah, perwakilan warga Palestina di wilayah Rafah yang saat ini 
dikuasai pejuang HAMAS, dan masih terus diserang bom oleh Israel itu langsung 
terharu atas solidaritas pemerintah dan rakyat Indonesia itu.

Total bantuan kemanusiaan dari Indonesia, semula hanya dua ton obatan-obatan 
dan uang tunai Rp2 milar. Namun, dalam perkembangannya kemudian meningkat 
menjadi 1 juta dolar AS atau Rp10 miliar dan itu sesuai dengan yang disampaikan 
oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada konferensi pers di Kantor Kepresidenan, Senin (29/12), Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono mengatakan ia telah mengirim surat secara kepada Sekretaris 
Jenderal (Sesjen) PBB Ban Ki-moon dan Presiden DK PBB agar kedua lembaga itu 
mengeluarkan resolusi bagi Israel untuk menghentikan serangannya ke Jalur Gaza.

Presiden menambahkan, dalam suratnya kepada Sesjen PBB dan Presiden DK PBB, ia 
menyampaikan sikap Indonesia yang mengecam keras aksi-aksi militer Israel yang 
dinilai berlebihan dan tidak proporsional.

"Dalam surat ini saya menggarisbawahi bahwa masyarakat dunia, terutama PBB, 
terutama lagi DK PBB harus mengambil langkah-langkah cepat," kata Kepala Negara.

Mengingat kondisi kemanusiaan yang buruk di Jalur Gaza akibat serangan roket 
Israel yang menewaskan rakyat Palestina, Presiden Yudhoyono dalam suratnya juga 
mengimbau masyarakat dunia untuk memberi bantuan kemanusiaan kepada Palestina.

"Indonesia akan memberikan bantuan tunai senilai 1 juta dolar AS di luar 
obat-obatan yang dikirim ke wilayah konflik," kata Presiden.

Bantuan tahap pertama dari Indonesia telah disampaikan langsung kepada Menkes 
Palestina dr Fathi Abu Moughli di Amman, Yordania (3/1), yakni berupa dua ton 
obat-obatan senilai Rp300 juta dan uang tunai Rp1 miliar.

Bantuan yang diserahkan kepada Menkes Palestina dr Fathi Abu Moughli itu 
kemudian disalurkan ke Jalur Gaza lewat Tepi Barat, namun karena untuk masuk 
Gaza lewat pintu perbatasan Yordania harus melalui wilayah Israel, maka tim 
kemanusiaan bersama sejumlah wartawan Indonesia yang meliput gagal masuk 
langsung ke Gaza akibat kondisi itu.

Menurut Rustam S Pakaya, dalam tim kemanusian juga tergabung unsur Deplu, yakni 
diwakili Direktur Urusan Timur Tengah Deplu Aidil Chadra Salim, yang akan 
melaporkan ke Menteri Luar Negeri, sedangkan unsur masyarakat lainnya seperti 
"Medical Emergency Resque Commitee" (MER-C) Indonesia dan Bulan Sabit Merah 
Indonesia (BSMI) juga akan melaporkan kepada induk organisasi masing-masing.(*)





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke