http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/01/12/3900.html


Senin, 12 Januari 2009, 18:45:20 WIB
*Presiden Pimpin Rapat Terbatas Kabinet*
*Mulai Tanggal 15 Januari, Harga Premium dan Solar Turun Jadi Rp 4.500/Liter
*

(Presiden SBY didampingi Wapres Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas kabinet,
di Kantor Presiden, hari Senin (12/1) siang. (foto: abror/presidensby.info))

Jakarta: Dalam Sidang Kabinet Terbatas yang dipimpin oleh *Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono* di Kantor Presiden hari Senin (12/1) siang, pemerintah
Indonesia menetapkan perubahan-perubahan harga BBM, tarif listrik, angkutan
umum, harga daging sapi, harga minyak goreng dan obat-obatan.

Sidang dihadiri *Wakil Presiden Jusuf Kalla*, Menko Polhukkam Widodo AS,
Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkeu Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani,
Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Mentan ANton Apriyantono,
Menneg BUMN Sofyan Djalil, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menteri
Kelautan dan Prikanan Freddy Numberi serta Juru Bicara Presiden, Andi A.
Mallarangeng.

Usai memimpin sidang, Presiden SBY menjelaskan bahwa harga premium akan
turun dari Rp. 5.000/liter menjadi Rp. 4.500/liter. Sedangkan harga solar
akan turun dari Rp. 4.800/liter menjadi Rp. 4.500/liter. Untuk minyak tanah,
harga tidak berubah. "Penurunan ini, akan berlaku terhitung tanggal 15
Januari 2009," jelas Presiden SBY.

Untuk tarif listrik, pemerintah akan meringankan tarif tinggi beban puncak
industri dengan mengurangi tarif daya maksimum. "Kebijakan ini akan memiliki
dampak lanjutan, sehingga barang dan jasa yang dihasilkan industri-industri
tertentu akan turun, karena cost of productionnya juga turun," jelas
Presiden.

Penurunan harga BBM, juga memberikan dampak terhadap penurunan harga daging
sapi. "Pada tahun 2007, harga daging sapi mencapai Rp. 48.000/kg, tahun 2008
menjadi Rp. 62.000/kg dan sekarang diharapkan bisa turun 10 persen, sehingga
mendekati harga Rp. 50.000/kg," kata Presiden SBY.

Harga minyak goreng, juga diharapkan akan turun menjadi Rp. 7.000/liter.
"Dan khusus untuk masyarakat miskin, kita tetapkan kebijakan minyak curah
seharga Rp. 6.000," jelasnya. Selain harga minyak goreng, pemerintah
Indonesia juga mengharapkan adanya penurunan harga susu dan obat-obat
generik.

Kemudian, dengan adanya penurunan harga BBM, maka penurunan harga tarif
angkutan umum juga dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. "Tarif angkutan
antar kota dan antar propinsi akan diatur oleh Menteri Perhubungan,
sedangkan tarif angkutan kota di dalam provinsi, akan ditetapkan oleh para
gubernur dan akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi," jelas Menko
Perekonomian Sri Mulyani, yang mendampingi Presiden memberi keterangan pers.
(mit)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke