http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/01/12/3899.html

Senin, 12 Januari 2009, 18:40:34 WIB

*Presiden: Pemerintah Telah Tetapkan Prioritas di Bidang Perekonomian*

(Presiden SBY didampingi Wapres Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas kabinet,
di Kantor Presiden, hari Senin (12/1) siang. (foto: abror/presidensby.info))

Jakarta: Pemerintah Indonesia telah menetapkan prioritas-prioritas di bidang
perekonomian, yang dilakukan untuk meminimalisasi dampak dari resesi
perekonoman global yang berkaitan dengan pola dan upaya untuk membangun
kembali perekonomian Indonesia pasca krisis. Demikian kata *Presiden Susilo
bambang Yudhoyono* hari Senin (12/1) petang, usai memimpin rapat terbats
kabinet di Kantor Presiden.

"Pemerintah Indonesia, bertekad untuk terus melakukan upaya untuk mencegah
pengangguran serta pemutusan hUbungan kerja. Kita akan terus melakukan
langkah-langkah penanggulangan," kata Presiden. Selain itu pemerintah
Indonesia juga akan terus melakukan berbagai upaya untuk memberikan stimulus
terhadap pertumbuhan perekonomian. "Pemerintah mengeluarkan kebijakan yang
akan meringankan dunia usaha, termasuk insentif fiskal, agar sektor riil
dapat kita jaga. Kalau sektor riil terjaga, maka kecemasan terhadap
pergolakan ekonomi tidak perlu terjadi," tambahnya.

"Inflasi yang tidak semestinya, juga akan terus dicegah oleh pemerintah
Indonesia. Karena inflasi berkaitan dengan kemampuan rakyat untuk membeli
barang dan jasa, maka pemerintah Indonesia akan terus menjaga daya beli
masyarakat. Pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk terus
melindungi dan membantu masyarakat miskin," kata Presiden SBY.
Tak hanya itu, pemerintah juga akan terus memastikan bahwa harga pangan dan
energi harus dapat dijangkau oleh masyarakat luas.

Meskipun dampak resesi perkonomian dapat dirasakan oleh masyarakat
Indonesia, namun Indonesia dapat menjaga pertumbuhan perekonomian di atas 6
persen. "Ini patut kita syukuri, karena banyak negara yang pertumbuhannya
jauh lebih rendah dari tahun 2007," jelas SBY.

Rapat terbatas yang menetapkan harga BBM, listrik, angkutan, daging dan
obat-obatan, dihadiri Wapres Jusuf Kalla, Menko Polhukkam Widodo AS, Menko
Kesra Aburizal Bakrie, Menkeu Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani, Mensesneg
Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Mentan ANton Apriyantono, Menneg BUMN
Sofyan Djalil, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menteri Kelautan dan
Prikanan Freddy Numberi serta Juru Bicara Presiden, Andi A. Mallarangeng.
(mit)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke