bang pitung bales salamnye, hidup mulia atau mati syahid!
________________________________ From: Sunny <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wednesday, January 14, 2009 6:48:54 AM Subject: [ppiindia] Hamas Titip Salam Untuk Indonesia http://www.amboneks pres.com/ index.php? act=news& newsid=25347 Senin, 12 Jan 2009, | 22 Hamas Titip Salam Untuk Indonesia Jakarta, AE.- Para pejuang Haroqah Al Muqowammah Al Islamiyah ( Hamas ) di Palestina menitipkan salam untuk masyarakat Indonesia. Solidaritas dan sumbangan dana kemanusiaan sudah diterima dan siap digunakan. Salam itu dititipkan pada Ketua MPR Hidayat Nur Wahid yang baru saja pulang dari Timur Tengah. Hidayat berangkat dalam kapasitasnya selaku anggota organisasi Al Quds International yang dipimpin oleh Dr Yusuf Qardhawi. "Saya sudah bertemu pemimpin-pemimpin mereka di Damaskus, Syria dan Amman, Jordania. Mereka mengucapkan salam dan terima kasih untuk bangsa Indonesia," ujar Hidayat saat berorasi di Tugu Monas, Jakarta kemarin. Ribuan massa PKS menyambutnya dengan teriakan takbir. Menurut Hidayat, dirinya berkunjung ke sejumlah negara Arab untuk mencari jalan perdamaian. Hidayat berangkat sejak Kamis 1 Januari dan pulang Kamis 8 Januari. Dia sempat bertemu Amir Qatar Syeikh Hamd Khalifah Ali Tsani , Raja Arab Saudi King Abdullah, Presiden Syria Bashar Assad, Raja Abdullah ke II Yordania (Selasa), dan Presiden Turki Abdullah Gul. Hidayat juga bertemu dengan pimpinan empat kelompok Palestina, Faksi Hamas, Faksi Jihad, Faksi Nasional dan Kemasyarakatan, dan Faksi Fatah. Ketika di Jordania delegasi mengunjungi korban agresi Israel di Rumah Sakit Elia. "Para pejuang Palestina bersyukur saudaranya di Indonesia ikhlas membantu dengan apapun yang bisa dilakukan," kata Hidayat yang kemarin berkoko lengan pendek warna putih. Selain Hidayat dan tokoh-tokoh PKS, demo juga dihadiri perwakilan umat Budha, perwakilan PGI, dan beberapa organisasi masyarakat. Menurut Hidayat, PBB sudah tak bisa lagi diharapkan. "Resolusi saja diingkari oleh Israel, mereka tak bisa berbuat apa-apa. Jadi, sebaiknya memang perlu ada badan baru," kata mantan Presiden PKS itu. Hidayat juga akan menemui SBY agar segera melakukan langkah lebih nyata. "Saya akan bicara dengan bapak Presiden karena Indonesia punya peran yang sangat strategis di dunia Arab maupun di badan-badan internasional, " katanya. Demo yang berakhir tengah hari itu juga diikuti anak-anak. Bahkan, putra Hidayat Hubaib, juga ikut berorasi di atas panggung. Massa PKS tidak membawa bendera partainya. Hanya bendera merah putih dan bendera Palestina. Aksi ditutup dengan happening art berjudul Menembus Camp Israel. Hidayat dan Adang berlari membawa bendera Palestina dan menerobos semacam papan tipis bergambar bendera Israel. Massa juga membakar bendera Israel lalu berdoa bersama. Ratu Se-Arabia Dukung Palestina Israel boleh saja memunggungi dunia, tapi mereka tidak bisa mengabaikan suara para ratu Jazirah Arabia. Terpanggil ratap tangis anak-anak Palestina, para ratu dan ibu negara di kawasan Timur Tengah kemarin (11/1) berkumpul. Mereka menuntut Israel menghentikan agresi militer ke Gaza serta menarik pasukan dan mengakhiri blokade. Para ratu dan ibu negara yang berkumpul di sebuah hotel di tepi Pantai Bosporus, Istanbul, Turki, itu adalah Ratu Rania, permaisuri Raja Jordania Abdullah; Asma Assad, istri Presiden Syiria Bashar Assad; Ratu Qatar Sheika Mozah bint Nasser al-Missned, istri Emir Qatar Sheikh Hamad Bin Khalifa Al-Thani; dan Wafa Suleiman, istri Presiden Lebanon Michel Suleiman. Pertemuan itu juga dihadiri putri pemimpin Libya Muammar Khadafi, Aisha, dan istri PM Pakistan Yusuf Raza Gilani, Fauzia Gilani. Tuan rumah sekaligus penggagas pertemuan bertajuk Women for Peace in Palestine itu adalah Emine Erdogan, istri PM Turki Recep Tayyip Erdogan. Setelah pertemuan, sebelum membacakan pernyataan bersama, Emine menangis ketika menanggapi serangan militer di Jalur Gaza. Dia mengaku sangat terganggu dengan semakin banyaknya anak-anak yang terjebak dalam perang itu. "Mereka terbunuh ketika bersepeda di taman. Mereka mencari perlindungan di sekolah, tapi tetap saja terbunuh di tempat tersebut. Mereka terbunuh di dalam masjid. Ke rumah sakit pun, mereka masih saja dijemput kematian," ujarnya sesenggukan. "Saya berbicara atas nama rasa pedih yang saya rasakan di dalam hati sebagai seorang ibu," imbuhnya sambil mengusap air mata. Dalam pernyataan bersama, Emine meminta dunia internasional terus menolong para korban serangan Israel di Gaza. "Atas nama perempuan yang keberadaannya sangat penting bagi perdamaian dan kehidupan manusia, kami meminta komunitas internasional menekan Israel agar mereka menghentikan serangan itu," tegas Emine mewakili rekan-rekannya. Untuk semakin menunjukkan kepeduliannya, para wanita yang menjadi pujaan di negara-negara masing-masing itu mengenakan syal putih yang bertuliskan kata "damai" dalam bahasa Turki, Arab, dan Inggris di pundak mereka. Obama Tangani Gaza di Hari Pertama Dari perkembangan situasi di Gaza, sepanjang Sabtu malam (10/1), pesawat tempur Israel melancarkan 60 serangan udara dan militan Palestina menembakkan sejumlah rudal ke bagian selatan Israel. Di sebelah utara Jalur Gaza, dokter Palestina mengatakan, tembakan tank Israel menewaskan lima penduduk sipil. Sementara itu, dua roket militan Hamas yang mendarat di Kota Beersheba, Israel, mengakibatkan sejumlah kerusakan, namun tidak jatuh korban jiwa. Sekitar 850 warga Gaza terbunuh dan 13 warga Israel tewas dalam 16 hari pertempuran. Israel untuk kali pertama mengungkapkan hasratnya mengakhiri apa yang disebut sebagai perang melawan teror di Gaza kemarin (11/1). Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mengatakan, pasukan militernya membuat pencapaian yang memuaskan dalam aksi mereka melawan Hamas. "Pertempuran masih harus dilanjutkan untuk mencapai tujuan kami, yakni menghentikan serangan roket Hamas ke selatan Israel," ujar PM Olmert. Presiden AS terpilih Barack Obama dalam wawancara dengan stasiun TV ABC News menyatakan akan membentuk satu tim khusus yang bertugas mencari upaya-upaya damai di Timur Tengah segera setelah naik jabatan pada 20 Januari 2009. "Apa yang sedang saya kerjakan sekarang adalah membentuk tim sehingga pada 20 Januari, dimulai dari hari pertama (saya memerintah), kami memiliki orang-orang yang paling mampu untuk menangani segera proses damai di Timur Tengah secara menyeluruh," katanya kepada ABC News kemarin. Tim itu, kata Obama, akan erat berhubungan dengan semua aktor (pihak bersengketa) di sana. Mereka akan bekerja untuk menciptakan pendekatan strategis yang menjamin bahwa aspirasi-aspirasi Israel maupun Palestina terpenuhi. Sebelum tanggal tersebut, dia akan membiarkan pemerintahan Presiden George W. Bush menjalankan kebijakan luar negeri (AS). Juli lalu, selama kunjungan ke Israel, Obama berkata, "Jika seseorang menyerangkan roket-roketnya ke rumah saya di mana dua anak perempuan saya sedang lelap tertidur, saya akan berbuat apa saja untuk menghentikan serangan itu. Saya kira Israel akan berbuat hal serupa." Saat ditanya ABC apakah dia akan mengulang retorika itu kini, Obama menjawab, "Saya kira prinsip dasar setiap negara adalah mereka mesti melindungi warga negaranya.". (BBC/Rtr/kim/ rdl) [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

