> Date: Thursday, January 22, 2009, 9:49 AM > Singapura Akhirnya Luncurkan Sukuk Islami > By Republika Newsroom > > > SINGAPURA - Negara kecil di Asia Tenggara, Singapura > akhirnya meluncurkan sukuk pertamanya pada 19 Januari lalu. > Program keuangan islam yang sudah direncanakan sejak > pertengahan tahun lalu sengaja dibuat untuk mempromosikan > perbankan Islam sekaligus menjadikan Singapura sebagai titik > jaringan keuangan Islam baru di wilayah itu. > > "Sukuk yang merupakan sistem keuangan berdasar > syariah, sejalan dengan Keamanan Pemerintah Singapura (SGS) > dan mendapat pengakuan tertinggi yang pernah ada," ujar > Heng Swee Keat, Direktur Manajer, Otoritas Moneter Singapura > (MAS) saat acara Upacara Penandatanganan Sukuk Singapura. > > Sukuk pada dasarnya melarang pembayaran dan penerimaan > bunga, dan bergerak dengan sistem bagi hasil. Perusahaan > yang menerbitkan keuangan syariah melakukan pembayaran > kepada Investor menggunakan keuntungan dari bisnis mendasar > yang dilakukan, alih-alih membayar bunga. > > Namun dengan ketentuan , usaha tersebut tidak bergerak di > hal-hal yang diharamkan dalam Islam, seperti alkohol, > pornografi, perdagangan senjata, atau peternakan babi dan > penjualan dagingnya. > > "Sukuk yang berdasar struktur Al Ijarah telah > dipelajari dengan mendalam dan seksama oleh para ulama > terkenal Syariah yang mengambil petunjuk Bank Islam Asia dan > Standrad Chartered Bank untuk mendapatkan aturan main yang > sepenuhnya sejalan dengan prinsip-prinsip Syariah," > ujar Keat menekankan. > > Program bernilai total 134 juta dolar (setara lebih dari > 1,5 triliun rupiah dengan kurs 1 dolar = Rp. 11.730), > memungkinkan bank central menerbitkan ikatan transaksi > Islami jika ada invenstor yang menginginkan. Singapura > sendiri yang memiliki mata di pasar minyak Timur Tengah kini > mau tak mau juga mengalami peningkatan tuntutan terhadap > investasi beretika syariah. > > Negara berlambang kepala singa yang sudah dikenal sebagai > pusat keuangan Asia Tenggara pun ingin menjadi titik pusat > baru dari industri perbankan Islam global yang berprospek > cerah. "Singapura berkomitmen pada pengembangan > keuangan Islami," ujar Keat. > " > Industri keuangan telah mendorong kami mengembangkan > layanan finansial berbasis syariah di atas kekuatan kami > yang telah ada sejak dulu, yakni kekuatan di dunia > perbankan, perdagangan uang, pusat pasar, dan manajemen > asset," imbuh Keat panjang lebar > > Tapi Singapura sendiri mengakui mereka akan menghadapi > tantangan besar dari tetangga terdekat, Malaysia yang sudah > menjadi titik pusat jaringan keuangan dan perbankan Islami. > Keuangan Islami memang telah menjadi salah satu sektor > dengan pertumbuhan tercepat dalam industri keuangan global. > > "Penerbitan sukuk masih mendapat penerimaan dari Teluk > sebagai salah satu alat yang cenderung dipilih dalam > penanaman modal dan keuangan. Itu terjadi di saat ini ketika > proyek infrastruktur Teluk diperkirakan mencapai nilai 1 > triliun dolar," ujar Afaq Khan, CEO Standard Chartered > Saadiq--divisi bisnis perbankan Islam global dari Standard > Chartered Bank. > > Sukuk bisa dibilang menjanjikan. Saat ini pasar sukuk dunia > telah mencapai angka 111,9 milyar dolar dalam delapan tahun > terakhir hingga 2008 lalu. Menurut prediksi Pasar Keuangan > Islam Internasional, nilai itu masih diharapkan meningkat > menjadi 69 milyar dolar hanya dalam penerbitan setahun saja > pada 2008/2009. > > Sedangkan secara global, industri perbankan Islam yang > dimulai hampir tiga dekade lalu telah menghasilkan > pertumbuhan substansial dan menarik perhatian investor dan > para bankir penjuru dunia. > > Kini ada sekitar 300 bank Islami dan institusi keuangan > Islami tersebar di penjuru dunia dengan total aset > diprediksi mencapai 1 triliun dolar pada 2013./ IOL/it > > > > http://www.republika.co.id/berita/27104.html > >

