zionis tdk memahami bhs perdamaian, mengapa ada aja segelintir muslim yg
mengajak2 utk berdamai dg mereka? apakah mereka tdk berpikir?
jika zionis bkn 'manusia' lalu mahluk apakah gerangan yg membela kelakuan
mereka?zionis ini??? pastiya bkn manusia, walau mempunyai lidah, krn tdk hanya
manusia yg memiliki lidah, anjing pun py lidah.
Bukan Bagian dari Kemanusiaan, Lalu Bagian dari Apa?
Oleh: Ahmad Syafii Maarif
Adalah
Gilad Atzmon (46), mantan zionis dan angkatan udara Israel, sekarang
pemusik jazz kenamaan di London. Sejak hijrah meninggalkan Yerusalem
tahun 1994, ia sangat tajam menggambarkan serangan brutal dan biadab
pasukan Israel di Jalur Gaza dalam sebuah artikelnya awal Januari 2009
dalamThe Palestine Chronicle on line.
Di mata Atzmon,
kebiadaban, kekejaman, dan kezaliman adalah kultur politik Israel sejak
negara itu terbentuk tahun 1948. Mengapa? Jawaban Atzmon singkat dan
langsung: karena orang Israel bukan bagian dari kemanusiaan. Saya belum
menemukan ungkapan telak semacam ini dari mana pun, kecuali dari Atzmon
yang dengan gigih dan penuh risiko berjuang membela rakyat Palestina
yang dicintainya.
Kepindahannya ke London disebabkan protes
kerasnya terhadap kebrutalan Israel dalam praktik genosida untuk
menghabisi dan memusnahkan rakyat Palestina dari muka bumi. Tetapi,
pemusik Yahudi ini tidak pernah percaya bahwa cita-cita busuk itu akan
berlaku. Bahkan, boleh jadi sebaliknya. Orang Yahudi Israel sedang
menyiapkan diri untuk mengembara ke ujung bumi tanpa peta. Siapa yang
tidak terharu membaca ungkapan puitis dari seorang mantan zionis ini
yang meramalkan nasib terakhir dari zionisme?
Sudah lebih
setengah abad pembantaian Israel terhadap rakyat Palestina, tetapi
perlawanan rakyat Palestina tidak pernah berhenti, sekalipun dengan
persenjataan ala kadarnya dibandingkan mesin perang Israel yang
serbacanggih dengan bantuan cukongnya, Amerika Serikat. Atzmon menulis,
"Rakyat Israel tidak paham dengan dasar pokok perjuangan Palestina.
Karena itu, mereka bisa saja menafsirkan perjuangan Palestina sebagai
sebuah kegilaan irasional pembunuh. Dalam alam Israel, seorang Israel
adalah korban tak berdosa dan orang Palestina tak lebih dari seorang
pembunuh ganas dan liar."
Dalam perspektif semacam inilah,
pasukan Israel dengan mata gelap telah membunuh bayi-bayi Palestina
sambil bersorak-sorai. Atzmon melanjutkan, "Jelaslah, di pihak Israel
tidak ada mitra untuk perdamaian."Bukankah zionisme Israel di mata
Atzmon tidak menjadi bagian dari kemanusiaan seperti yang terbaca di
atas?
Lalu, bagian dari apa? Anda tafsirkan sendiri. Bagi saya,
penggagas dan pendukung zionisme tidak lain dari makhluk berbentuk
manusia. Kejahatannya melebihi perbuatan setan dan iblis walau makhluk
halus ini tidak punya bom dan mesin perang supermodern. Tentara Israel
sedang berpesta membunuh siapa saja yang menjadi sasaran bom dengan
persenjataan yang serbacanggih dan mematikan. Sekalipun dunia pada
umumnya hanya menonton dari kejauhan dengan demo dan protes di
sana-sini, di lubuk hati yang paling dalam, umat manusia sudah semakin
sadar dan paham bahwa Israel zionis dipimpin oleh makhluk serupa
manusia, tetapi bukan manusia.
Dengan korban mati yang hampir
1000, rakyat Palestina dan dunia beradab semakin yakin bahwa
kemerdekaan Palestina sudah semakin dekat dan tidak bisa dihambat oleh
kekuatan apa pun. Sejarah memang sedang bergerak ke jurusan itu,
sekalipun harus dibayar oleh nyawa bocah-bocah dan orang-orang tua yang
tak berdaya. "Ya Allah, mohon kabulkan doa jutaan manusia di muka bumi
agar Engkau hancurkan kekuatan kaum zionis dalam baju manusia, tetapi
mereka tidak pernah menjadi manusia. Amin."
[Non-text portions of this message have been removed]