dia gonggong dah, ane gangguin tuannye :p



________________________________
From: masdimas62 <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Friday, January 23, 2009 1:39:51 PM
Subject: [ppiindia] Re: Bukan Bagian dari Kemanusiaan, Lalu Bagian dari Apa?


Disebut sebagai "bukan manusia" tapi kok bisa main musik jazz?
Disebut sebagai manusia dan bahkan "pejuang" (mujahid!)
tapi kerjanya, kok, ngebom-ngebom kafe dan stasiun KA
Ngrusak-ngrusak gereja dan menghalangi umat lain beribadah?
Yang manusia dan bukan manusia yang mana, sebenarnya?
Simpatisan dan anjing teroris 
jelas nggak bisa membedakannya. .

--- In ppiin...@yahoogroup s.com, si pitung <sipitung68@ ...> wrote:
>
> 
> zionis tdk memahami bhs perdamaian, mengapa ada aja segelintir
muslim yg mengajak2 utk berdamai dg mereka? apakah mereka tdk berpikir?
> jika zionis bkn 'manusia' lalu mahluk apakah gerangan yg membela
kelakuan mereka?zionis ini??? pastiya bkn manusia, walau mempunyai
lidah, krn tdk hanya manusia yg memiliki lidah, anjing pun py lidah.
> 
> 
> Bukan Bagian dari Kemanusiaan, Lalu Bagian dari Apa? 
> 
> Oleh: Ahmad Syafii Maarif
> 
> Adalah
> Gilad Atzmon (46), mantan zionis dan angkatan udara Israel, sekarang
> pemusik jazz kenamaan di London. Sejak hijrah meninggalkan Yerusalem
> tahun 1994, ia sangat tajam menggambarkan serangan brutal dan biadab
> pasukan Israel di Jalur Gaza dalam sebuah artikelnya awal Januari 2009
> dalamThe Palestine Chronicle on line. 
> 
> Di mata Atzmon,
> kebiadaban, kekejaman, dan kezaliman adalah kultur politik Israel sejak
> negara itu terbentuk tahun 1948. Mengapa? Jawaban Atzmon singkat dan
> langsung: karena orang Israel bukan bagian dari kemanusiaan. Saya belum
> menemukan ungkapan telak semacam ini dari mana pun, kecuali dari Atzmon
> yang dengan gigih dan penuh risiko berjuang membela rakyat Palestina
> yang dicintainya. 
> 
> Kepindahannya ke London disebabkan protes
> kerasnya terhadap kebrutalan Israel dalam praktik genosida untuk
> menghabisi dan memusnahkan rakyat Palestina dari muka bumi. Tetapi,
> pemusik Yahudi ini tidak pernah percaya bahwa cita-cita busuk itu akan
> berlaku. Bahkan, boleh jadi sebaliknya. Orang Yahudi Israel sedang
> menyiapkan diri untuk mengembara ke ujung bumi tanpa peta. Siapa yang
> tidak terharu membaca ungkapan puitis dari seorang mantan zionis ini
> yang meramalkan nasib terakhir dari zionisme?
> 
> Sudah lebih
> setengah abad pembantaian Israel terhadap rakyat Palestina, tetapi
> perlawanan rakyat Palestina tidak pernah berhenti, sekalipun dengan
> persenjataan ala kadarnya dibandingkan mesin perang Israel yang
> serbacanggih dengan bantuan cukongnya, Amerika Serikat. Atzmon menulis,
> "Rakyat Israel tidak paham dengan dasar pokok perjuangan Palestina.
> Karena itu, mereka bisa saja menafsirkan perjuangan Palestina sebagai
> sebuah kegilaan irasional pembunuh. Dalam alam Israel, seorang Israel
> adalah korban tak berdosa dan orang Palestina tak lebih dari seorang
> pembunuh ganas dan liar." 
> 
> Dalam perspektif semacam inilah,
> pasukan Israel dengan mata gelap telah membunuh bayi-bayi Palestina
> sambil bersorak-sorai. Atzmon melanjutkan, "Jelaslah, di pihak Israel
> tidak ada mitra untuk perdamaian." Bukankah zionisme Israel di mata
> Atzmon tidak menjadi bagian dari kemanusiaan seperti yang terbaca di
> atas?
> 
> Lalu, bagian dari apa? Anda tafsirkan sendiri. Bagi saya,
> penggagas dan pendukung zionisme tidak lain dari makhluk berbentuk
> manusia. Kejahatannya melebihi perbuatan setan dan iblis walau makhluk
> halus ini tidak punya bom dan mesin perang supermodern. Tentara Israel
> sedang berpesta membunuh siapa saja yang menjadi sasaran bom dengan
> persenjataan yang serbacanggih dan mematikan. Sekalipun dunia pada
> umumnya hanya menonton dari kejauhan dengan demo dan protes di
> sana-sini, di lubuk hati yang paling dalam, umat manusia sudah semakin
> sadar dan paham bahwa Israel zionis dipimpin oleh makhluk serupa
> manusia, tetapi bukan manusia.
> 
> Dengan korban mati yang hampir
> 1000, rakyat Palestina dan dunia beradab semakin yakin bahwa
> kemerdekaan Palestina sudah semakin dekat dan tidak bisa dihambat oleh
> kekuatan apa pun. Sejarah memang sedang bergerak ke jurusan itu,
> sekalipun harus dibayar oleh nyawa bocah-bocah dan orang-orang tua yang
> tak berdaya. "Ya Allah, mohon kabulkan doa jutaan manusia di muka bumi
> agar Engkau hancurkan kekuatan kaum zionis dalam baju manusia, tetapi
> mereka tidak pernah menjadi manusia. Amin."
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

    


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke