http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=51553&ik=4
Klenteng Pusat Pengobatan Shinshe dan Narkoba Minggu 8 Februari 2009, Jam: 19:20:00 BOGOR (Pos Kota) - Klenteng Ciu Lung Wang atau dikenal sebagai Sembilan Raja Naga yang digagas paranormal kondang Suhu Acai, kini proses pembangunan gedungnya di Desa Cikoleng, Pabuaran, Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, telah rampung 60 persen. Selain sebagai tempat ibadah, khususnya bagi penganut Tri Darma yakni umat Konghucu, Budha dan Thau, klenteng tersebut direncanakan juga sebagai apotek hidup yang berorientasi untuk pusat pengobatan shinshe dan juga para korban narkoba. Dikatakan Ketua Umum Yayasan Lestari Kebudayaan Tionghoa Indonesia (YLKTI), Minggu (8/2), obsesi mendirikan Klenteng Ciu Lung Wang, telah dirancang sejak tahun 2005 lalu. Jika sampai tiga tahun ke depan belum juga rampung, ditambahkan Suhu Acai, karena faktor dana yang memakan biaya besar sampai Rp6 sampai Rp7 miliar. "Untuk saat ini yang kondisinya sudah 60 persen, telah dikeluarkan biaya mencapai Rp2 miliar lebih. Kesemua itu, selain dari dana pribadi, juga mendapat bantuan dari para donatur, khususnya kalangan Tionghoa," paparnya. Dia pun menyebut nama Tommy Winata, Hong Lie, Agro Pantas, Tennie King dan sejumlah warga Tionghoa yang kini tinggal di Hongkong. Menurut Suhu Acai yang juga dikenal sebagai pelopor Imlek menjadi Hari Libur Nasional di Indonesia, pendirian Klenteng Ciu Lung Wang adalah yang pertama dan terbesar di negeri ini. Untuk luas tanah mencapai 8.000 M2, sedang bangunan klenteng itu sendiri seluas 1000 M2. Di sekitar klenteng dibangun pula sembilan tiang naga dengan kandungan makna berbeda. Dijelaskan, tiang pertama yang dibalut naga warna emas dimaknai sebagai Raja Naga Barat. Kemudian tiang kedua naga perak yang melambangkan Raja Naga Barat Laut. Sedang ketiga diisi naga merah yang berarti Raja Naga Selatan. Lalu keempat dililit naga kuning yang menjadi simbol Raja Naga Tanah. (santosa/ds/r) [Non-text portions of this message have been removed]

