http://www.antara.co.id/arc/2009/2/13/tim-identifikasi-benca

na-polri-ke-australia/

Tim Identifikasi Bencana Polri ke Australia


Jakarta,  (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia melepas enam 

personel tim Disaster Victims Identification (DVI) ke 

Australia, untuk membantu proses identifikasi terhadap 

jenazah korban kebakaran hebat di negara bagian Victoria.

Enam dari 20 personel Tim DVI pimpinan Kombes Pol dr 

Musaddeq Ishaq itu dilepas keberangkatannya oleh Menteri 

Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda dan Kapolri Jenderal Pol 

Bambang Hendarso Dahuri di Jakarta, Jumat.

Kapolri mengatakan, gelombang pertama Tim DVI berjumlah enam 

orang itu akan berada di Australia selama 20 hari, untuk 

kemudian diganti oleh gelombang kedua yang berjumlah enam 

personel pula, untuk membantu identifikasi jenazah yang 

sudah sulit dikenali. 

"Secara keseluruhan keberadaan Tim DVI di Australia dengan 

kebutuhan. Kemana mereka akan dikerahkan, disesuikan 

petunjuk dan kebutuhan pihak Australia. Jadi, masalah teknis 

ditentukan di sana," kata Bambang.

Ia menambahkan, pengiriman Tim DVI ke Australia sesuai 

dengan permintaan Pemerintah Australia ke Indonesia 

mengingat Polri memiliki tim DVI dengan spesifikasi khusus.

"Tim ini sudah lengkap, ada ahli patologi, ontologi, dan 

kemampuan untuk mendalami DNA jenazah," ujarnya.

Sementara secara terpisah, Ketua Tim DVI Kombes Pol Musaddeq 

mengatakan, mereka akan berada di Australia dalam jangka 

waktu yang tidak ditentukan. 

"Kami berada di sana sampai tugas dinyatakan selesai, sampai 

proses identifikasi selesai. Sesuai ketentuan internasional 

setiap dua minggu personel DVI harus dirotasi," katanya.

Meski terjadi rotasi terhadap personel DVI, namun Musaddeq 

sebagai ketua tim tetap akan berada di Australia, ungkapnya.



Simpati



Pada kesempatan yang sama, Menlu Hassan Wirajuda mengatakan, 

pengiriman TIM DVI Polri dan bantuan dana sekitar satu juta 

dolar AS merupakan bentuk simpati pemerintah Indonesia 

terhadap Australia yang tengah mengalami musibah.

Menlu mengatakan, Indonesia tidak bisa melupakan 

bantuan-bantuan yang pernah diberikan Australia ketika 

Indonesia menghadapi berbagai bencana seperti tsunami di 

Aceh dan Nias, gempa di Yogyakarta dan peristiwa Bom Bali.

Sementara itu, Duta Besar Australia untuk RI Bill Farmer 

ketika ditanya wartawan mengatakan, pihaknya menyambut baik 

kerja sama kepolisian Indonesia dengan kepolisian Australia 

dalam menangani situasi bencana.

"Ini baik sekali bahwa kepolisina Indonesia dapat membantu 

dan bekerja sama," katanya, seraya mencontohkan kerjasama 

kepolisian Indonesia-Australian dalam pengungkapan Bom Bali.

Dubes Farmer juga menyambut baik tawaran Indonesia untuk 

membantu membangun kembali sekolah-sekolah yang hancur di 

Victoria.

Farmer menilai, hal itu sebagai simbol kemitraan yang baik 

antara Indonesia - Australia.(*)






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke