http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006121366

*PENGARAHAN KASAD KEPADA PERWIRA JAJARAN KODAM II/SWJ*
20 Feb 2009

KODAM II/SWJ (20/2) - Bertempat  di  Gedung Jenderal Sudirman  Makodam
II/Swj Palembang,* Kasad Jenderal TNI  Agustadi Sasongko Purnomo* memberikan
pengarahan kepada Perwira jajaran Kodam II/Swj, Kamis (19/2).

Dalam pengarahannya kepada seluruh Perwira jajaran Kodam II/Swj Kasad
mengatakan, bahwa wilayah Kodam II/Sriwijaya merupakan penghubung Pulau
Sumatera dengan Pulau Jawa, sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa wilayah
ini juga merupakan daerah penyanggah ibukota negara, Jakarta. Sebagai daerah
penyanggah ibukota, wilayah Kodam II/Sriwijaya harus dijaga dan dipelihara
stabilitasnya, khususnya stabilitas keamanan, sebab kontribusinya sangat
diperlukan bagi terwujudnya stabilitas di Jakarta.

Selain itu, berbagai permasalahan di daerah perlu diantisipasi, khususnya
yang bersumber pada masalah Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan atau SARA,
yang diprediksi dapat berkembang menjadi masalah keamanan yang serius.
Karena sering kita temukan, apa yang ada di permukaan, nampak seperti
masalah SARA, tetapi sesungguhnya mempunyai akar permasalahan tertentu yang
lebih konkret, seperti benturan antara nilai tradisional dan nilai modern,
atau akibat persaingan kepentingan kelompok-kelompok tertentu.

Apalagi wilayah ini juga merupakan perlintasan bagi perdagangan narkoba
internasional, penyelundupan, dan penjualan manusia, serta  secara geografis
wilayah perairannya menjadi jalur lintasan yang sangat rentan dengan gempa
bumi tektonik dan gelombang tsunami. Belum lagi bencana banjir, tanah
longsor dan angin puting beliung disertai curah hujan yang sangat tinggi
hingga saat ini sehingga menyebabkan berbagai kerusakan sarana dan prasarana
umum.

Pelaksanaan tugas satuan dihadapkan dengan karakteristik wilayah seperti
itu, menuntut antisipasi para Perwira di satuan jajaran Kodam II/Swj untuk
mewaspadai segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu stabilitas keamanan,
dengan melakukan kerjasama dan koordinasi  yang  lebih  erat,  serta
sinergi  secara  arif  dan  bijaksana  dengan  unsur Pemerintah Daerah,
Polri, dan masyarakat. Kepada seluruh satuan jajaran Kodam II/Sriwijaya ini,
saya minta untuk terus mengembangkan dan membangun kondisi yang kondusif
bagi terselenggaranya pembangunan daerah, dengan melakukan upaya-upaya yang
dapat membantu rakyat menjalani hidup dan kehidupannya dengan baik.

 Dalam menghadapi kondisi seperti itu, kesiapan satuan dalam pelaksanaan
tugas dituntut, agar para perwiranya mampu memahami setiap permasalahan dan
ancaman yang mungkin timbul saat ini dan ke depan, sehingga dapat diambil
langkah-langkah yang terintegrasi dan terencana secara simultan. Kesiapan
operasional satuan ini tidak terlepas dari kesiapsiagaan yang tinggi dari
semua satuan jajaran Kodam II/Sriwijaya. "Kesiapsiagaan satuan diperlukan,
terutama dalam menghadapi tugas-tugas operasi militer selain perang.
Diantaranya membantu pemerintah, membantu kepolisian mengatasi terorisme,
melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan aspek darat dan memberikan
bantuan kemanusiaan," kata Kasad.

Terkait dengan agenda nasional untuk mengamankan dan menyukseskan Pemilu
2009, pada kesempatan tersebut Kasad menegaskan dan menginstruksikan kembali
kepada seluruh prajurit Angkatan Darat, terutama warga Kodam II/Sriwijaya
untuk tetap menegakkan Netralitas terhadap semua partai peserta Pemilu 2009.
Menyukseskan Pemilu tidak berarti turun langsung ke lapangan dan mengikuti
rangkaian kegiatan dalam rangka Pemilu, akan tetapi lebih ditujukan untuk
terus meningkatkan kewaspadaan, ketanggapsegeraan dan kesiapsiagaan, guna
mengantisipasi perkembangan situasi yang mungkin terjadi.

Berkaitan dengan Netralitas TNI ini, tetapkanlah moral dan etika sebagai
pilar utama. Dengan moral dan etika yang terpuji pada setiap individu
prajurit tentu akan membuahkan kekuatan satuan, guna mendukung pelaksanaan
tugas secara berdaya guna dan berhasil guna. Hindari tindakan-tindakan yang
bisa dikategorikan wilayah politik praktis. Dan jangan pernah satu kalipun
pikiran, sikap dan perilaku para prajurit Angkatan Darat terjerumus
kedalamnya. Karena politik praktis sudah bukan lagi bagian dari kewajiban
tentara maupun tugas dan tanggung jawab prajurit secara perorangan, satuan
dan institusi Angkatan Darat.   TNI tidak mempunyai kewajiban untuk
memenangkan salah satu Parpol, maupun kontestan tertentu dalam Pemilu, TNI
tidak berpihak kepada Parpol dan calon tertentu dalam Pemilu; dan TNI
memberikan perlakuan yang sama secara adil dan proporsional kepada seluruh
Parpol dan kontestan dalam Pemilu, sesuai ketentuan perundang-undangan yang
ada.

"Berikan pemahaman yang benar dan tepat tentang Netralitas TNI kepada setiap
anggota termasuk kepada  keluarga prajurit dan Keluarga Besar TNI (KBT)
tentang pedoman, larangan bagi prajurit TNI dan larangan yang telah diatur
dan diberlakukan bagi setiap orang, yang bersifat umum berlaku juga bagi
prajurit TNI, serta lakukan pengawasan dan pengendaliannya agar netralitas
TNI benar-benar dapat dipertanggungjawabkan", tegas Kasad.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke