http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8702


 *PRESIDEN AKAN RESMIKAN UNIVERSITAS PERTAHANAN*

*Jakarta* - *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* akan meresmikan *Universitas
Pertahanan Indonesia* atau Indonesian Defense University yang diprakarsai
oleh Departemen Pertahanan Republik pada 11 Maret 2009.

Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono di Jakarta, Kamis mengatakan,
Unhan Indonesia lahir dari ide untuk memenuhi kebutuhan mendesak
peningkatkan kemampuan dan kapabilitas strategis pertahanan negara secara
menyeluruh pada Januari 2007.

"Lembaga ini akan mentransformasikan pendidikan militer dan pertahanan
Indonesia dengan sasaran jangka panjang pembentukan budaya militer TNI yang
modern," katanya.

Juwono menambahkan, perubahan dalam lingkup nasional, regional, maupun
global melahirkan suatu tantangan baru pertahanan dan strategis suatu
negara.

Dicontohkannya, pemanfaatan perairan Indonesia yang dilalui sekitar 40
persen perdagangan dunia membutuhkan lebih dari sekedar pertahanan dalam
pengertian yang tradisional, namun lebih mencakup kekuatan TNI dengan
pendekatan yang lebih modern mencakup politik, ekonomi sosial dan budaya.

Atas dasar itu, lanjut Menhan, pemerintah Indonesia menyadari adanya
kebutuhan mendirikan suatu institusi pendidikan yang mampu melahirkan
pemimipin dari kalangan militer dan sipil dengan kemampuan dan kompetensi
dalam hal strategis dan pertahanan yang berwawasan lebih luas dan adaptif
secara global.

Sementara itu, Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Mayjen TNI Syarifuddin
Tippe mengatakan, Dephan telah mengidentifikasi kebutuhan peningkatan
kemampuan sumber daya manusia dibidang pertahanan sebagai area vital dalam
kebijakan reformasi sektor keamanan.

"Universitas Pertahanan Indonesia akan menjadi sumber pencetakan calon
pemimpin masa depan, calon penentu kebijakan stategis dari kalangan militer
maupun sipil, yang berwawasan global, fasih dan memahami isu pertahanan
strategis dan keamanan sehingga kita bisa menuju kepada menciptakan dunia
yang lebih stabil dan damai," tuturnya.

Syarifuddin Tippe mengungkapkan, saat ini terdapat 47 negara yang telah
memiliki universitas khusus mempelajari studi-studi pertahanan. Di ASEAN,
Singapura telah mendirikan institusi serupa sejak 2005 sementara Malaysia
sejak 2007.

"Di masa sekarang dibutuhkan perwira-perwira pemikir, yang tidak saja
memiliki keahlian tempur atau operasional tetapi juga memiliki perspektif
dan menguasai disiplin ilmu yang diperlukan untuk memahami lingkungan
keamanan dan dunia yang berubah-ubah dengan cepat," katanya.

Peresmian Universitas Pertahanan Indonesia, akan dilanjutkan dengan seminar
bertajuk "Indonesia 2025: Tantangan-tantangan Geopolitik dan Keamanan" yang
akan dihadiri sejumlah pakar strategi pertahanan tingkat dunia, baik dari
kalangan milter maupun sipil.


Sumber : Antara


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke