hehe..definisi pluralitas & pluralisme aja lom tau, koq nekat nulis panjang2, dibaca orang semilist top kaya gini, ga malu yee hehe
gmana bs diajak diskusi yg sehat ye :) ________________________________ From: mas dimas <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tuesday, March 3, 2009 2:16:19 PM Subject: Re: [ppiindia] Pluralisme di Masa Depan Tak Bisa Dihindari Mau pluralitas, mau pluralisme, mau keberagaman mau kebhinekaan apalagi bhineka tunggal ika sebenarnya nggak masalah Yang masalah 'kan MUI Sejak MUI kemasukan "neo fundamentalis" jadi over sentivite terhadap dikuasai kaum wahabi dan salafi yang timur tengah sentris keberagaman, kemajemukan, pluralitas dan toleransi, Apalagi sekularisme (Pancasila) yang memberi jarak yang sama kepada semua umat beragama, jadi masalah MUI dan Fatwa MUI kini adalah problem bukan solution MUI jadi beban bagi kemajuan bangsa ini.. Pluralisme adalah relitas masa depan Anti Pluralisme adalah ketakutan karena ekspresi kultur kesukuan dari jazirah Arab yang keasyikan ngumpet dengan kejayaan masa lalu Dimas. On 3/3/09, Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@ yahoo.com> wrote: > Secara bahasa, terjemahan yang pas untuk "kemajemukan" saya kira adalah > "pluralitas, " bukan pluralisme. > > Kemajemukan, yang secara faktual sudah hadir di Indonesia sejak dulu sampai > sekarang, bukanlah suatu isme. Itu memang kondisi yang nyata ada dan diterima > oleh rakyat Indonesia. > > Kalau dari dulu digunakan istilah kemajemukan, istilah bahasa Indonesia yang > mudah dipahami, tidak akan ada ribut-ribut dan tidak perlu ada fatwa MUI. > > > > > > Satrio Arismunandar > Executive Producer > News Division, Trans TV, Lantai 3 > Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 > Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4034, Fax: 79184558, 79184627 > > http://satrioarismu nandar6.blogspot .com > http://satrioarismu nandar.multiply. com > > --- On Tue, 3/3/09, Sunny <am...@tele2. se> wrote: > > From: Sunny <am...@tele2. se> > Subject: [ppiindia] Pluralisme di Masa Depan Tak Bisa Dihindari > To: Undisclosed- Recipient@ yahoo.com > Date: Tuesday, March 3, 2009, 4:05 AM > > > > > > > http://www.sinarhar apan.co.id/ berita/0903/ 02/kesra02. html > > > Dawam Rahardjo: > Pluralisme di Masa Depan Tak Bisa Dihindari > > > Jakarta - Istilah pluralisme di Indonesia tampaknya akan terus menuai silang > pendapat di banyak kalangan. Istilah yang tepat dan sesuai dengan asas > Bhinneka Tunggal Ika ialah kemajemukan. Menurut cendekiawan muslim Prof Dr > Dawam Rahardjo, kemajemukan merupakan kodrat alami yang dimiliki setiap > manusia sehingga harus dihormati. "Tuhan menciptakan manusia terdiri dari > laki-laki dan perempuan, bersuku-suku, dan agama. Dengan demikian kemajemukan > masyarakat itu adalah kodrat yang alami," kata Dawam dalam acara temu > nasional Persaudaraan Indonesia Raya (Persira) yang mengambil tema "Membangun > Kerukunan Dalam Membangun Bangsa," di Jakarta, Sabtu (28/2). Turut hadir > dalam acara, itu di antaranya, tokoh nasional Prabowo Subianto, Christianto > Wibisono (Global Nexus Institute), Hashim Djojohadikusumo (pengusaha) dan > Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu. > > Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, dan ras harus bangga > dengan kemajemukan itu sendiri karena bisa menjadi kekuatan dan bisa menjadi > sebuah identitas Indonesia itu sendiri, tegas Dawam. Pada mulanya, berbagai > unsur masyarakat tersebut hanya ada di daerahnya sendiri, tetapi dengan > perkembangan zaman terjadilah perpindahan penduduk dari satu kota ke kota > yang lain yang membuat kemajemukan itu makin sering terjadi. "Sumber dari > kemajemukan merupakan mobilitas dari penduduknya itu sendiri, yang berpindah > dari satu kota ke kota lain," jelasnya. > > Dawam mengakui, dengan kemajemukan yang dimiliki Indonesia sering kali > terjadi diintegrasi yang disebabkan benturan dan kepentingan serta aspirasi. > Negara pada dasarnya menginginkan kecenderungan integrasi, tetapi sering kali > pengaruh suatu sektor seperti ekonomi, politik, agama menimbulkan > kecenderungan konflik dan disintergrasi. > > > "Kemajemukan adalah sebuah kenyataan masa depan yang tidak bisa dihindari > atau dicegah. Demi kepentingan masyarakat dan negara kemajemukan itu harus > dijaga agar tidak menimbulkan konflik dan disintegrasi, " pesan Dawam. Untuk > menghindari disintegrasi dan konfllik, ia mengajukan beberapa rekomendasi, di > antaranya kestabilan masyarakat sebagai kemajuan, kerukunanan dan > persaudaraan antarkelompok yang bisa melahirkan kerja sama dalam kebaikan, > serta dinamika yang dapat dilahirkan oleh interaksi dan saling memahami > sehingga ide-ide baru yang kreatif dapat lahir. "Pancasila adalah ideologi > kebangsaan, salah satu acuannya adalah pluralisme/kemajemu kan sebagai azas > kebangsaan. Untuk itu Demokrasi Pancasila kalau tanpa isi sama saja seperti > pepesan kosong," tambah Dawam. (heru gunt > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ------------ --------- --------- ------ > > ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* > ********* > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups. yahoo.com/ > group/ppiindia > ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* > ********* > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://ppi-india. blogspot. com > 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@ yahoogroups. com > 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@ yahoogroups. com > 6. kembali menerima email: ppiindia-normal@ yahoogroups. com > Yahoo! Groups Links > > > > [Non-text portions of this message have been removed]

