Refleksi : Apa komentar para pakar ilmu "supernatural" bila terjadi hujan lebat disertai petir pada tgl 9 April? :-))
http://www.radartarakan.com/berita/index.asp?Berita=KALTIM&id=151863 Selasa, 7 April 2009 9 April, Diprediksi Hujan Lebat Disertai Petir TARAKAN-Para penyelenggara Pemilu terutama di tingkat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tampaknya perlu memikirkan lokasi TPS yang memadai. Hal tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan turunnya hujan lebat yang bisa menghambat pelaksanaan pemungutan suara pada hari "H" nanti. Kepala Stasiun Meteorologi dan Geofisika Sutadi Rahardjo menyampaikan, berdasarkan pantauan cuaca beberapa hari terakhir diperkirakan pada 9 April nanti akan terjadi curah hujan yang meningkat. "Peluang hujan masih ada dan masyarakat perlu waspada adanya hujan deras disertai angin dan petir pada April ini," kata Sutadi. Sutadi menuturkan, cuaca pada bulan April ini memang masih di atas normal yang menyebabkan ketinggian gelombang meningkat mencapai 0,5 hingga 2 meter. "Dari tanggal 2 April kemarin hingga tanggal 12 mendatang ketinggian gelombang di sepanjang perairan Tarakan sampai laut Sulawesi terus meningkat hingga 2 meter," ujarnya. Buruknya cuaca perairan Tarakan tersebut dirasakan oleh penduduk di kota Tarakan. Atap seng rumah penduduk diterpa angin, pohon mulai bertumbangan. Bahkan, sangat dirasakan oleh para nelayan yang mencari ikan di laut. Dikatakan, perkiraan pada bulan ini tepat pada saat hari pemilihan calon anggota legislatif, 9 April, perairan akan mengalami air pasang hingga 1,5 meter. Ini membuat permukaan air laut naik dan ditambah angin kencang dari Barat ke Timur yang kecepatannya mencapai 25 km per jam menyebabkan gelombang semakin tinggi. Salah satu nelayan, Abdurrahman mengatakan, meskipun tingginya gelombang pada Kamis mendatang, sejumlah nelayan tetap harus melaut. Ia menilai ketinggian air pasang dan kecepatan angin saat ini relatif aman untuk melaut. "Angin di tengah laut lumayan kencang, tapi masih aman. Gelombang pun tidak begitu tinggi," kata Abdurrahman. Sebelum melaut itu, dirinya akan tetap menggunakan hak pilihnya untuk memilih salah satu caleg. "Itu sudah ada dalam hati saya. Jadi saya akan memilih dulu, setelah itu baru melaut," tutur Abdurrahman. Banyaknya nelayan yang memilih pergi melaut lantaran "air naik" istilah para nelayan pada pemungutan suara nanti juga dikhawatirkan Ketua PPK Tarakan Timur Usman. "Ya terutama di Pantai Amal dan Mamburungan Timur. Di sana pemilih banyak berprofesi sebagai nelayan. Tapi mau bagaimana lagi, kami tak bisa melarang seandainya mereka memilih melaut ketimbang ke TPS. Tapi di setiap kesempatan kami selalu menghimbau agar masyarakat menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya," kata Usman. Ketua KPU Tarakan Syafruddin juga menyampaikan hal serupa. "Di setiap kesempatan itu selalu kami sampaikan. Kami menghimbau warga dapat meluangkan waktunya paling sekitar lima menit saja ke TPS dan menggunakan hak pilihnya," ujarnya.(*/rt-5) [Non-text portions of this message have been removed]

