http://www.republika.co.id/berita/45678/Inggris_Kaji_Ulang_Ekspor_Peralatan_Militer_ke_Israel
*Inggris Kaji Ulang Ekspor Peralatan Militer ke Israel* *LONDON* -- *Inggris* akan mengakaji ulang ekspor peralatan militer ke Israel menyusul serangan Israel ke Gaza pada 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009 lalu. Serangan yang disebut sebagai Operation Cast Lead ini telah menyebabkan sebanyak 1.400 warga Gaza tewas. Menteri Luar Negeri Inggris, David Miliband, dalam suratnya kepada anggota parlemen, mengungkapkan semua izin ekspor peralatan militer saat ini dan pada saat mendatang akan dikaji ulang. Ini terkait dengan operasi militer Israel di Gaza. ''Inggris menyediakan 1 persen peralatan militer yang diimpor Israel. Namun kami mengakui sejumlah komponen yang dipasok Inggris hampir pastu digunakan Israel dalam serangan militernya ke Gaza,'' kata Miliband seperti dikutip The Guardian, Rabu (22/4). Dengan demikian, ujar Miliband, semua izin ekspor akan dikaji ulang mengacu pada serangan militer Israel ke Gaza.''Penilaian berdasarkan tindakan Israel. Maka bukti dari Operation Cast Lead akan digunakan dalam mengkaji izin ekspor peralatan militer ke Israel.'' Miliband menegaskan bahwa pemerintah akan melihat semua surat izin ekspor, apakah perlu dilakukan pertimbangan ulang akibat serangan Israel ke Gaza. Menurut Miliband, ekspor peralatan militer ke Israel membutuhkan izin ekspor yang didasarkan pada kriteria yang sangat ketat. Hal yang paling penting, peralatan itu tak digunakan untuk melakukan tindakan represif di dalam negeri pengimpor. Kriteria lainnya adalah bahwa peralatan militer tersebut, kata Miliband, juga diyakini tak memicu atau memperpanjang konflik bersenjata, dan peralatan itu tak saling dipertukarkan di antara negara pembeli. Miliband mengatakan selama ini AS menjadi negara yang paling banyak memasok peralatan militer ke Israel. AS memasok 95 persen peralatan militer ke Israel sedangkan sisanya sebanyak 5 persen dipasok oleh Uni Eropa. Inggris hanya menyediakan 1 persen. Sejumlah peralatan militer yang diekspor Inggris ke Israel di antaranya adalah komponen satelit pengintai. Satelit ini digunakan untuk menyediakan informasi bagi militer Israel. ''Kami menilai ini digunakan untuk menyiapkan operasi,'' kata Miliband. Namun Miliband menyatakan apa yang dipasok Inggris itu tak menjadi bagian signifikan dalam operasi serangan itu sendiri. Selain itu ada pesawat tempur F-16, biasanya digunakan untuk menjatuhkan bom dengan presisi tinggi. Komponennya juga dipasok Inggris. Inggris sendiri sebenarnya telah melarang ekspor komponen pesawat F-16 ke Israel sejak 2002. Namun Inggris mengekspor komponen F-16 ke AS, di mana Israel menjadi pengguna akhir paling besar dari komponen tersebut. Demikian pula dengan komponen helikopter Apache. Secara terpisah, enam pengacara dari Norwegia pada Rabu mendaftarkan tuntutan terhadap mantan Perdana Menetri Israel, Ehud Olmert dan mantan Menlu Israel Tzipi Livni karena melakukan kejahatan perang terkait serangan ke Gaza. Menhan Ehud Barak dan tujuh pejabat senior militer Israel.Tuntutan ini didaftarkan ke kejaksaan Norwegia. Menurut Haaretz, mereka juga akan mendesak penangkapan terhadap Olmert dan Livni dan mengekstradisinya ke Norwegia. ''Tak diragukan lagi bahwa mereka mengetahui, memerintahkan, atau menyetujui aksi di Gaza dan mereka tentu telah mempertimbangkan akibat dari aksi tersebut,'' demikian pernyataan enam pengacara tersebut yang mengakui mewakil sekelompok warga Norwegia. Salah satu dari enam pengacara itu, Kjell Brygfjeld, mengatakan mereka yang mendukung tuntutan ini termasuk tiga warga Palestina yang tinggal di Norwegia dan 20 keluarga yang kehilangan keluarga atau harta bendanya selama serangan itu. fer/kpo [Non-text portions of this message have been removed]

