http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/04/29/4258.html
Rabu, 29 April 2009, 15:57:33 WIB
Presiden Menerima PP Muhammadiyah
Din Syamsudin: Kami Menolak Keinginan Mendelegitimasi Pemilu
*Presiden SBY, Rabu (29/4) siang, menerima PP Muhammadiyah yang dipimpin Din
Syamsudin, di Kantor Presiden. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (29/4) siang, menerima
Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang dipimpin langsung ketuanya, Din Syamsuddin, di
Kantor Presiden. Kunjungan PP Muhammadiyah ini untuk menyampaikan laporan
hasil-hasil Tanwir Muhammadiyah yang berlangsung pada 5 hingga 8 Maret 2009
lalu, yang dibuka Presiden SBY.
Menurut Jubir Presiden, Andi A.Mallarangeng, Presiden SBY menyambut baik
pemikiran-pemikiran yang dihasilkan pada Tanwir tersebut. ”Presiden juga
berharap agar organisasi seperti Muhammadiyah juga dapat memberikan masukan
tentang bagaimana pikiran-pikiran kebangsaan ke depan dalam rangka membangun
terus negara kita,” ujar Andi dalam keterangan persnya mendampingi Din
Syamsuddin, usai diterima Presiden.
Sementara itu, Din Syamsuddin mengatakan Muhammdiyah telah mencermati,
menelaah, dan mengkaji secara mendalam tentang proses kehidupan kebangsaan yang
berlangsung selama ini, khususnya sepuluh tahun terakhir ini sejak era
reformasi. Muhammadiyah, ujar Din, melihat banyak hal yang sudah dilakukan
pemerintah dan banyak kemajuan yang sudah dicapai, meskipun masih ada yang
perlu di perbaiki.
”Kami memilih kata revitalisasi sebagai pikiran bahwa apa yang terjadi selama
ini cukup bagus. Bisa dikatakan on the right track. Tetapi, perlu diperkuat
kembali dengan menemukan vitalitas dari bangsa dan negara ini untuk
diaktualisasikan dalam konteks tantangan, ancaman, dan dinamika,” Din
Syamsuddin menambahkan.
Dalam Tanwir Muhammadiyah, ada tiga bidang yang diskusikan secara mendalam,
yakni ekonomi, politik, dan sosial-budaya. Muhammadiyah melihat bahwa paradigma
pembangunan yang selama ini dilakukan pemerintah dan negara perlu diperkuat.
”Sudah bagus, dan Presiden SBY beberapa kali menyebutnya sebagai sustainable
development with equity dan sustainable growth equity atau pembangunan
berkelanjutan yang berkeadilan. Nah, Muhammadiyah mengajukan konsep yang hampir
sama, hanya ada beda di belakangnya, sustainable development with meaning,”
kata Din Syamsuddin.
Muhammadiyah juga menilai proses pemilu legislatif 9 April 2009 telah
berlangsung relatif tidak ada kericuhan dan kekisruhan. Din berharap kekurangan
ini diperbaiki pada Piplres mendatang untuk menambah bobot demokrasi kita.
"Tetapi kami menolak pikiran dan tindakan yang ingin mendelegitimasi proses
Pemilu Legislatif dan hasil-hasilnya tersebut,” Din Syamsuddin menegaskan. (win)
[Non-text portions of this message have been removed]