http://www.antara.co.id/arc/2009/4/29/sidang-adb-bali-datangkan-devisa-7-5-juta-dolar-as/

29/04/09 08:50

Sidang ADB Bali Datangkan Devisa 7,5 Juta Dolar AS


Jakarta (ANTARA News) - Penyelenggaraan Sidang Tahunan Bank Pembangunan Asia 
(ST ADB) ke-42 di Bali diperkirakan mendatangkan devisa sekitar 7,5 juta dolar 
AS dari sekitar 2.500 delegasi dan pengunjung asing di sidang tersebut.

Plt Menko Perekonomian/Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hal itu 
Selasa malam dalam pertemuan dengan pemred dan redaktur media massa di Gedung 
Djuanda I Departemen Keuangan Jakarta.

ST ADB ke-42 itu akan berlangsung pada 2-5 Mei 2009 di Nusa Dua Bali, antara 
lain akan membahas penambahan modal ADB dalam rangka memberdayakan lembaga 
keuangan regional menghadapi krisis global.

"Saya akan berkantor di sana selama sekitar satu minggu sejak 30 April ini," 
kata Menkeu yang saat ini juga menjadi Ketua Dewan Gubernur ADB.

Mengenai sikap Indonesia atas rencana penambahan modal itu, Menkeu mengatakan, 
Pemerintah Indonesia akan menjaga agar porsi kepemilikan sahamnya di Bank 
Pembangunan Asia (ADB) tidak mengalami penurunan.

"Dari sisi Menkeu, kita akan fokus bagaimana menjaga share saham sebagai 
pemegang saham keenam terbesar di ADB agar tidak terjadi dilusi," katanya.

Dengan adanya penambahan modal, semua pemegang saham harus menaikkan 
kontribusinya, kalau ada negara yang mungkin tidak mau menambah sehingga 
mengalami dilusi maka bagian itu akan diambil alih oleh negara lain.

"Untuk itu dari sisi menkeu kita akan fokus bagaimana menjaga share saham 
sebagai pemegang saham keenam terbesar di ADB agar tidak terjadi dilusi," 
tegasnya.

Menkeu menyebutkan, karena berimplikasi ke anggaran negara maka pemerintah akan 
menyampaikan hal itu ke DPR melalui APBNP 2009 atau melalui APBN 2010.

"Untuk tahapan pembayarannya akan kita lihat dulu perencanaan anggarannya," 
katanya.

Indonesia bergabung ke dalam ADB sejak 1966 dan saat ini merupakan pemegang 
saham terbesar kelima di antara para anggota di tingkat regional dan pemegang 
saham terbesar keenam di antara seluruh anggota yang berjumlah 67.

Indonesia memiliki 192.700 (5,43 persen) saham ADB dengan hak suara 205.932 
atau 4,65 persen. Saat ini modal ADB sekitar 50 miliar dolar AS dan akan 
dinaikkan menjadi sekitar 150 miliar dolar AS. (*)



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke