Dear All,

Penguasa RI sekarang dan tim sukses-nya (sekaligus sebagai capres 2009),
sering
berkampanye soal turunnya rasio hutang dibanding pdb (nominal)..  Saya
sendiri bukan
ahli di bidang ekonomi. Mungkin yang lebih paham dapat bantu jelaskan soal
ini lebih rinci, karena di bawah ada istilah pdb nominal dan riil.

Membaca diskusi di bawah, IMHO, ada baiknya yg dijadikan patokan bukan pdb
namun
rasio hutang dibanding cadangan devisa negara. Ini jauh lebih mudah
dipahami. Karena
cadangan devisa negara merupakan 'dana standby' yang nyata. Dan harus
diatur, dana
standby ini sedapat mungkin bukan didapat dari hutang - seperti yang sudah"
(dari IMF
dll).. Karena percuma saja, hutang hanya menjadi 'dana mati'.. sementara
bunga dan
kewajiban membayar sudah jelas di depan mata..

CMIIW..

--
Wassalam,

Irwan.K
"Better team works could lead us to better results"
http://irwank.blogspot.com

---------- Pesan terusan ----------
Dari: bungaran <[email protected]>
Tanggal: 26 Mei 2009 05:18
Subjek: Re: LANJUTKAN : INDONESIA BANGKRUT

    Silahkan baca referensi :
http://kau.or.id/content/view/105/2/
http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/24/0642591/rupiah.jeblok.utang.ri.nambah.
2335.miliar.dollar.as

Rasio cadangan devisa dengan utang bisa menimbulkan banyak persepsi seperti
krisis likuiditas, dll. Benar total utang yang telah jatuh tempo tersebut,
tidak seluruhnya harus langsung dibayarkan. Sebab, beberapa dari utang-utang
tersebut masih bisa diperpanjang sesuai dengan struktur pinjamannya.

Tapi ingat Rasio utang terhadap Cadangan devisa (debt to reserve ratio).
Rasio utang terhadap cadangan devisa masih tinggi, Jika terjadi penurunan
cadangan devisa dan jumlah utang semakin membengkak tentu rasio utang
terhadap cadangan devisa semakin tinggi. Apalagi dalam krisis global ini,
penurunan cadangan devisa bisa disebabkan oleh intervensi yang dilakukan
oleh BI untuk menjagastabilitas nilai tukar rupiah.

Untuk menurunkan rasio utang terhadap cadangan devisa,(Mungkin)pemerintah
menempuh berbagai cara di antaranya dengan memanfaatkan pinjaman bilateral
atau fasilitas bilateral swap arrangement.

Krisis bisa terjadi, yang dapat mengancam ketahanan sektor keuangan(Cadangan
Devisa) karena utang luar negeri atau modal asing yang masuk banyak yang
ditempatkan dalam Sertifikat Bank Indonesia dan Surat Utang Negara (yang
jumlahnya cenderung terus meningkat) ditarik pada saat bersamaan. Jika ini
terjadi tentu kita akan lebih sulit membayar utang pada saat jatuh tempo.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/03/29/12561892/tahun.ini.utang.sw
\asta.jatuh.tempo.35.miliar.dollar.as
Tahun ini utang swasta yang jatuh tempo mencapai US$35 miliar, atau lebih
separuh dari total cadangan devisa yang cuma US$ 51 miliar.

Bagaimana jika tahun ini modal asing yang ditempatkan di surat berharga
domestik itu tiba-tiba secara serentak mendadak mengalir keluar (sudden
reversal).

Soal pajak,Utang, PDB:
Teorinya begini: Semakin menurunnya rasio utang terhadap PDB, kan harus
diimbangi meningkatnya rasio pajak. Tapi kenyataan kan tidak PDB
(nominal)naik tapi Utang semakin membengkak dan rasio pajak kecil.

Teorinya kinerja perekonomian tidak dilihat dari PDB Nominal, karena yang
dipakai adalah PDB Riil, sebab sudah mengeluarkan faktor2 seperti inflasi
dll. Pertumbuhan ekonomi diukur berdasarkan PDB riil.

Jika kita memakai data Departemen Keuangan http://www.dmo.or.id
Tahun 2008
PDB Nominal : Rp 4954 Trilyun
PDB Riil (Konstan) : Rp 2082 Trilyun
Utang Negara : Rp 1623 Trilyun

Tahun 2004
PDB Nominal : Rp 2.303 Trilyun
PDB Riil (Konstan) : Rp 1.660 Trilyun
Utang Pemerintah :Rp 1,275 Trilyun
Kalau kita mau bandingkan Rasio Hutang terhadap PDB Riil, maka :

Tahun 2004 : Rasio Hutang terhadap PDB Riil adalah 76,8%.
Tahun 2008 : Rasio hutang terhadap PDB Riil adalah 77,95%.


--- In x, Teguh Santoso <tgh.s...@...> wrote:
>
> Lagi-lagi hanya data di layar Notebook. Cape juga. Mbok sekali2 kampanye
> dengan program yang kongkrit lah, agar tidak ini mestinya itu, agar tidak
> anu mestinya ini.
>
> yah kalo cuman ngomongin kejelekan orang laon mah, gampang, es pe el kata
> anak2, gampiillll kata ABG.
>
> Asli, makin lucu aja deh bapak2 ini.
>
> salam
> teguh santoso



 ---------- Pesan terusan ----------
Dari: tjuk kasturi sukiadi <[email protected]>
Tanggal: 22 Mei 2009 14:39
Subjek: Re: LANJUTKAN : INDONESIA BANGKRUT


 Anda Benar Sekali Bung Halim Hade!,
Perlindungan yang diberikan oleh Lembaga Penjamin Simpanan sejak akhir
Oktober 2009 kemarin dinaikkan menjadi 2 Milyar rupiah atau setara dengan
185.000 USD lebih tinggi dari yang dijamin oleh Federal Deposit Insurance
Corporation kepada para "penabung Kecil di AS yang sebesar 100.000 USD.
Sedangkan Pendapatan Per Kapita Indonesia hanya 1 per 25 dari pendapatan
perkapita AS. Jadi program pemerintah adalah "MELINDUNGI ORANG KAYA!" Agar
para Kayawan tetap menyimpan uang mereka sebagai deposito di bank-bank di
Indonesia. Mereka itulah the economic elites of Indonesia yang jumlahnya
mungkin hanya 1/2 persen dari penduduk Indonesia dan 80 % diantara mereka
tinggal di Jakarta. Bagi mereka tidak pernah terjadi krisis ekonomi.
Indonesia adalah tempat yang terindah dan ternyaman di dunia karena semua
urusan bisa diselesaikan dengan duwit. Dan justru duwit itulah yang ada pada
mereka. Lapisan menengah Indonesia jumlahnya relatip sangat tipis ( pedagang
kelas
sedang dan birokrat menengah), oleh  karena nasibnya tidak menentu mereka
tidak pernah berani punya sikap. Nah ini yang membedakan dengan kelompok
menengah di Thailand dan bahkan di Philipina. Kelas menengah Indonesia yang
jumlahnya 20 % itu biasanya sekedar "mbebek" kpd pemerintah yang berkuasa.
Lha lalu yang sisanya yang hampir 80 % itu adalah "the permanent floating
mass!". Jumlahnya banyak tetapi tidak berdaya. Separuhnya adalah GOLPUT
tetapi sayang belum mampu membentuk satu barisan terorganisasi, solid dan
punya daya gedor yang  perkasa. Sedangkan sisa separuhnya lagi  (Hampir 40
%) adalah yang anda gambarkan dengan tepat kelompok marjinal yang "TIDAK
MAMPU MENJUNJUNG TINGGI PRINSIP KARENA DIDERA DENGAN KEMELARATAN DAN
PENDERITAAN HIDUP YANG KRONIS , LATEN DAN PERMANEN! Dapat dimengerti bila
BLT, SEMBAKO MURAH dan berbagai IMING-2 PENGGRATISAN , serta "SERANGAN
SUBUH"  akan sangat mujarab dan efektip untuk mempengaruhi mereka dalam
PILKADA,
PEMILU dan PILPRES! Salam perjuangan Tjuk KS

--- Pada Jum, 22/5/09, halim hd <[email protected] <halimhade%40yahoo.com>>
menulis:
Dari: halim hd <[email protected] <halimhade%40yahoo.com>>
Topik: Re: LANJUTKAN : INDONESIA BANGKRUT
Tanggal: Jumat, 22 Mei, 2009, 1:52 PM

kok baru tahu. kan udah sejak jaman eyang harto.

edan siapa pula yang megah dan mapan? malu hati

mau dimana ditaruh muka ini kalo lewat warun tempat

ngutang, sepanjang jaman ngutang terus, sama warung!

jadi, kemegahan itu, kemapanan itu, cuma buat 1-2 persen

warga nusantara yang bisa maondar mandir ke singapura

dan manca lainnya. yang lainnya, menapak tapak keliling

kampung dengan keringat gemrobyos dari ujung rambut

sampai ujung kaki, dan itupuna masih dengan hati dag

dig dug, apa bisa mengais rejeki hari ini.

hhd.


---------- Pesan terusan ----------
Dari: Dandy Lion <[email protected]>
Tanggal: 22 Mei 2009 06:45
Subjek: Re: LANJUTKAN : INDONESIA BANGKRUT

   Ooooo......
jadi segala kemegahan dan kemapanan selama 5 tahun ini hasil hutang toh ???
kasihan anak cucu kita .
Bud , tolong ya ... jangan ngumbar syahwat ke negara negara kreditur .

--- On Thu, 5/21/09, bungaran
<[email protected]<no_reply%40yahoogroups.com>>
wrote:
From: bungaran <[email protected] <no_reply%40yahoogroups.com>>
Subject: LANJUTKAN : INDONESIA BANGKRUT
Date: Thursday, May 21, 2009, 10:47 PM

 LANJUTKAN:
Beban pembayaran utang luar negeri Pemerintah Indonesia periode
Januari-Oktober
2008 dilaporkan meningkat 2,335 miliar dollar AS
akibat fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap tiga valuta asing utama, yakni
yen
Jepang, dollar AS, dan euro.
Tingginya peningkatan beban pembayaran utang itu disebabkan pada saat yang
sama
terjadi penguatan nilai tukar yen terhadap dollar AS dan pelemahan rupiah
terhadap dollar AS.

LANJUTKAN:
Portofolio pinjaman luar negeri, ada tiga valuta asing (valas) utama yang
berpengaruh pada outstanding pinjaman luar negeri pemerintah, yakni dollar
AS,
yen, dan euro.

LANJUTKAN:
Berdasarkan data September 2008:
============ ========= ========= =====
Utang dalam bentuk dollar AS mencapai 29% dari total pinjaman luar negeri.
Utang dalam yen sebesar 44 persen dan
Utang dalam Euro sebanyak 16 persen terhadap total pinjaman luar negeri.

LANJUTKAN:
Berdasarkan data Depkeu per 31 Oktober 2008
============ ========= ========= ========= ====
Nilai outstanding pinjaman luar negeri 62,103 miliar dollar AS.
Utang dalam yen menduduki komposisi terbesar, yakni sekitar 27,325 miliar
dollar
AS.

LANJUTKAN:
Pembayaran utang dalam yen membuat pembayaran pinjaman pemerintah melonjak
akibat penguatan mata uang Jepang ini terhadap dollar AS. Setiap penguatan
yen
terhadap dollar AS sebesar 1 persen akan memengaruhi peningkatan pinjaman
senilai 0,4 persen ekuivalen dollar AS. Outstanding pinjaman membengkak
karena
setiap utang yen, dibayar dengan dollar AS.

LAJUTKAN
Hingga tanggal 14 November 2008,
============ ========= ========= ==
Depkeu mencatat pembayaran utang luar negeri telah mencapai Rp 22,6 triliun
atau
78 persen dari pagu di APBN Perubahan (APBN-P) 2008, yang ditetapkan sekitar
Rp
28,97 triliun.
Pembayaran utang dalam negeri, yang sebagian besar merupakan utang pokok dan
bunga atas obligasi negara mencapai Rp 51,4 triliun atau 78 persen terhadap
pagu
pada APBN-P 2008, yakni sekitar Rp 65,897 triliun.

Pemerintah tidak memiliki stok yen dalam jumlah besar. Adapun dana dalam
bentuk
valas terbesar yang dimiliki pemerintah ada dalam denominasi dollar AS.

LANJUTKAN:
Dengan total utang 2,335 milyar Dollar jika tingkat bunga sekitar 5%, jumlah
bunga yang harus kita bayarkan berkisar 116,7 milyar Dollar.

LANJUTKAN:
Untuk bayar bunga yang sebesar U$ 116,7 milyar saja tidak cukup karena
cadangan devisa kita hanya U$$ 51 miliar.

MASIH MAU LANJUTKAN =========> BANGKRUT


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke