Sebahagian besar cicilan hutang adalah pembayaran bunganya. Jadi pada umumnya 
jumlah hutang tetap tidak berkurang .

  ----- Original Message ----- 
  From: A Nizami 
  To: [email protected] ; [email protected] ; lisi 
  Sent: Tuesday, May 26, 2009 4:33 AM
  Subject: [ppiindia] Re: LANJUTKAN : INDONESIA BANGKRUT





  Sebetulnya kalau mau sederhana kita bandingkan dengan belanja negara kita, 
yaitu APBN yang saat ini jumlahnya sekitar Rp 1.000 trilyun.

  Nah saat ini hutang LN kita sekitar Rp 1.600 trilyun dengan cicilan sekitar 
Rp 250 trilyun/tahun (CMIIW). Nah itu sebetulnya sudah cukup mengganggu. 
Apalagi jika hutang luar negeri ini dipakai untuk mendikte bangsa Indonesia 
seperti harus menjual BUMN, harus mencabut "subsidi" BBM, air, listrik, dsb 
sehingga tarif2 kebutuhan rakyat jadi melonjak tajam. Belum lagi penyerahan 
kekayaan alam sebesar rp 2000 trilyun/tahun yang masuk ke kantong asing.

  Harusnya pemerintah Indonesia meniru pemerintah Arab Saudi yang 
menasionalisasi perusahaan migas ARAMCO sehingga pendapatannya meningkat dan 
bisa mensejahterakan rakyat kita. Kalau itu dijalankan dan rp 2000 
trilyun/tahun bisa dinikmati rakyat Indonesia, maka para pejabat bisa hidup 
mewah tanpa harus korupsi dan diperiksa KPK dgn rp 1000 trilyun yang sudah kita 
nikmati sekarang, sementara rakyat jadi sejahtera dengan dana Rp 2000 
trilyun/tahun tsb.

  Dengan APBN rp 1000 trilyun dan hasil kekayaan alam rp 2000 trilyun/tahun 
seharusnya Indonesia tidak perlu pakai ngutang dan menunggu investor asing.

  Saat ini saya lihat para pejabat kita hanya mampu fokus pada berhutang dan 
menunggu investor asing. Kasarnya cuma bisa ngutang/tukang ngutang...

  ===

  Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits

  http://media-islam.or.id

  --- Pada Sen, 25/5/09, IrwanK <[email protected]> menulis:

  Dari: IrwanK <[email protected]>
  Topik: [ekonomi-nasional] Re: LANJUTKAN : INDONESIA BANGKRUT
  Kepada: "Forum Kompas" <[email protected]>
  Tanggal: Senin, 25 Mei, 2009, 5:53 PM

  Dear All,

  Penguasa RI sekarang dan tim sukses-nya (sekaligus sebagai capres 2009),

  sering

  berkampanye soal turunnya rasio hutang dibanding pdb (nominal).. Saya

  sendiri bukan

  ahli di bidang ekonomi. Mungkin yang lebih paham dapat bantu jelaskan soal

  ini lebih rinci, karena di bawah ada istilah pdb nominal dan riil.

  Membaca diskusi di bawah, IMHO, ada baiknya yg dijadikan patokan bukan pdb

  namun

  rasio hutang dibanding cadangan devisa negara. Ini jauh lebih mudah

  dipahami. Karena

  cadangan devisa negara merupakan 'dana standby' yang nyata. Dan harus

  diatur, dana

  standby ini sedapat mungkin bukan didapat dari hutang - seperti yang sudah"

  (dari IMF

  dll).. Karena percuma saja, hutang hanya menjadi 'dana mati'.. sementara

  bunga dan

  kewajiban membayar sudah jelas di depan mata..

  CMIIW..

  --

  Wassalam,

  Irwan.K

  "Better team works could lead us to better results"

  http://irwank. blogspot. com

  ---------- Pesan terusan ----------

  Dari: bungaran <no_re...@yahoogroup s.com>

  Tanggal: 26 Mei 2009 05:18

  Subjek: Re: LANJUTKAN : INDONESIA BANGKRUT

  Silahkan baca referensi :

  http://kau.or. id/content/ view/105/ 2/

  http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 11/24/0642591/ rupiah.jeblok. 
utang.ri. nambah.

  2335.miliar. dollar.as

  Rasio cadangan devisa dengan utang bisa menimbulkan banyak persepsi seperti

  krisis likuiditas, dll. Benar total utang yang telah jatuh tempo tersebut,

  tidak seluruhnya harus langsung dibayarkan. Sebab, beberapa dari utang-utang

  tersebut masih bisa diperpanjang sesuai dengan struktur pinjamannya.

  Tapi ingat Rasio utang terhadap Cadangan devisa (debt to reserve ratio).

  Rasio utang terhadap cadangan devisa masih tinggi, Jika terjadi penurunan

  cadangan devisa dan jumlah utang semakin membengkak tentu rasio utang

  terhadap cadangan devisa semakin tinggi. Apalagi dalam krisis global ini,

  penurunan cadangan devisa bisa disebabkan oleh intervensi yang dilakukan

  oleh BI untuk menjagastabilitas nilai tukar rupiah.

  Untuk menurunkan rasio utang terhadap cadangan devisa,(Mungkin) pemerintah

  menempuh berbagai cara di antaranya dengan memanfaatkan pinjaman bilateral

  atau fasilitas bilateral swap arrangement.

  Krisis bisa terjadi, yang dapat mengancam ketahanan sektor keuangan(Cadangan

  Devisa) karena utang luar negeri atau modal asing yang masuk banyak yang

  ditempatkan dalam Sertifikat Bank Indonesia dan Surat Utang Negara (yang

  jumlahnya cenderung terus meningkat) ditarik pada saat bersamaan. Jika ini

  terjadi tentu kita akan lebih sulit membayar utang pada saat jatuh tempo..

  http://bisniskeuang an.kompas. com/read/ xml/2009/ 03/29/12561892/ 
tahun..ini. utang.sw

  \asta.jatuh. tempo.35. miliar.dollar. as

  Tahun ini utang swasta yang jatuh tempo mencapai US$35 miliar, atau lebih

  separuh dari total cadangan devisa yang cuma US$ 51 miliar.

  Bagaimana jika tahun ini modal asing yang ditempatkan di surat berharga

  domestik itu tiba-tiba secara serentak mendadak mengalir keluar (sudden

  reversal).

  Soal pajak,Utang, PDB:

  Teorinya begini: Semakin menurunnya rasio utang terhadap PDB, kan harus

  diimbangi meningkatnya rasio pajak. Tapi kenyataan kan tidak PDB

  (nominal)naik tapi Utang semakin membengkak dan rasio pajak kecil.

  Teorinya kinerja perekonomian tidak dilihat dari PDB Nominal, karena yang

  dipakai adalah PDB Riil, sebab sudah mengeluarkan faktor2 seperti inflasi

  dll. Pertumbuhan ekonomi diukur berdasarkan PDB riil.

  Jika kita memakai data Departemen Keuangan http://www.dmo. or.id

  Tahun 2008

  PDB Nominal : Rp 4954 Trilyun

  PDB Riil (Konstan) : Rp 2082 Trilyun

  Utang Negara : Rp 1623 Trilyun

  Tahun 2004

  PDB Nominal : Rp 2.303 Trilyun

  PDB Riil (Konstan) : Rp 1.660 Trilyun

  Utang Pemerintah :Rp 1,275 Trilyun

  Kalau kita mau bandingkan Rasio Hutang terhadap PDB Riil, maka :

  Tahun 2004 : Rasio Hutang terhadap PDB Riil adalah 76,8%.

  Tahun 2008 : Rasio hutang terhadap PDB Riil adalah 77,95%.

  --- In x, Teguh Santoso <tgh.s...@.. .> wrote:

  >

  > Lagi-lagi hanya data di layar Notebook. Cape juga. Mbok sekali2 kampanye

  > dengan program yang kongkrit lah, agar tidak ini mestinya itu, agar tidak

  > anu mestinya ini.

  >

  > yah kalo cuman ngomongin kejelekan orang laon mah, gampang, es pe el kata

  > anak2, gampiillll kata ABG.

  >

  > Asli, makin lucu aja deh bapak2 ini.

  >

  > salam

  > teguh santoso

  ---------- Pesan terusan ----------

  Dari: tjuk kasturi sukiadi <kasturi_sukiadi@ yahoo.co. id>

  Tanggal: 22 Mei 2009 14:39

  Subjek: Re: LANJUTKAN : INDONESIA BANGKRUT

  Anda Benar Sekali Bung Halim Hade!,

  Perlindungan yang diberikan oleh Lembaga Penjamin Simpanan sejak akhir

  Oktober 2009 kemarin dinaikkan menjadi 2 Milyar rupiah atau setara dengan

  185.000 USD lebih tinggi dari yang dijamin oleh Federal Deposit Insurance

  Corporation kepada para "penabung Kecil di AS yang sebesar 100.000 USD.

  Sedangkan Pendapatan Per Kapita Indonesia hanya 1 per 25 dari pendapatan

  perkapita AS. Jadi program pemerintah adalah "MELINDUNGI ORANG KAYA!" Agar

  para Kayawan tetap menyimpan uang mereka sebagai deposito di bank-bank di

  Indonesia. Mereka itulah the economic elites of Indonesia yang jumlahnya

  mungkin hanya 1/2 persen dari penduduk Indonesia dan 80 % diantara mereka

  tinggal di Jakarta. Bagi mereka tidak pernah terjadi krisis ekonomi.

  Indonesia adalah tempat yang terindah dan ternyaman di dunia karena semua

  urusan bisa diselesaikan dengan duwit. Dan justru duwit itulah yang ada pada

  mereka. Lapisan menengah Indonesia jumlahnya relatip sangat tipis ( pedagang

  kelas

  sedang dan birokrat menengah), oleh karena nasibnya tidak menentu mereka

  tidak pernah berani punya sikap. Nah ini yang membedakan dengan kelompok

  menengah di Thailand dan bahkan di Philipina. Kelas menengah Indonesia yang

  jumlahnya 20 % itu biasanya sekedar "mbebek" kpd pemerintah yang berkuasa.

  Lha lalu yang sisanya yang hampir 80 % itu adalah "the permanent floating

  mass!". Jumlahnya banyak tetapi tidak berdaya. Separuhnya adalah GOLPUT

  tetapi sayang belum mampu membentuk satu barisan terorganisasi, solid dan

  punya daya gedor yang perkasa. Sedangkan sisa separuhnya lagi (Hampir 40

  %) adalah yang anda gambarkan dengan tepat kelompok marjinal yang "TIDAK

  MAMPU MENJUNJUNG TINGGI PRINSIP KARENA DIDERA DENGAN KEMELARATAN DAN

  PENDERITAAN HIDUP YANG KRONIS , LATEN DAN PERMANEN! Dapat dimengerti bila

  BLT, SEMBAKO MURAH dan berbagai IMING-2 PENGGRATISAN , serta "SERANGAN

  SUBUH" akan sangat mujarab dan efektip untuk mempengaruhi mereka dalam

  PILKADA,

  PEMILU dan PILPRES! Salam perjuangan Tjuk KS

  --- Pada Jum, 22/5/09, halim hd <halimh...@yahoo. com <halimhade%40yahoo.. 
com>>

  menulis:

  Dari: halim hd <halimh...@yahoo. com <halimhade%40yahoo. com>>

  Topik: Re: LANJUTKAN : INDONESIA BANGKRUT

  Tanggal: Jumat, 22 Mei, 2009, 1:52 PM

  kok baru tahu. kan udah sejak jaman eyang harto.

  edan siapa pula yang megah dan mapan? malu hati

  mau dimana ditaruh muka ini kalo lewat warun tempat

  ngutang, sepanjang jaman ngutang terus, sama warung!

  jadi, kemegahan itu, kemapanan itu, cuma buat 1-2 persen

  warga nusantara yang bisa maondar mandir ke singapura

  dan manca lainnya. yang lainnya, menapak tapak keliling

  kampung dengan keringat gemrobyos dari ujung rambut

  sampai ujung kaki, dan itupuna masih dengan hati dag

  dig dug, apa bisa mengais rejeki hari ini.

  hhd.

  ---------- Pesan terusan ----------

  Dari: Dandy Lion <dandaleon60@ yahoo.com>

  Tanggal: 22 Mei 2009 06:45

  Subjek: Re: LANJUTKAN : INDONESIA BANGKRUT

  Ooooo......

  jadi segala kemegahan dan kemapanan selama 5 tahun ini hasil hutang toh ???

  kasihan anak cucu kita .

  Bud , tolong ya ... jangan ngumbar syahwat ke negara negara kreditur .

  --- On Thu, 5/21/09, bungaran

  <no_re...@yahoogroup s.com<no_reply%40yahoogr oups.com> >

  wrote:

  From: bungaran <no_re...@yahoogroup s.com <no_reply%40yahoogr oups.com> >

  Subject: LANJUTKAN : INDONESIA BANGKRUT

  Date: Thursday, May 21, 2009, 10:47 PM

  LANJUTKAN:

  Beban pembayaran utang luar negeri Pemerintah Indonesia periode

  Januari-Oktober

  2008 dilaporkan meningkat 2,335 miliar dollar AS

  akibat fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap tiga valuta asing utama, yakni

  yen

  Jepang, dollar AS, dan euro.

  Tingginya peningkatan beban pembayaran utang itu disebabkan pada saat yang

  sama

  terjadi penguatan nilai tukar yen terhadap dollar AS dan pelemahan rupiah

  terhadap dollar AS.

  LANJUTKAN:

  Portofolio pinjaman luar negeri, ada tiga valuta asing (valas) utama yang

  berpengaruh pada outstanding pinjaman luar negeri pemerintah, yakni dollar

  AS,

  yen, dan euro.

  LANJUTKAN:

  Berdasarkan data September 2008:

  ============ ========= ========= =====

  Utang dalam bentuk dollar AS mencapai 29% dari total pinjaman luar negeri.

  Utang dalam yen sebesar 44 persen dan

  Utang dalam Euro sebanyak 16 persen terhadap total pinjaman luar negeri.

  LANJUTKAN:

  Berdasarkan data Depkeu per 31 Oktober 2008

  ============ ========= ========= ========= ====

  Nilai outstanding pinjaman luar negeri 62,103 miliar dollar AS.

  Utang dalam yen menduduki komposisi terbesar, yakni sekitar 27,325 miliar

  dollar

  AS.

  LANJUTKAN:

  Pembayaran utang dalam yen membuat pembayaran pinjaman pemerintah melonjak

  akibat penguatan mata uang Jepang ini terhadap dollar AS. Setiap penguatan

  yen

  terhadap dollar AS sebesar 1 persen akan memengaruhi peningkatan pinjaman

  senilai 0,4 persen ekuivalen dollar AS. Outstanding pinjaman membengkak

  karena

  setiap utang yen, dibayar dengan dollar AS.

  LAJUTKAN

  Hingga tanggal 14 November 2008,

  ============ ========= ========= ==

  Depkeu mencatat pembayaran utang luar negeri telah mencapai Rp 22,6 triliun

  atau

  78 persen dari pagu di APBN Perubahan (APBN-P) 2008, yang ditetapkan sekitar

  Rp

  28,97 triliun.

  Pembayaran utang dalam negeri, yang sebagian besar merupakan utang pokok dan

  bunga atas obligasi negara mencapai Rp 51,4 triliun atau 78 persen terhadap

  pagu

  pada APBN-P 2008, yakni sekitar Rp 65,897 triliun.

  Pemerintah tidak memiliki stok yen dalam jumlah besar. Adapun dana dalam

  bentuk

  valas terbesar yang dimiliki pemerintah ada dalam denominasi dollar AS.

  LANJUTKAN:

  Dengan total utang 2,335 milyar Dollar jika tingkat bunga sekitar 5%, jumlah

  bunga yang harus kita bayarkan berkisar 116,7 milyar Dollar.

  LANJUTKAN:

  Untuk bayar bunga yang sebesar U$ 116,7 milyar saja tidak cukup karena

  cadangan devisa kita hanya U$$ 51 miliar.

  MASIH MAU LANJUTKAN =========> BANGKRUT

  [Non-text portions of this message have been removed]











  Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis.
  Download Yahoo! Toolbar sekarang.
  http://id.toolbar.yahoo.com

  [Non-text portions of this message have been removed]



  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke