Sebetulnya kalau mau sederhana kita bandingkan dengan belanja negara kita, yaitu APBN yang saat ini jumlahnya sekitar Rp 1.000 trilyun.
Nah saat ini hutang LN kita sekitar Rp 1.600 trilyun dengan cicilan sekitar Rp 250 trilyun/tahun (CMIIW). Nah itu sebetulnya sudah cukup mengganggu. Apalagi jika hutang luar negeri ini dipakai untuk mendikte bangsa Indonesia seperti harus menjual BUMN, harus mencabut "subsidi" BBM, air, listrik, dsb sehingga tarif2 kebutuhan rakyat jadi melonjak tajam. Belum lagi penyerahan kekayaan alam sebesar rp 2000 trilyun/tahun yang masuk ke kantong asing. Harusnya pemerintah Indonesia meniru pemerintah Arab Saudi yang menasionalisasi perusahaan migas ARAMCO sehingga pendapatannya meningkat dan bisa mensejahterakan rakyat kita. Kalau itu dijalankan dan rp 2000 trilyun/tahun bisa dinikmati rakyat Indonesia, maka para pejabat bisa hidup mewah tanpa harus korupsi dan diperiksa KPK dgn rp 1000 trilyun yang sudah kita nikmati sekarang, sementara rakyat jadi sejahtera dengan dana Rp 2000 trilyun/tahun tsb. Dengan APBN rp 1000 trilyun dan hasil kekayaan alam rp 2000 trilyun/tahun seharusnya Indonesia tidak perlu pakai ngutang dan menunggu investor asing. Saat ini saya lihat para pejabat kita hanya mampu fokus pada berhutang dan menunggu investor asing. Kasarnya cuma bisa ngutang/tukang ngutang... === Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id --- Pada Sen, 25/5/09, IrwanK <[email protected]> menulis: Dari: IrwanK <[email protected]> Topik: [ekonomi-nasional] Re: LANJUTKAN : INDONESIA BANGKRUT Kepada: "Forum Kompas" <[email protected]> Tanggal: Senin, 25 Mei, 2009, 5:53 PM Dear All, Penguasa RI sekarang dan tim sukses-nya (sekaligus sebagai capres 2009), sering berkampanye soal turunnya rasio hutang dibanding pdb (nominal).. Saya sendiri bukan ahli di bidang ekonomi. Mungkin yang lebih paham dapat bantu jelaskan soal ini lebih rinci, karena di bawah ada istilah pdb nominal dan riil. Membaca diskusi di bawah, IMHO, ada baiknya yg dijadikan patokan bukan pdb namun rasio hutang dibanding cadangan devisa negara. Ini jauh lebih mudah dipahami. Karena cadangan devisa negara merupakan 'dana standby' yang nyata. Dan harus diatur, dana standby ini sedapat mungkin bukan didapat dari hutang - seperti yang sudah" (dari IMF dll).. Karena percuma saja, hutang hanya menjadi 'dana mati'.. sementara bunga dan kewajiban membayar sudah jelas di depan mata.. CMIIW.. -- Wassalam, Irwan.K "Better team works could lead us to better results" http://irwank. blogspot. com ---------- Pesan terusan ---------- Dari: bungaran <no_re...@yahoogroup s.com> Tanggal: 26 Mei 2009 05:18 Subjek: Re: LANJUTKAN : INDONESIA BANGKRUT Silahkan baca referensi : http://kau.or. id/content/ view/105/ 2/ http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 11/24/0642591/ rupiah.jeblok. utang.ri. nambah. 2335.miliar. dollar.as Rasio cadangan devisa dengan utang bisa menimbulkan banyak persepsi seperti krisis likuiditas, dll. Benar total utang yang telah jatuh tempo tersebut, tidak seluruhnya harus langsung dibayarkan. Sebab, beberapa dari utang-utang tersebut masih bisa diperpanjang sesuai dengan struktur pinjamannya. Tapi ingat Rasio utang terhadap Cadangan devisa (debt to reserve ratio). Rasio utang terhadap cadangan devisa masih tinggi, Jika terjadi penurunan cadangan devisa dan jumlah utang semakin membengkak tentu rasio utang terhadap cadangan devisa semakin tinggi. Apalagi dalam krisis global ini, penurunan cadangan devisa bisa disebabkan oleh intervensi yang dilakukan oleh BI untuk menjagastabilitas nilai tukar rupiah. Untuk menurunkan rasio utang terhadap cadangan devisa,(Mungkin) pemerintah menempuh berbagai cara di antaranya dengan memanfaatkan pinjaman bilateral atau fasilitas bilateral swap arrangement. Krisis bisa terjadi, yang dapat mengancam ketahanan sektor keuangan(Cadangan Devisa) karena utang luar negeri atau modal asing yang masuk banyak yang ditempatkan dalam Sertifikat Bank Indonesia dan Surat Utang Negara (yang jumlahnya cenderung terus meningkat) ditarik pada saat bersamaan. Jika ini terjadi tentu kita akan lebih sulit membayar utang pada saat jatuh tempo.. http://bisniskeuang an.kompas. com/read/ xml/2009/ 03/29/12561892/ tahun..ini. utang.sw \asta.jatuh. tempo.35. miliar.dollar. as Tahun ini utang swasta yang jatuh tempo mencapai US$35 miliar, atau lebih separuh dari total cadangan devisa yang cuma US$ 51 miliar. Bagaimana jika tahun ini modal asing yang ditempatkan di surat berharga domestik itu tiba-tiba secara serentak mendadak mengalir keluar (sudden reversal). Soal pajak,Utang, PDB: Teorinya begini: Semakin menurunnya rasio utang terhadap PDB, kan harus diimbangi meningkatnya rasio pajak. Tapi kenyataan kan tidak PDB (nominal)naik tapi Utang semakin membengkak dan rasio pajak kecil. Teorinya kinerja perekonomian tidak dilihat dari PDB Nominal, karena yang dipakai adalah PDB Riil, sebab sudah mengeluarkan faktor2 seperti inflasi dll. Pertumbuhan ekonomi diukur berdasarkan PDB riil. Jika kita memakai data Departemen Keuangan http://www.dmo. or.id Tahun 2008 PDB Nominal : Rp 4954 Trilyun PDB Riil (Konstan) : Rp 2082 Trilyun Utang Negara : Rp 1623 Trilyun Tahun 2004 PDB Nominal : Rp 2.303 Trilyun PDB Riil (Konstan) : Rp 1.660 Trilyun Utang Pemerintah :Rp 1,275 Trilyun Kalau kita mau bandingkan Rasio Hutang terhadap PDB Riil, maka : Tahun 2004 : Rasio Hutang terhadap PDB Riil adalah 76,8%. Tahun 2008 : Rasio hutang terhadap PDB Riil adalah 77,95%. --- In x, Teguh Santoso <tgh.s...@.. .> wrote: > > Lagi-lagi hanya data di layar Notebook. Cape juga. Mbok sekali2 kampanye > dengan program yang kongkrit lah, agar tidak ini mestinya itu, agar tidak > anu mestinya ini. > > yah kalo cuman ngomongin kejelekan orang laon mah, gampang, es pe el kata > anak2, gampiillll kata ABG. > > Asli, makin lucu aja deh bapak2 ini. > > salam > teguh santoso ---------- Pesan terusan ---------- Dari: tjuk kasturi sukiadi <kasturi_sukiadi@ yahoo.co. id> Tanggal: 22 Mei 2009 14:39 Subjek: Re: LANJUTKAN : INDONESIA BANGKRUT Anda Benar Sekali Bung Halim Hade!, Perlindungan yang diberikan oleh Lembaga Penjamin Simpanan sejak akhir Oktober 2009 kemarin dinaikkan menjadi 2 Milyar rupiah atau setara dengan 185.000 USD lebih tinggi dari yang dijamin oleh Federal Deposit Insurance Corporation kepada para "penabung Kecil di AS yang sebesar 100.000 USD. Sedangkan Pendapatan Per Kapita Indonesia hanya 1 per 25 dari pendapatan perkapita AS. Jadi program pemerintah adalah "MELINDUNGI ORANG KAYA!" Agar para Kayawan tetap menyimpan uang mereka sebagai deposito di bank-bank di Indonesia. Mereka itulah the economic elites of Indonesia yang jumlahnya mungkin hanya 1/2 persen dari penduduk Indonesia dan 80 % diantara mereka tinggal di Jakarta. Bagi mereka tidak pernah terjadi krisis ekonomi. Indonesia adalah tempat yang terindah dan ternyaman di dunia karena semua urusan bisa diselesaikan dengan duwit. Dan justru duwit itulah yang ada pada mereka. Lapisan menengah Indonesia jumlahnya relatip sangat tipis ( pedagang kelas sedang dan birokrat menengah), oleh karena nasibnya tidak menentu mereka tidak pernah berani punya sikap. Nah ini yang membedakan dengan kelompok menengah di Thailand dan bahkan di Philipina. Kelas menengah Indonesia yang jumlahnya 20 % itu biasanya sekedar "mbebek" kpd pemerintah yang berkuasa. Lha lalu yang sisanya yang hampir 80 % itu adalah "the permanent floating mass!". Jumlahnya banyak tetapi tidak berdaya. Separuhnya adalah GOLPUT tetapi sayang belum mampu membentuk satu barisan terorganisasi, solid dan punya daya gedor yang perkasa. Sedangkan sisa separuhnya lagi (Hampir 40 %) adalah yang anda gambarkan dengan tepat kelompok marjinal yang "TIDAK MAMPU MENJUNJUNG TINGGI PRINSIP KARENA DIDERA DENGAN KEMELARATAN DAN PENDERITAAN HIDUP YANG KRONIS , LATEN DAN PERMANEN! Dapat dimengerti bila BLT, SEMBAKO MURAH dan berbagai IMING-2 PENGGRATISAN , serta "SERANGAN SUBUH" akan sangat mujarab dan efektip untuk mempengaruhi mereka dalam PILKADA, PEMILU dan PILPRES! Salam perjuangan Tjuk KS --- Pada Jum, 22/5/09, halim hd <halimh...@yahoo. com <halimhade%40yahoo.. com>> menulis: Dari: halim hd <halimh...@yahoo. com <halimhade%40yahoo. com>> Topik: Re: LANJUTKAN : INDONESIA BANGKRUT Tanggal: Jumat, 22 Mei, 2009, 1:52 PM kok baru tahu. kan udah sejak jaman eyang harto. edan siapa pula yang megah dan mapan? malu hati mau dimana ditaruh muka ini kalo lewat warun tempat ngutang, sepanjang jaman ngutang terus, sama warung! jadi, kemegahan itu, kemapanan itu, cuma buat 1-2 persen warga nusantara yang bisa maondar mandir ke singapura dan manca lainnya. yang lainnya, menapak tapak keliling kampung dengan keringat gemrobyos dari ujung rambut sampai ujung kaki, dan itupuna masih dengan hati dag dig dug, apa bisa mengais rejeki hari ini. hhd. ---------- Pesan terusan ---------- Dari: Dandy Lion <dandaleon60@ yahoo.com> Tanggal: 22 Mei 2009 06:45 Subjek: Re: LANJUTKAN : INDONESIA BANGKRUT Ooooo...... jadi segala kemegahan dan kemapanan selama 5 tahun ini hasil hutang toh ??? kasihan anak cucu kita . Bud , tolong ya ... jangan ngumbar syahwat ke negara negara kreditur . --- On Thu, 5/21/09, bungaran <no_re...@yahoogroup s.com<no_reply%40yahoogr oups.com> > wrote: From: bungaran <no_re...@yahoogroup s.com <no_reply%40yahoogr oups.com> > Subject: LANJUTKAN : INDONESIA BANGKRUT Date: Thursday, May 21, 2009, 10:47 PM LANJUTKAN: Beban pembayaran utang luar negeri Pemerintah Indonesia periode Januari-Oktober 2008 dilaporkan meningkat 2,335 miliar dollar AS akibat fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap tiga valuta asing utama, yakni yen Jepang, dollar AS, dan euro. Tingginya peningkatan beban pembayaran utang itu disebabkan pada saat yang sama terjadi penguatan nilai tukar yen terhadap dollar AS dan pelemahan rupiah terhadap dollar AS. LANJUTKAN: Portofolio pinjaman luar negeri, ada tiga valuta asing (valas) utama yang berpengaruh pada outstanding pinjaman luar negeri pemerintah, yakni dollar AS, yen, dan euro. LANJUTKAN: Berdasarkan data September 2008: ============ ========= ========= ===== Utang dalam bentuk dollar AS mencapai 29% dari total pinjaman luar negeri. Utang dalam yen sebesar 44 persen dan Utang dalam Euro sebanyak 16 persen terhadap total pinjaman luar negeri. LANJUTKAN: Berdasarkan data Depkeu per 31 Oktober 2008 ============ ========= ========= ========= ==== Nilai outstanding pinjaman luar negeri 62,103 miliar dollar AS. Utang dalam yen menduduki komposisi terbesar, yakni sekitar 27,325 miliar dollar AS. LANJUTKAN: Pembayaran utang dalam yen membuat pembayaran pinjaman pemerintah melonjak akibat penguatan mata uang Jepang ini terhadap dollar AS. Setiap penguatan yen terhadap dollar AS sebesar 1 persen akan memengaruhi peningkatan pinjaman senilai 0,4 persen ekuivalen dollar AS. Outstanding pinjaman membengkak karena setiap utang yen, dibayar dengan dollar AS. LAJUTKAN Hingga tanggal 14 November 2008, ============ ========= ========= == Depkeu mencatat pembayaran utang luar negeri telah mencapai Rp 22,6 triliun atau 78 persen dari pagu di APBN Perubahan (APBN-P) 2008, yang ditetapkan sekitar Rp 28,97 triliun. Pembayaran utang dalam negeri, yang sebagian besar merupakan utang pokok dan bunga atas obligasi negara mencapai Rp 51,4 triliun atau 78 persen terhadap pagu pada APBN-P 2008, yakni sekitar Rp 65,897 triliun. Pemerintah tidak memiliki stok yen dalam jumlah besar. Adapun dana dalam bentuk valas terbesar yang dimiliki pemerintah ada dalam denominasi dollar AS. LANJUTKAN: Dengan total utang 2,335 milyar Dollar jika tingkat bunga sekitar 5%, jumlah bunga yang harus kita bayarkan berkisar 116,7 milyar Dollar. LANJUTKAN: Untuk bayar bunga yang sebesar U$ 116,7 milyar saja tidak cukup karena cadangan devisa kita hanya U$$ 51 miliar. MASIH MAU LANJUTKAN =========> BANGKRUT [Non-text portions of this message have been removed] Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis. Download Yahoo! Toolbar sekarang. http://id.toolbar.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]

