http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/05/29/13301213/ada.lapisan.lilin.antilengket.pada.mi.instan
Ada Lapisan Lilin Antilengket pada Mi Instan?
Jumat, 29 Mei 2009 | 13:30 WIB
KOMPAS.com — Mudah, murah, dan enak. Itulah alasan mengapa banyak orang
menyukai mi instan. Tinggal dimasak sebentar, bahkan ada yang hanya perlu
diseduh air panas, langsung bisa disantap demi "menyelamatkan" perut yang
keroncongan.
Seiring kesuksesan mi cepat saji ini, sudah sekian lama beredar isu seputar mi
instan.. Isu lapisan lilin pada mi instan adalah yang kerap diembuskan, malah
bikin heboh beberapa tahun lalu. Lilin atau zat kimia lain sejenis wax tersebut
digunakan agar mi tidak lengket ketika dimasak.
Dugaan inilah yang memunculkan banyak anjuran untuk tidak makan mi instan
setiap hari. Dinyatakan sejumlah ahli, tubuh memerlukan waktu setidaknya tiga
hari untuk membersihkan lilin tersebut. Apalagi ada pula dugaan bahwa lilin ini
bersifat karsinogenik atau dapat mencetuskan terjadinya kanker.
Isu lilin ini sudah dibantah oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
beberapa tahun lalu. Hingga kini pun isu tersebut masih dibantah. Tentu saja,
sebuah produk mi instan ternama turut membantah isu tersebut.
"Jika isu itu memang benar, tentunya BPOM dan Departemen Kesehatan akan menarik
mi instan dari pasaran," ujar Dr Nuri Andarwulan, ahli teknologi pangan dari
Institut Pertanian Bogor.
Terlepas dari isu lilin tersebut, para ahli kesehatan memang menganjurkan untuk
membatasi asupan mi instan. Alasannya, konsumsi secara berlebihan atau sering
dapat mengganggu saluran pencernaan dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan
lain.
Meski ada-tidaknya lilin pada mi masih jadi perdebatan, ada baiknya kita
berjaga-jaga. Supaya lebih aman, ada baiknya mengikuti tip berikut saat memasak
mi instan:
- Jerang air agak banyak hingga benar-benar mendidih, lalu dibagi menjadi dua
bagian (tuang ke dalam dua panci berbeda).
- Masukkan mi ke dalam panci pertama dan didihkan kembali. Panci pertama ini
fungsinya untuk mencuci kandungan antilengket lainnya yang terdapat pada mi
instan. Setelah matang, pindahkan mi yang telah "dicuci" itu ke dalam panci
kedua, lalu didihkan kembali.
[Non-text portions of this message have been removed]