http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/06/02/4356.html
Selasa, 2 Juni 2009, 10:00:32 WIB
Kembali ke Tanah Air
"Kerjasama ASEAN-Korsel Harus Dimantapkan, Diperluas dan Diperdalam"
Pulau Jeju, Korsel: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani beserta
rombongan hari Selasa (2/6) siang meninggalkan Pulau Jeju, bertolak kembali
menuju Jakarta dari Bandara Internasional Jeju. Sebelum meninggalkan Pulau
Jeju, di ballroom Hotel Shilla, Presiden SBY didampingi para menteri memberikan
keterangan pers kepada para wartawan Indonesia tentang kegiatan-kegiatan yang
dilakukannya selama mengikuti acara Commemorative Summit Sesi 1 dan beberapa
pertemuan bilateral.
Presiden SBY menjelaskan tentang pelaksanaan tugas negara untuk menghadiri
pertemuan puncak ASEAN-Korsel sebagai peringatan 20 tahun hubungan ASEAN-Korsel
yang dilanjutkan dengan pertemuan yang substantif. “Semua menyadari bahwa
pertemuan puncak ini bukan hanya sebuah perayaan, tapi juga untuk mengevaluasi
apa yang sudah dilakukan ASEAN dan Korsel selama ini. Harus mengevaluasi
hubungan dan bagaimana melihat masa depan, dan bagaimana melakukan sinergi
secara regional dan global untuk mengatasi krisis ekonomi,” SBY menerangkan.
“Kita sepakat bahwa kerjasama ASEAN-Korsel harus dimantapkan, diperluas dan
diperdalam. Bukan hanya kerjasama di bidang perekonomian, perdagangan,
pendidikan, pariwisata, energi, dan perubahan iklin, tapi lebih luas lagi harus
masuk dalam ranah kontak hubungan antar masyarakat. Jabarannya banyak sekali.
Tapi semua ingin hubungan strategis ini perlu dikokohkan,” tegasnya.
Meskipun kepala negara/pemerintahan ASEAN lainnya bisa memaklumi seandainya SBY
tidak hadir pada pertemuan puncak kali ini, tetapi SBY memandang perlu untuk
hadir dengan beberapa alasan. "Pada lazimnya kalau di dalam negeri sedang
mengadakan pemilu, negara-negara lain akan memaklumi bila pemimpin negaranya
tidak hadir. Tapi saya memandang perlu untuk hadir. Alasan utamanya adalah
karena pertemuan regional ini penting. Kalau kita berbuat baik untuk mengatasi
krisis perekonomian dan melakukan langkah tepat serta efektif dari segi
perekonomian saja, maka dampaknya akan baik,” kata Presiden SBY.
“Kedua, hubungan Indonesia-Korea Selatan itu mencapai tahap yang sangat baik,
setelah kita bersama-sama menandatangani kemitraan strategis. Sedangkan alasan
tambahan, Presiden Lee Myung Bak ingin sekali saya hadir, karena Indonesia
dipandang sebagai salah satu negara terbesar di ASEAN,” jelas SBY. Mendampingi
Presiden SBY antara lain, Menlu Hassan Wirajuda, Mendag Mari E. Pangestu,
Menkominfo M. Nuh, Menhut M.S. Kaban, Duta Besar RI untuk Republik Korea
Nicholas Tandi Dammen, serta Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng dan Dino
Patti Djalal. (osa)
[Non-text portions of this message have been removed]