http://indonesia.elga.net.id/news.html


Indonesia Latih Seribu Orang Palestina


Jakarta, 8 Juni 2009 15:30
Indonesia bakal menyelenggarakan pelatihan bagi seribu warga Palestina, di 
berbagai bidang, sebagai upaya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) 
Palestina pada saat mereka merdeka.

Sekretaris Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia, Sari Amalia Dewi, di 
Jakarta, Senin, mengatakan pelatihan bagi warga Palestina yang dilaksanakan 
sejak 2008 hingga 2012 tersebut telah meluluskan sekitar 68 orang.

"Sekarang ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Indonesia juga sedang 
memberikan training kepada 13 orang warga Palestina di bidang mekanik ...," 
kata Dewi, yang ditemui di sela acara "United Nations Asian And Pacific Meeting 
On The Question Of Palestine" di Hotel Borobudur, Jakarta.

Sebanyak 13 orang Palestina yang berada di Indonesia sejak 14 Mei hingga 18 
Juni berasal dari beberapa perusahaan BUMN di Palestina.

Selama di Indonesia, kata Dewi, mereka diharapkan akan mampu menyerap seluruh 
ilmu yang diberikan untuk dikembangkan di negara mereka.

"Training tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan ndonesia bagi penguatan 
kapasitas Pelestina untuk mendorong dan mempersiapkan warga Palestina membangun 
negara mereka pada saat merdeka nanti," kata Dewi.

Selain pelatihan bidang mekanik juga telah dilakukan pendidikan diplomat bagi 
beberapa peserta pelatihan sebelumnya.

Selain Departemen Perdagangan, beberapa departemen lain di Indonesia juga 
memberikan pelatihan yang sama kepada beberapa warga lain Palestina, sesuai 
dengan bidang masing-masing.

Peserta pelatihan asal Palestina, Ihab As Surabji --yang juga menjadi peserta 
pertemuan dengan negara-negara Asia yang membahas masalah Palestina, mengatakan 
pelatihan yang dia ikuti saat ini adalah salah satu bentuk bantuan Indonesia 
dalam pembangunan kemampuan rakyat Palestina.

Peserta dari An-Najah National Universitas di Nabkis, Tepi Barat Sungai Jordan 
itu, mengatakan pelatihan yang dia ikuti saat ini terlalu singkat.

Kendati demikian, kata pekerja di salah satu perusahaan BUMN Palestina itu 
mengaku tetap mendapatkan informasi dan materi baru tentang pengembangan 
industri mengingat dia adalah seorang insinyur.

Dalam kesempatan itu, As Surabji juga menceritakan bahwa perjalanan dari 
negaranya menuju Indonesia sangatlah berat, karena harus melalui beberapa 
pemeriksaan di pos-pos tertentu untuk bisa keluar dari Palestina.

Namun, kesulitan yang dia alami, jauh lebih ringan dibandingkan dengan ke-12 
rekannya, yang juga berasal dari beberapa daerah atau kabupaten di Palestina. 
[TMA, Ant] 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke