(dari milis jurnalisme)
Posted by: "Musa Kazhim" [email protected] 
Fri Jun 19, 2009 10:51 am (PDT) 


Wah, lebai banget ya Mbak. Dalam soal meliput Iran dan gerakan Islam seperti 
Hamas dan Hizbullah, wartawan media Barat memang lebih sering mengungkapkan 
"stereotip" dan "fantasi" mereka akan ketidakpopulera n Islam dan irelevansinya 
dalam dunia modern yang rasional dan demokratis ketimbang melaporkan kejadian2 
yang sebenarnya. Di sini saya ingin menyitir dua paragraf dari tulisan-bernas 
Abbas Barzegar di situs The Guardian 17 Juni kemarin:
 
"As far as international media coverage is concerned, it seems that wishful 
thinking got the better of credible reporting. It is true that Mousavi 
supporters jammed Tehran traffic for hours every night over the last week, 
though it was rarely mentioned that they did so only in the northern well-to-do 
neighborhoods of the capital. Women did relax their head covers and young men 
did dance in the street.
On Monday night at least 100,000 of the former prime minister's supporters set 
up a human chain across Tehran.. But, hours before I had attended a mass rally 
for the incumbent president that got little to no coverage in the western press 
because, on account of the crowds, he never made it inside the hall to give his 
speech. Minimal estimates from that gathering have been placed at 600,000 
(enthusiasts say a million). From the roof I watched as the veiled women and 
bearded men of all ages poured like lava.
But the failure to properly gauge Iran's affairs is hardly a new phenomenon. 
When the 1979 revolution shattered the military dictatorship of America's 
strongest ally in the region few experts outside of the country suspected that 
the Islamic current would emerge as the leading party."

____________ _________ _________ __
From: dina_rana <dina_r...@yahoo. com>
To: jurnali...@yahoogro ups.com
Sent: Friday, June 19, 2009 8:53:12 PM
Subject: [jurnalisme] Kebohongan BBC soal Iran

Salam,
tulisan berikut ini lebih enak bila dibaca langsung di blog http://dinasulaeman 
.wordpress. com, biar keliatan gambar dan tinggal klik link2nya.

=Kebohongan BBC=

Bila saya menulis dengan nada sentimen tentang "media Barat" yang sering berat 
sebelah dan tendensius dalam memberitakan masalah Iran (dan Timur Tengah pada 
umumnya), ada saja yang memrotes. 

Kali ini, ada bukti nyata... BBC tertangkap basah berbohong soal pemilu Iran. 
Mereka menggunakan foto Ahmadinejad yg sedang pidato dgn massa yang sangat 
besar, foto itu di-zoom, lalu dipotong gambar massa-nya saja, dan diberi 
caption: massa Mousavi yang sedang protes (atas hasil pemilu). Jadi, 
kelihatannya, massa Mousavi emang banyaaak..banget. 

Gila ya?! Seorang blogger mengetahui hal ini, lalu posting di blog-nya. 
Foto asli: http://whatreallyha ppened.com/ IMAGES/iran_ protest_rally_ lie1.jpg

Foto rekayasa: http://whatreallyha ppened.com/ IMAGES/iran_ protest_rally_ 
lie2.jpg

Tentu saja, tak lama setelah 'tertangkap basah', BBC menukar caption itu. Bisa 
lihat di sini: http://news. bbc.co.uk/ 2/hi/middle_ east/8104362. stm 

Cara serupa dulu juga dipakai BBC (dan media mainstream lainnya) saat 
menayangkan gambar "lautan massa yang sedang menjatuhkan patung Saddam di 
Fardus Square". Ternyata sesungguhnya, cuma ada segelintir orang di sekitar 
patung itu, itupun kebanyakan tentara AS dan jurnalis. Berita ttg ini bisa 
lihat di sini: http://www.informat ionclearinghouse .info/article283 8.htm

Apapun pendapat Anda soal Ahmadinejad dan Iran, yang jelas, fakta bahwa media 
Barat sangat berlebihan mengeksploitasi masalah pemilu dan memprovokasi rakyat 
Iran, perlu dipertanyakan. Bahkan Kementrian Dalam Negeri AS yg biasanya 
menyebut internet sebagai alat yg dipakai para ekstrimis dan teroris, kini, 
demi untuk mengacau situasi di Iran, meminta Twitter.com agar menunda rencana 
maintenance- nya, supaya para perusuh di Iran bisa terus menggunakan Twitter 
untuk memposting foto2 demonstrasi. (berita lengkap soal ini bisa baca di 
paragraf kedua di artikel ini: http://www.timesonl ine.co.uk/ tol/news/ 
world/middle_ east/article6518 671.ece)

Dina Y. Sulaeman





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke