Wawancara Sangat Menarik TVone dengan Soeripto SH dari PKS 
 
Oleh ragile - 22 Juni 2009 - Dibaca 773 Kali - 
 

Tentang ditolaknya cawapres dari PKS, pilpres putaran kedua dg aksi kekerasan, 
kemerosotan PKS, dan islamphoby Amerika dilontarkan oleh Soeripto SH yg 
menjabat Ketua majelis dewan pakar PKS pada wawancara eksklusif dg TVone pada 
program INTERPOL (interview politik) kamis malam 18-juni-2009. 

 

Wawancara itu sendiri berlangsung  2-juni-2009 di kediamannya dan di gedung 
DPR. Sekedar mengingatkan bhw Soeripto lama berkecimpung di dunia inteligen 
negara, sempat masuk birokrat lalu kepincut masuk ke PKS setelah akrab di hari 
tuanya dg seorang ustadz PKS seperti diakuinya pada wawancara tsb. Sengaja saya 
tulis di sini untuk sharing dg kawan-kawan mengingat pandangan dan statement 
beliu sangat relevan disimak pada masa kampanye pilpres 2009.

 
Ditolaknya cawapres PKS: Soeripto mengatakan bahwa dalam amplop yg diserahkan 
ke SBY ada tiga nama yaitu tokoh-tokoh utama PKS untuk menjadi cawapres. PKS 
sangat terkejut ketika ditolak karena sebagai mitra koalisi dg perolehan suara 
tertinggi tentu sangat wajar memperoleh kehormatan sbg cawapres. 

 

Usut punya usut katanya semua itu akibat tekanan asing yg khawatir unsur Islam 
akan menghambat demokrasi di Indonesia. Walau tidak secara implisit disebutkan 
negara mana jelas bagi saya itu adalah Amerika dan negara-negara barat di mana 
SBY punya hubungan akrab.

 
Dalam hal ini saya [penulis] kecewa dg penilaian Amerika dan intervensinya yg 
tidak menghargai bhw gelora reformasi 1998 dimotori seluruhnya oleh 
pentolan-pentolan intelektual islam yg menunjukan hasratnya yg tinggi pada 
kehidupan yg demokratis di indonesia. Jangan-jangan ini cuma alasan yg 
dibuat-buat demi kepentingan politik hegemoni Amrik plus kelangsungan projek 
korporat-korporat raksasa Amrik di nusantara. Alias demi kepentingan ekonomi 
Amrik semata terus nama Islam dipojokan dg nuansa Islamphoby yg sangat kurang 
ajar.

 
Pilpres putaran kedua: Soeripto mengatakan khawatir kalo pilres sampe ke 
putaran kedua akan terjadi aksi kekerasan. Tapi sayang tidak dijelaskan apa 
alasannya beliau khawatir. Saya [penulis] tidak sepaham karena kita sudah 
pernah adakan pilpres 2004 dg dua putaran berlangsung damai walupun kubu 
pemerintah [megawati] dikalahkan oleh kubu oposisi [SBY]. Penulis anggap 
kekawatiran beliau sangat berlebihan, atau bisa jadi beliau sedang propaganda 
pilpres satu putaran saja di TVone secara halus tapi nakut-nakuti, entahlah!

 
Kemerosotan PKS: Menanggapi derasnya keluhan dan antipati simpatisan kepada PKS 
akibat prilaku plin-plan tokoh-tokoh PKS Soeripto tampak sangat prihatin dan 
berkali-kali mengatakan akan mengevaluasi semua itu dg petinggi-petingi PKS.

 
Tekanan Islam, SBY dan Boediono: Menanggapi tekanan unsur Islam kepada SBY 
akibat penunjukkan Boediono sbg cawapres serta isu politisasi Islam Soeripto 
beranggapan bahwa seharusnya SBY menerima tekanan unsur Islam sebagai kekuatan 
[sekali lagi sebagai KEKUATAN] karena mayoritas penduduk indonesia adalah umat 
islam. Dengan kalimat lain Soeripto menjelaskan pula bahwa mestinya SBY tidak 
menolak tekanan tsb karena TEKANAN tsb bisa dijadikan KEKUATAN bagi SBY.

 
Dalam hal ini penulis tidak sependapat karena Soeripto mencampur-adukan umat 
islam seolah-olah semuanya terdiri atas santri Islam-politik. Padahal  riil 
terdiri atas beberapa kelompok yaitu kaum santri dan kaum abangan. kaum santri 
sendiri terdiri atas tiga kelompok Yaitu islam-awam  yg samasekali tidak 
terlibat organisasi islam manapun. Lalu islam-gerakan yg aktif di organisasi 
islam (misal NU, Muhammadiyah, Hizbuth Tahir). Lalu islam-politik yg aktif 
menjadi politisi di parpol berbasis Islam. 

 

Kaum Islam abangan yg identik dg Nasionalis jumlahnya tiga kali lipat atau 
lebih dari pada kaum santri, itu bisa dilihat dari perolahan suara parpol islam 
pada pemilu yg secara keseluruhan hanya 30%.
Bagaimanapun saya sangat bersyukur sempat menyaksikan acara INTERPOL TVone yg 
sangat menarik  dg salah satu sesepuh sekaligus petinggi Partai Keadilan 
Sejahtera (PKS). Selanjutnya silakan anda menilai sendiri. Wassalam.
*

 

 
Ragile, 22juni2009 21:45wib

 
Tags: intervensi asing / amerika dan islamphoby, kampanye pilres 2009, pasangan 
sby-boediono jk-wiranto mega-prabowo, Soeripto SH pejabat Partai keadilan 
sejahtera (PKS), stasiun televisi TVone TV one program INTERPOL


http://public.kompasiana.com/2009/06/22/wawancara-sangat-menarik-tvone-dg-soeripto-sh-dari-pks/














      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke