Refleksi :  Perbedaan antara  warganegara  di mata pihak berkuasa NKRI.  TKI 
/TKW tidak dibayarr gaji,  diperkosa, disiksa tidak terdengar adanya nota 
protes.

http://www.detiknews.com/read/2009/07/05/073039/1159208/10/nota-protes-direspon-pembebasan-ri-akan-minta-jaminan-ke-mesir

Minggu, 05/07/2009 07:30 WIB



4 Mahasiswa Disiksa di Mesir
Nota Protes Direspon Pembebasan, RI akan Minta Jaminan ke Mesir
Nograhany Widhi K - detikNews

Jakarta - Departemen Luar Negeri (Deplu) sudah mengirimkan nota protes ke 
Pemerintah Mesir pada 30 Juni 2009 lalu. Tak cukup, Deplu akan meminta waktu 
bertemu dengan pejabat Deplu Mesir untuk meminta jaminan kekerasan serupa tak 
diulangi lagi.

"Kita sudah mengirimkan nota 30 Juni lalu. Dan juga saat ini sedang menyatakan 
meminta waktu untuk bisa bertemu pejabat tinggi Deplu di sana (Mesir)," ujar 
Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah kepada detikcom, Minggu (5/7/2009).

Bagaimanapun Deplu akan menempuh jalur diplomatik untuk mengklarifikasi 
penyiksaan yang dialami 4 mahasiswa Indonesia di Mesir. Nota protes itu sudah 
direspon salah satunya dengan pembebasan mahasiswa. Sedangkan jadwal pertemuan 
yang diminta Deplu belum dijawab.

"Belum. Kan hari libur di sana. Kita sudah sampaikan nota, berangkat dari situ 
mendorong dilepaskannya mahasiswa kita. Kita minta penjelasan tentang 
penangkapan agar mereka dibebaskan kalau mereka tak terbukti bersalah karena 
dugaan aktivitas politik," jelas dia.

Maka pada 1 Juli 2009 lalu keempat mahasiswa tersebut dibebaskan. Sedangkan 
untuk jaminan bahwa Mesir tak mengulangi perbuatannya lagi, akan disampaikan 
setelah pejabat Deplu RI dan Deplu Mesir bertemu.

"Kita akan mintakan dalam kesempatan pertemuan nanti. Ya karena Mesir adalah 
negara yang menerapkan darurat militer, sehingga peran aparat keamanan sangat 
menonjol. Kita akan minta perhatian pemerintah tentang kasus salah tangkap 
ini," tutur Faizasyah.

Sedangkan keempat mahasiswa itu, Faizasyah mengatakan keadaannya sudah lebih 
baik. "Saya mendapat informasi mereka telah menyampaikan bahwa ingin terus 
melanjutkan sekolahnya," tandasnya.

Empat mahasiswa Indonesia di Mesir dianiaya oleh polisi setempat. Mereka 
ditelanjangi dan disetrum selama 3 hari. Kejadian itu bermula ketika pada 28 
Juni lalu polisi Mesir menggerebek kos-kosan mereka untuk mencari mahasiswa 
asal Tapanuli bernama Ismail Nasution.

Ismail ini dicari polisi karena diketahui membuka situs Ikhwanul Muslimin 
Online dan diduga menjadi bagian dari jaringan Islam radikal. Tak menemukan 
Ismail, polisi malah menangkap 4 mahasiswa lain asal Kabupaten Rokanhulu, 
Pekanbaru, Riau. Mereka adalah Faturrahman, Arjil, Ahmad Yunus, dan Tafri 
Sugand yang merupakan mahasiswa Universitas Al Azhar.

(nwk/nwk) 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke