Refleksi : Rupanya Teror flu babi ini dari kafir-kafir bin seythan, karena main 
 serang hantam kromo termasuk  yang suci murni pun tak luput.

http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009071423291178

      Rabu, 15 Juli 2009 
     
      OPINI 
     
     
     
Teror Flu Babi Sedang Mengancam 

      M. Romandhon M.K.

      Direktur Pelaksana pada Lembah Kajian Peradaban Bangsa (LKPB), Yogyakarta.

      Dalam sepekan terakhir Indonesia telah dihebohkan dengan munculnya virus 
H1N1 atau yang biasa yang disebut dengan virus flu babi. Virus yang sebabkan 
hasil persilangan antara penyakit influenza hewan unggas dan babi ini 
setidaknya menjadi wabah yang belakangan ini banyak menteror masyarakat dunia 
termasuk masyarakat Indonesia.

      Virus meksiko ini, sedang masuk dan "bergerilya" mencari mangsa ke 
Indonesia. Masalahnya, di Indonesia sendiri tercatat banyak kasus masyarakat 
positif terjangkit influenza A-H1N1. Kian hari semakin banyak dan meningkat 
jumlah masyarakat yang tercatat positif terjangkit.

      Pada tanggal 25 Juni 2009, ditemukan satu warga negara Indonesia dan 
seorang warga negara Inggris dinyatakan positif influenza A-H1N1. Korban 
bertambah pada 26 Juni 2009, seorang bernama George Coltman, turis asal 
Australia, yang dirawat di RSUP Sanglah, Bali, dinyatakan juga pisitif 
menderita flu babi. Ditemukan lagi, warga Pondok Indah, Jakarta Selatan, 
berinisial AM (22) secara positif telah tertular virus A-H1N1 dan sudah dirawat 
di Rumah Sakit Sulianti Saroso jakarta pada 1 Juli 2009.

      Keganasan akan virus H1N1 ini tidak hanya terhenti di situ, pada 3 Juli 
2009, salah satu Departemen Kesehatan melaporkan ada tambahan kasus influenza 
H1N1 di Jakarta sebanyak 12 orang. Hanya selang beberapa hari, jumlah kasus 
penderita sudah mencapai 10 orang. Sungguh, teror dan ancaman virus flu babi 
ini lebih ganas dari pada dengan kasus virus flu burung.

      Bagaimana tidak, terbukti dalam sepekan yang lalu seluruh aktivitas 
mengajar diberhentikan dan ditutup secara total oleh beberapa sekolahan di Asia 
Tenggara. Pemberhentian aktivitas mengajar itu dilakukan karena hampir seluruh 
siswa telah secara positif terjangkit virus H1N1. Fakta di atas mengindikasikan 
bahwa ancaman yang memababi buta oleh virus H1N1 telah menjelma menjadi 
probelematika yang kian hari besar.

      Meningkatnya aktivitas penyebaran virus flu babi ini, boleh dikatakan 
sudah mulai tak terbendungkan lagi. Ada banyak hal yang sebenarnya menjadi 
penyebab munculnya virus flu babi di Indonesia, salah satunya lantaran 
banyaknya turis asing yang masuk ke Indonesia dengan membawa virus tersebut 
tanpa mereka sadari. Kecorobohan ini, mengakibatkan proses penyebaran virus 
H1N1 ini mengalami perluasan. Pada 7 Juli Departemen Kesehatan, lagi-lagi 
menyebutkan delapan kasus baru terkonfirmasi positif terinfeksinya virus H1N1. 
Sebanyak empat siswa asal Indonesia dilaporkan positif terjangkit virus 
influenza H1N1 di beberapa Kota Jepang.

      Selain itu, pada 8 Juli 2009 lalu, tiga pasien yang dirawat di RSUP Adam 
Malik, Medan, yaitu WKC (9), Cal (17), dan VH (20), dinyatakan positif 
terjangkit virus influenza H1N1. Kasus terakhir pada 9 Juli 2009, Rowan Hepburn 
(26) asal Amerika, yang dirawat di RSUD Kanujoso Djatibowo, Balikpapan, 
dinyatakan positif terkena influenza H1N1. dalam sepekan terakhir, tercatat 
kasus positif H1N1 per juli, dari pria sebanyak 35 persen, sedangkan dari pihak 
wanita kasus ini sebanyak 16 persen. Jadi total kasus yang ada tercatat 52 
orang, satu pasien tidak ada data. (Kompas 11-7).

      Meningkatnya Korban

      Akibat keganasan virus A-H1N1, tercatat sebanyak 440 orang telah tewas. 
Dan disinyalir virus ini semakin kebal terhadap Oseltamivir. Badan Kesehatan 
Dunia, WHO, dalam laporan terbaru menyebutkan, influenza H1N1 telah menginfeksi 
100 ribu orang di 137 negara. Sebuah angka yang sungguh sangat mencengangkan 
sekaligus menakutkan.

      Kasus penularan flu H1N1 di Inggris tergolong yang paling parah. Sebanyak 
14 warga Inggris yang terinfeksi dilaporkan telah meninggal Kamis (9-7). 
Departemen Kesehatan Inggris sendiri pun menyebutkan bahwa kini terdapat 9.718 
kasus positif penularan H1N1 dan masih ada 335 penderita flu yang dirawat di 
rumah sakit di seluruh Inggris.

      Dengan semakin banyaknya jumlah kasus itu, Inggris kini berada di tempat 
ketiga kasus flu terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat dan Meksiko. 
Bahkan, meningkatnya penyebaran infeksi flu H1N1 dikhawatirkan mendekati 
tingkat epidemi.

      Yang menakutkan selain korban semakin banyak yang berjatuhan, virus 
influenza H1N1 juga semakin kebal terhadap obat oseltamivir. Hal ini ditandai 
kemunculan beberapa kasus resistensi terhadap obat itu di sejumlah negara. 
Padahal, oseltamivir merupakan komponen kunci pengobatan bagi pasien yang 
terinfeksi virus itu. Sebab itu, penggunaan dan dosis obat tersebut harus tepat.

      WHO dalam situsnya menyatakan telah mendapat informasi dari otoritas 
kesehatan di Denmark, Jepang, dan kawasan administratif khusus di Hong Kong, 
China, terkait adanya virus H1N1 yang kebal terhadap obat antivirus 
oseltamivir. Hal ini diketahui setelah diuji lewat laboratorium. Virus-virus 
itu ditemukan pada tiga pasien yang tidak sakit berat.

      Guru Besar Ilmu Mikrobiologi pada Fakultas Kedokteran Universitas 
Indonesia, Amin, mengatakan bahwa resistensi flu babi (H1N1) kemungkinan muncul 
karena telah terjadi mutasi spontan virus tersebut. Penyebab lain adalah virus 
influenza H1N1 berkoalisi dengan virus lain yang kebal terhadap oseltamivir. 
Bila tidak segera diatasi, kondisi ini akan mempersulit pengobatan. Jika virus 
kebal terhadap oseltamivir, pilihannya adalah meningkatkan dosis obat dengan 
risiko toksisitas. Adapun cara lain adalah mencari obat baru yang tidak selalu 
ada.

      Munculnya resistensi virus H1N1 yang kebal terhadap obat oseltamivir, 
menambah satu persoalan dalam proses penanggulangan penyakit yang mematikan 
ini. Pasalnya, hingga detik ini belum bisa ditemukan secara pasti obat 
pengganti untuk melenyapkan virus tersebut. Sehingga, disadari atau tidak 
bahaya virus flu babi (H1N1) sampai sekarang masih berkeliaran dan siap 
menteror setiap orang, kapan dan di mana pun saja.
     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke