Refleksi: Banteng lesu berteduh dibawh pohon beringin adalah tindakan praktis 
dari pada kepanasan dibawah sinar matahari terik.


http://www.riaupos.com/main/index.php?mib=berita.detail&id=17493

Rabu, 15 Juli 2009 , 07:20:00

Tim Mega-Pro dan JK-Win Bergabung

 


JAKARTA (RP) - Kubu Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto (Mega-Pro) dan 
Jusuf Kalla (JK)-Wiranto terus mengumpulkan bukti-bukti dugaan pelanggaran 
Pilpres. Kedua kubu itu kemarin mengadakan sinkronisasi data yang mereka miliki.

Acara tertutup tersebut berlangsung di Wisma Fajar, Senayan, Jakarta. Hadir 
dalam pertemuan itu, antara lain, Koordinator Advokasi Tim Mega-Prabowo Gayus 
Lumbuun, Sekretaris II Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo Hasto Kristianto, dan 
Anggota Advokasi Tim Hukum JK-Wiranto Chairuman Harahap. Hadir pula Ketua Umum 
DPP Partai Gerindra Suhardi.  "Kami kumpulkan bukti-bukti bersama untuk 
disinkronisasi dan dibahas lebih lanjut," ungkap Hasto setelah pertemuan, 
Selasa (14/7). Bukti-bukti bersama yag dikumpulkan itu adalah indikasi 
kecurangan pelaksanaan Pilpres.

Menurut Hasto, hingga saat ini, kedua tim sama-sama sudah mengantongi 
bukti-bukti hukum material dugaan kecurangan. Perhatian utamanya adalah di 
persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT). "Nah, di sini tadi kami berusaha 
menyamakan persepsi bagaimana tahap pemilu ini bisa dikawal bersama," tambah 
Hasto.

Sebelumnya, tim hukum Mega-Prabowo beberapa kali melansir temuan dugaan pemilih 
ganda di berbagai daerah. Kini, total bukti data pemilih ganda yang dimiliki 
sudah enam juta. Temuan tersebut rencananya dilaporkan ke Mahkamah Konstitusi 
(MK) setelah penetapan hasil Pilpres oleh KPU pada 25-27 Juli nanti.   Gayus 
Lumbuun menambahkan, baik tim Mega-Pro maupun JK-Wiranto sepakat membawa dugaan 
penyimpangan pemilu tersebut ke MK.(dyn/agm/jpnn)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke