http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/07/15/mega-sindir-partai-koalisi-besar-rontok

Mega Sindir Partai Koalisi Besar Rontok
Juli 15, 2009 - 17:37 


PASAR MINGGU (Pos Kota) - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri 
menyindir rontoknya sejumlah partai yang semula membentuk Koalisi Besar yang 
dimotori Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Gerindra, dan Partai Hanura.

Ini disampaikannya saat membuka Rakernas PDIP di markas besarnya yang dihadiri 
Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto di daerah Lenteng Agung, Jakarta 
Selatan, Rabu.

"Meskipun banyak koalisi besar yang satu demi satu rontok, saya bertanya, 
apakah Gerindra akan ikut rontok? Ini kami tanyakan karena kita punya 
kesepakatan koalisi besar," tanya Megawati sambil melirik ke arah Prabowo, 
cawapresnya, yang hadir sebagai undangan didampingi Ketua Deperpu PDIP Taufik 
Kiemas. Sebelumnya Prabowo yang didaulat memberikan sambutannya menyatakan 
tetap setia berjuang bersama PDIP apapun hasil akhir penetapan Pilpres 2009.

Kemudian Megawati melanjutkan sambutannya, "Ternyata dengan semangat ideologi 
yang kita punyai bersama, ada tekad untuk bersama, karena kita bekerja untuk 
kepentingan ideologi. Terima kasih kepada Gerindra yang akan terus berjuang 
bersama PDI Perjuangan."

Seperti diketahui, koalisi besar dimotori Partai Golkar, PDIP, Partai Gerindra 
dan Partai Hanura, terjadi seusai hasil pemilihan legislatif menjelang Pilpres 
dengan menandatangai kesepakatan di Kantor DPP Partai Hanura. Namun akhir-akhir 
ini sejumlah elit Partai Golkar berkeingian merapat ke kubu SBY-Boediono yang 
sementara ini unggul dalam penghitungan cepat (quick count) Pilpres 2009.

Tjahjo Kumolo, Tim Sukses Mega-Prabowo, mengingatkan sikap 'membelot' Partai 
Golkar dari kesepakatan yang telah ditandatangi ketua umumnya, Jusuf Kalla. 
Namun Tjahjo yang juga mantan politisi Golkar ini menyerahkan sepenuhnya 
komitmen itu sebagai urusan rumah tangga Partai Golkar. "Kalau memutuskan 
gabung ke Partai Demokrat, itu urusan Golkar sendiri, bukan PDIP. Kalau 
memutuskan sepihak, itu urusan masing-masing partai."

Saat menyampaikan sambutannya sebelum Megawati, Prabowo menegaskan Partai 
Gerindra tetap setia bersama PDIP, dan tidak akan mengecewakan sekutunya itu. 
"Berafiliasi dengan PDIP bukan atas dasar pragmatisme, tapi ideologi. Kita 
ingin bahu membahu, baik di saat gembira dan sedih, maupun keadaan indah dan 
suram. Kami yakin, PDIP bisa konsisten dalam sikap politiknya. Saya katakan di 
kalangan Gerindra, sekutu terbaik bagi Partai Gerindra adalah PDI Perjuangan."

Prabowo meyakini peringatan-peringatan Bung Karno tentang bahaya 
neo-kolonialisme, dan penjajahan ekonomi, "Justru kita rasakan saat-saat 
sekarang ini," tegasnya disambut tepuk tangan para ketua DPD PDIP se-Indonesia 
dan Badan Pemenangan Presiden.

"Partai Gerindra dan PDI Perjuangan sama-sama mengusung nilai-nilai yang ingin 
memerangi kemiskinan, sesuai lagu mars PDIP. Kita ingin menjadikan Indonesia 
bangsa yang tidak didikte negara lain, termasuk mengoutsourcingkan pemilu 
kepada lembaga asing" ujarnya.

Rakernas PDIP kali ini agenda utamanya melakukan evaluasi pelaksanaan serta 
indikasi pelanggaran dan kecurangan selama Pemilu Presiden. DPP PDIP akan 
menghimpun seluruh laporan dari pengurus partai tingkat daerah.

(endang/sir)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke