http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=9207

2009-07-15 
Ironi Jusuf Kalla


Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) tampaknya terancam termakan jargon 
kampanyenya sendiri, "Lebih cepat lebih baik". Betapa tidak, saat ini keinginan 
kubu propemerintah di internal Golkar untuk segera mengganti JK, sepertinya tak 
terbendung lagi.

Barisan yang dipimpin oleh elite berjuluk triple A (Aburizal Bakrie, Agung 
Laksono, dan Akbar Tandjung) ini, terlihat tak sabar lagi untuk duduk di puncak 
beringin. Dengan begitu, mereka bisa segera membangun koalisi strategis bersama 
pemerintahan SBY. Jatah menteri merupakan salah satu sasaran.

Maukah JK digusur begitu saja? "JK bukan orang bodoh yang mudah ditelikung," 
ujar loyalis JK di Jakarta, Selasa (14/7). 

Dia mengungkapkan, keinginan kubu triple A itu sulit terwujud dalam waktu 
dekat. Sebab, JK sudah menegaskan akan konsisten menjalankan tugasnya sebagai 
wapres hingga akhir masa jabatan Oktober mendatang. "JK tak akan melepaskan 
jabatannya di Golkar sebelum masa jabatan wapresnya berakhir, karena jabatan 
itu bisa menjaga posisi tawarnya terhadap SBY," ujarnya.

Ditambahkan, kubu triple A bisa menggusur JK lebih cepat kalau mereka memakai 
jalur munaslub, sebagaimana yang tercantum pada Pasal 30 Anggaran Dasar Partai 
Golkar. "Jika 2/3 DPD provinsi meminta, munaslub terjadi. Tapi apakah Ical tega 
menggusur JK dengan cara itu, mengingat kedekatan mereka," tandasnya. [EMS/M-12]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke