http://www.suarapembaruan.com/index.php?modul=news&detail=true&id=9221


2009-07-15 
Krisis Air di Jateng Meluas


SP/Radesman Saragih 

Kawasan hutan alam di Desa Hajran, Kabupaten Batanghari, Jambi rusak berat 
akibat pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit. Kerusakan tersebut membuat 
hutan di Jambi kini tak layak lagi untuk kawasan konservasi satwa langka 
dilindungi, khususnya harimau sumatra ("Pantheratigris sumatrae") dan gajah 
sumatra ("Elephas maximus sumateraensis"). Gambar diambil baru-baru ini.

[PURWOKERTO] Krisis air bersih yang melanda 91 desa di Kabupaten Kebumen, Jawa 
Tengah (Jateng), kini meluas ke daerah lain, seperti Kabupaten Temanggung, 
Purworejo, Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara. Selain itu, tiga 
bendungan di Kabupaten Brebes juga dilaporkan menyusut airnya.

Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kantor Kesatuan Bangsa Politik 
dan Linmas Kabupaten Temanggung, Agus Sudaryono, Rabu (15/7) pagi di Temanggung 
mengatakan, Kecamatan Parakan telah mengirimkan permintaan pengedropan air 
untuk warga Dusun Ganjuran, Santren, Glapansari I dan Glapansari II, semuanya 
di Desa Glapansari. Jumlah seluruh jiwa di 4 dusun tersebut 2.689 orang dari 
818 keluarga.

Permintaan air mereka bervariasi setiap hari, yakni untuk Dusun Ganjuran 24.600 
liter, Dusun Santren 26.550 liter, serta Dusun Glapansari I dan II, 
masing-masing permintaannya adalah 45.600 liter dan 37.450 liter.

Permintaan serupa juga terjadi di Kabupaten Purworejo, Cilacap, Banyumas, 
Purbalingga, dan Banjarnegara. Terutama warga yang tinggal di daerah 
pegunungan. Selain sumber air dan sumur mulai mengering, sungai-sungai yang 
mengalir di daerah tersebut juga sudah menyusut airnya.

Volume air tiga bendungan irigasi yang memasok air untuk ribuan hektare sawah 
di Kabupaten Brebes bagian selatan menyusut drastis. Dinas Pengairan UPTD 
Pemali Hulu, dalam laporannya kepada Bupati Brebes Indra Kusuma menyebutkan, 
ketiga bendungan tersebut adalah Bendungan Congkar di Kecamatan Bumiayu, 
Bendungan Petahunan di Kecamatan Bantarkawung, dan Bendungan Kemaron di 
Kecamatan Paguyangan. Ketiga bendungan tersebut mengairi lebih dari 2.500 
hektare areal persawahan.

Kepala Seksi Pengairan, Dinas Pengairan Energi dan Sumberdaya Mineral UPTD 
Pemali Hulu, Mohamad Tasali mengatakan, penyusutan debit mulai terjadi sejak 
awal Juli lalu. Debit air Bendungan Congkar pada akhir Juni lalu masih mencapai 
2.343 liter per detik, pada Selasa kemarin menyusut menjadi 1.552 liter per 
detik. Bendungan Petahunan dari debit air semula 3.604 liter per detik menjadi 
3.000 liter per detik. Sedangkan di Bendungan Kemaron, debit air saat ini 329 
liter per detik dari semula 365 liter per detik. 

"Penyusutan debit air irigasi mencapai 25 persen hingga 50 persen," kata 
Tasali. Penurunan debit air mungkin masih akan terus terjadi sampai puncaknya 
pada Agustus atau September mendatang. Akibat kondisi tersebut, areal 
persawahan di wilayah Brebes rawan kekurangan air.


Lebih Panjang

Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan 
Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan, sebagian besar 
wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami musim kemarau lebih panjang. Hal 
itu merupakan salah satu dampak dari fenomena El Nino yang terjadi secara 
global. Untuk menghadapi kondisi tersebut, masyarakat sebaiknya melakukan 
penghematan air dan juga pola tanam. 

Tren aktivitas pembentukan awan sampai dengan bulan Juli di atas Indonesia 
terbilang rendah. Meski demikian, tidak semua wilayah akan merasakan kemarau 
dalam jangka waktu yang panjang. Ada yang kering sekali, ada yang tidak, 
katanya.

Dia memberi contoh wilayah-wilayah di timur Indonesia yang bakal terkena dampak 
kuat fenomena itu seperti Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, wilayah 
selatan Papua dan Maluku serta Sulawesi Selatan, pantai utara Jawa, dan 
Lampung. Wilayah Jawa Barat tidak akan terkena dampak kuat. Sebagian Kalimantan 
dan Sulawesi juga akan mengalami kekeringan relatif panjang. [WMO/153/148/141]



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke