http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006123595
KADISPENAD : NKRI YANG UTUH HARAPAN KITA SEMUA
17 Jul 2009
DISPENAD (17/7),- Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad)
Brigjen TNI Drs. Christian Zebua, M.M., mengadakan dialog interaktif edisi
khusus bersama Wakil Gubernur Kalbar Bpk. Kristiyandi Sanjaya, Ketua Komisi I
DPR RI Bapak Theo L. Sambuaga, Bupati Sanggau Bapak. Sukiman H., dan Dirut RRI
Bapak Parnihadi, pada acara peresmian Stasiun Produksi RRI Entikong, di Wilayah
Perbatasan Kalimantan Barat dan Serawak Malaysia, Rabu (15/7).
Dalam dialog tersebut Kadispenad memberikan pernyataan, sesuai dengan UU Nomor
34 tahun 2004 tentang TNI pada khususnya, TNI AD bertanggungjawab terhadap
pengamanan perbatasan di darat, tentu hal ini tidak sendiri. TNI perlu dukungan
dari seluruh komponen masyarakat khususnya masyarakat yang ada di perbatasan.
Melalui RRI ini sangat penting dan sangat efektif untuk mengajak komponen
bangsa khususnya masyarakat untuk memotivasi, memberi pemahaman yang kuat bahwa
walaupun TNI berbaris dalam formasi bersyaf dari Timur ke Barat sepanjang 2004
Km diisi TNI semua, tanpa dukungan dari masyarakat dan komponen bangsa secara
keseluruhan, tidak akan berhasil dengan baik.
Untuk itu beberapa waktu yang lalu kami sudah bertemu dengan Dirut RRI dan
beliau sangat welcome, kita ajak kerjasama dengan RRI, kita manfaatkan
siaran-siaran RRI dalam rangka menyampaikan aktifitas TNI AD khususnya yang
berkaitan langsung dengan kegiatan di perbatasan. Kita harapkan masyarakat
semakin mengetahui dan semakin paham dengan TNI AD khususnya dan tidak perlu
merasa jauh dari TNI AD, justru harus menyatu bersama-sama untuk mengamankan
daerah perbatasan, kata Kadispenad.
Ketika salah seorang warga menanyakan masalah keamanan melalui dialog
interaktif, Kadispenad menjelaskan, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang
utuh menjadi harapan kita semua. Setiap anak bangsa harus memiliki rasa cinta
tanah air yang kuat dan bela negara yang kuat. Dimana Negara Kesatuan Republik
Indonesia terancam, kita harus ada disana ikut membentengi Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Siapapun warga Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita
berbeda-beda tetapi satu, kita harus mengerti keberagaman yang kita miliki ini
adalah resep dan kekayaan kita sebagai warga Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPR RI Bapak Theo L. Sambuaga mengatakan, bahwa
dengan dibangunnya RRI operasional Entikong ini semakin meyakinkan kita
pentingnya kehadiran lembaga-lembaga penyiaran di wilayah perbatasan, kehadiran
RRI merupakan kontribusi yang penting untuk betul-betul membangun suatu wilayah
perbatasan secara konprehensif, dengan selalu mengedepankan pendekatan
kesejahteraan, pendekatan perekonomian, pendekatan sosial dan pendekatan
pertahanan, termasuk dari pendekatan penyiaran seperti ini. Yang penting untuk
wilayah perbatasan adalah masyarakat itu diberdayakan, sehingga wilayah
perbatasan menjadi beranda depan rumah kita, bukan menjadi pintu belakang.
Dengan demikian betul-betul masyarakat akan cinta kepada bangsa dan negaranya,
sekaligus dapat juga menunjukan kepada dunia luar bahwa bangsa Ini bangsa yang
besar. Bangsa Indonesia yang sedang membangun tetap hidup membangun secara
demokratis dilandasi oleh budaya yang pluralitas
tetapi tetap bersatu dan meningkatkan kesejahteraan.
Pada acara peresmian Stasiun Produksi RRI Entikong tersebut, Dirut RRI Bapak
Pani Hadi menjelaskan, untuk tahap ini RRI membuat proyek pertama di
perbatasan, setelah itu akan dibangun di Dumai dan di Digul, sehingga seluruh
perbatasan akan kita rangkai RRI menjalin persatuan dan kesatuan rakyat
Indonesia melalui udara, pokoknya bersama RRI tetap bersatu.
[Non-text portions of this message have been removed]