Menurut Belanda 17 Agustus 1945 dianggap hari proklamasi kemerdekaan, sedangkan kemerdekaan Indonesia de facto dan de juri sesuai KMB diakui 27 Dsemeber 1950. Jadi ada perbedaan interpertasi, bukan penghinaan nan tragis, karena begitulah ketentuan hukum internasional.
Sejak permulaan abad 20 orang bisa saja memproklamasikan kemerdekaan, tetapi untuk kemerdekaan itu sah harus mendapat pengakuan internasional. Contoh negeri-negeri yang telah memproklamasikan kemerdekaan seperti Transvistia (berbatasan dengan Moldavia), Abkahasia dsbnya, proklamasi mereka belum atau tidak mendapat pengakuan internasional, jadi kemerdekaan mereka tidak diakui oleh banyak negara (PBB), terkecuali Rusia. Dijajah atau dibebani hutang, terutama disebabkan para petinggi Indonesia sendiri, mereka salah urus (mismanage) tugas negara yang dipercayakan kepada mereka, mereka korupsi atau singkatnya KKN. KKN ini telah menjadi penyakit yang mendarah daging, apakah bisa penyakit bisa disembuhkan? Bagaimana menyembuhkan penyakit ini? ----- Original Message ----- From: A. Marconi To: [email protected] Sent: Tuesday, August 18, 2009 9:18 AM Subject: Re: [ppiindia] Fw: Empat Tahun Merdeka, Enam Puluh Tahun Dijajah Utang Pertimbangan Setahu saya Indonesia diakui oleh Kerajaan Belanda sebagai "Republik Indonesia Serikat" yang didirikan setelah ada "ronde tafel conferentie" di den Haag 1949. Sekalipun pernah ada kehadiran seorang Menlu Belanda pada upacara 17-an di Istana Negara, namun secara politik internasional Belanda tidak mengakui dan menghormati proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Hasil KMB yang dikenal di Indonesia adalah, bahwa para politikus yang menjadikan dirinya sebagai pemimpin Bangsa Indonesia menyetujui utang Belanda kepada sekutunya dalam pembelian senjata dan munisi untuk membunuhi Bangsa Indonesia dalam agresi I+II terhadap RI Proklamasi 45 sebagai utang Bangsa Indonesia yang harus dibayar. Dan yang utama adalah PENOLAKAN KERAJAAN BELANDA atas PROKLAMASI KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA pada 17 Agustus 1945. Sangat tragis dan menghina, bukan? Untuk itu semua generasi muda Indonesia harus BERANI KRITIS membaca tulisan-tulisan mengenai "sejarah Indonesia" yang ditulis oleh siapapun. Gunakan dasar berfikir rasional, logis dan dialektis untuk memahami kesejarahan Bangsa Indonesia beserta sistim kenegaraan RI yang kini berada. Usahakan membaca fakta-fakta terdokumentasi di semua pusat perpustakaan dan dokumentasi agar dianalisis secara deduksi dan reduksi maupun melalui diferensiasi. Gunakan methode analisis matematika terhadap peristiowa-peristiwa. Kepada para generasi muda Muslimin yang terdidik (istilah orang Jawa: mangan sekolahan) saya anjurkan menggunakan firman Qurani sebagai CAHAYA PENERANG, PETUNJUK guna dapat membedakan yang benar dari yang salah, yang adil dan yang tidak adil. Harap dicamkan dalam fikiran, bahwa para pemimpin dan bapak-ibu "pendiri RI" adalah kaum terdidik yang paling menyadari akan ketidak adilan sistim kolonial Artinya tidak semua kaum terdidik di Nederlands-Indie ketika itu sadar akan tidak adilnya sistim kolonial Nederlands-Indie dari politik kolonial Kerajaan Belanda. Dan mayoritas kaum terdidik ketika bersumpah setia kepada Ratu Kerajaaan Belanda, selanjutnya sesudah Proklamasi Kemerdekaan 45 meninggalkan Indonesia dan gelombang terahir pada tahun 1957. Mereka dididik menurut aturan-aturan prinsipial dari politiek etis pemerintah Kerajaan Belanda ketika itu dengan tujuan menciptakan kader-kader administratif pribumi untuk menguasai pribumi. Jika para kader pribumi yang terdidik ketika itu kemudian melawan strategi Kerajaan Belanda atas jajahannya di Nederlands-Indie dengan menyatakan kemerdekaan Indonesia, maka Kerajaan Belanda melakukan tindakan yang mereka sebut sebagai "politionele aktie". Dasar ideologi dan cita-cita hidup para terdidik para politisi ketika itu tidak dapat lain kecuali ideologi sekuler Eropa Barat dan cita-cita hidup sebagai "bourgeouis" Eropa Barat, hususnya Belanda. Realitas ini selanjutnya dibuktikan oleh bentrokan-bentrokan KEPENTINGAN di antara elite politisi dengan awam pribumi yang mayoritas Muslim, bodoh dan melarat, yang dapat dipantau dari kurun sejarah sejak bermulanya gerakan-gerakan melawan penjajahan hingga saat ini. Wassalam, A.M From: andre andreas Sent: Tuesday, August 18, 2009 4:56 AM To: [email protected] Subject: [ppiindia] Fw: Empat Tahun Merdeka, Enam Puluh Tahun Dijajah Utang Dukung Gerakan Indonesia Merdeka dari Utang sumber : www.kau.or.id Sejak 60 tahun lalu (1949 – 2009), Indonesia terus dijajah oleh utang. Dalam perjanjian Konfrensi Meja Bundar (1949), Belanda mewariskan utang sebesar US$ 4 miliar dolar sebagai syarat kemerdekaan republik. Padahal utang tersebut digunakan untuk memerangi rakyat Indonesia dan menguras kekayaan alam. Selain menanggung beban utang, Indonesia juga harus tunduk pada aturan-aturan ekonomi di bawah International Monetery Fund (IMF). Sejak saat itu, semasa pemerintahan Orde Lama, utang menjadi alat bagi intervensi asing terhadap kebijakan ekonomi dan politik di dalam negeri. Selain itu, warisan utang luar negeri yang besar dari KMB telah menyulitkan Indonesia membiayai pembangunan di awal kemerdekaan. Selesai orde lama, rezim utang baru dibangun dengan dukungan lembaga keuangan internasional seperti IMF, Bank Dunia dan Asian Development Bank. Di bawah kekuasaan Soeharto (1965 – 1998), jumlah utang Indonesia meningkat sangat pesat. Jumlah utang luar negeri Indonesia membengkak mencapai US$ 54 miliar. Utang-utang tersebut diperoleh dari lembaga keuangan internasional dan negara-negara industri kaya (Amerika, Eropa dan Jepang). Dengan jumlah utang yang besar tersebut, orde baru bertahan selama 32 tahun dan para pejabatnya berhasil memperkaya diri dengan mengkorupsi dana utang. Kebijakan ekonomi semakin terbuka bagi investor asing, dan kekayaan alam dikuras. Sementara rakyat kebanyakan, hidup dalam ketertindasan dan kemiskinan. Selengkapnya http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/08/konferensi-meja-bundar-kmb-1949-dan.html [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

