Dear all,
Yang ingin mendukung petisi ini silahkan sebutkan nama dan institusi.
Thanks,
Bonnnie Triyana
-------
PERNYATAAN SIKAP
KAMI MENOLAK PEMBAKARAN BUKU!!
Pekan lalu Front Anti Komunis di Surabaya membakar buku Revolusi Agustus:
Kesaksian Seorang Pelaku Sejarah karya Soemarsono. Guru Besar Ilmu Sejarah
Prof. Dr. Aminuddin Kasdi ikut dalam pembakaran dan mengatakan bahwa sejarah
adalah milik pemenang. Mereka membakar buku sebagai reaksi terhadap kolom
serial wartawan Jawa Pos Dahlan Iskan tentang Soemarsono, Soemarsono, Tokoh
Kunci dalam Pertempuran Surabaya.
Pembakaran buku kali ini bukan yang pertama. Pada Juli 2007 ribuan buku
pelajaran sejarah dibakar Kejaksaan Negeri Depok. Pembakaran-pembakaran ini
membuktikan adanya sekelompok orang yang tidak bisa menerima perbedaan pendapat.
Kami prihatin dengan pembakaran buku itu kendati kami belum tentu sepenuhnya
setuju dengan isi buku tersebut. Tapi kebebasan berpendapat, baik lisan maupun
tulisan, dijamin oleh UUD 1945. Pembakaran buku Soemarsono mengulang kembali
aksi fasisme Nazi yang juga membakar buku-buku karya Sigmund Freud, Albert
Einstein, Thomas Mann, Jack London, HG Wells serta berbagai cendekiawan lain.
Nazi menganggap buku sebagai musuh mereka.
Kami prihatin aksi ini dilakukan oleh sekelompok orang, yang memakai nama Islam
namun melakukan tindakan tercela pada bulan Ramadhan, bulan di mana Allah
pertama kali menurunkan perintah membaca kepada Nabi Muhammad SAW. Buku
semestinya dibaca, bukan untuk dibakar.
Kami menyayangkan pernyataan Aminuddin Kasdi. Pernyataan sejarah hanya milik
pemenang tak sepantasnya dikatakan oleh seorang guru besar ilmu sejarah.
Penulisan sejarah semestinya mengedepankan keberimbangan fakta dan keberagaman
versi, bukan monopoli satu versi praktik Orde rezim Baru.
Oleh karena itu, atas dasar akal sehat dan kepercayaan pada demokrasi, kami
menyatakan:
PERTAMA, mengecam para pelaku pembakaran buku Revolusi Agustus: Kesaksian
Seorang Pelaku Sejarah karya Soemarsono, dan menganggapnya sebagai tindakan
fasistis, yang bertentangan dengan kemanusiaan dan upaya mencerdaskan
masyarakat.
KEDUA, menuntut kepada Presiden Republik Indonesia untuk menjamin kebebasan
berpendapat dan menindak tegas mereka yang menciderai kebebasan sipil di
Surabaya.
KETIGA, menuntut dihentikannya tindakan pelarangan buku atas alasan apapun.
Bila terdapat perbedaan pandangan, yang diwakili sebuah buku, hendaknya dijawab
dengan menerbitkan buku baru, yang mencerminkan pandangan yang berbeda --bukan
dengan larangan.
Semoga demokrasi di Indonesia, yang baru ditanam benihnya, bisa berkembang
sehat.
Kami yang mendukung:
1. Andreas Harsono (wartawan)
2. Bonnie Triyana (sejarawan-cum-wartawan)
3. Goenawan Mohamad (wartawan senior)
4. Wilson (sejarawan)
5. Patra M Zen (Direktur YLBHI)
6. M Abduh Aziz (Dewan Kesenian Jakarta)
7. Sapariah Saturi (wartawan)
(yang ingin turut serta silahkan kirim nama dan institusi kepada saya.
New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/