Dengan dan mendengar semaraknya ucapan dalam memperingati perayaan Idulfitri 
ini, tergeltik aku akan ungkapan, setelah menyelamati ybs dalam merayakan hari 
raya ini juga ada kelanjutan phrasing...maaf Lahir Batin.
 
Punten, nuwun sewu, bukan se-kali2 untuk membandingkan apalagi mempertentangkan 
ucapan ber-hari raya yang di pakai oleh banyak golongan dan agama lain selain 
agama Islam, aku hanya ingin tahu apa sebenarnya
yang terkandung dalam ungkapan ini dan bertanya dalam hati apakah phrasing ini 
ada suatu kondisi yang sebenarnya bisa dihindarkan dan tidak perlu dipakai.
Sekali lagi nuwun sewu.
 
Aku bertanya dalam hati, kenapa baru dalam sekali setahun minta agar kita ini 
diberikan maaf lahir dan batin? Tentunya selama setahun, sebagai manusia 
tentunya tidak bebas dari kesalahan. Tapi kenapa baru sekarang, sekali setahun 
kita minta maaf? Kenapa sewaktu ,dalam kurun waktu setahun misalnya kita 
berbuat kesalahan tidak segera waktu itu kita minta maaf. Tentunya ada yang 
coba menangkis dengan jawaban...."ya sudah aku lakukan tuh"!..."ini kan 
memperkuat permintaan maafku yang duluan yang pernah aku lakukan".Kira2 begitu 
mungkin tangkisan-nya, ....betul?
 
Tapi coba kita selami, ...."lahir batin", apakah pemimpin2 kita itu sewaktu 
melakukan kesalahan misalnya melakukan per-korupsiaan ria, apakah mereka sudi 
meminta maaf kepada ybs. Ada yang membunuh hakim agung ya ngak minta maaf 
malahan mau jadi kepala parpol, jadi sangat menggeletik untuk dipertanyakan. 
Apakah ungkapan..."lahir batin" itu cuman sebagai ritual yang bernada pop, dan 
orang perlu bersikap....ngikuti...tunduk kemana angin berniup?
 
Kayaknya aku tidak pernah dengar misalnya dalam merayakan Xmas dan juga 
misalnya di agama Budha dan Khonghucu, aku tidak pernah tahu adanya phrasing 
ini...."minta maaf lahir batin". Sekali lagi nuwun sewu, bukan untuk mencoba 
memperbandingkan agama yang satu dengan agama yang lain. Ini kan soal ritual 
saja, soal ucapan selamat kepada orang lain.
Apalagi kalau kata2.......maaf Batin...wah sukar disimak apakah benar2 orang 
yang bersangkutan...benar2 dengan tulus minta maaf, secara batini-ah(kan ngak 
ada yang tahu)!
 
Tapi biarlah aku tutup dengan mengucapkan kepada yang merayakan saudara2 
sekalian...."Selamat ber-Idul Fitri, semoga berbahagia untuk tahun2 kedepan"
 
Harry Adinegara


      
__________________________________________________________________________________
Get more done like never before with Yahoo!7 Mail.
Learn more: http://au.overview.mail.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke