wartawan beneran sih mahfum kalau dokter mun'im idris
biasa bicara ceplas-ceplos.

dulu dia pernah ngomong juga urusan 'knalpot' ini
dalam kasus pembunuhan seorang wanita yang tinggal di cawang.

apa motif mun'im? nggak ada. cuma kejujuran ilmiah seorang
ahli forensik yang bicara fakta apa adanya.





> klo dubur sampai rusak yaah itu udah confirmed gay, if noordin was gay, so
> what? nothing wrong with that..., kan almarhum jg punya hasrat even
> hasrat dengan sesama lelaki muslim..,gak usah terlalu di blow up....
>
> even noordin was gay n died as gay...., n the first time we know there's a
> gay-terrorist, but it was his privacy, there's no reason that the medical
> team told ppl about his broken anal, and it's not ethical btw.
>
>  
>
>
>
>
> ________________________________
> From: Satrio Arismunandar <[email protected]>
> To: [email protected]; [email protected];
> [email protected]; HMI Kahmi Pro Network
> <[email protected]>; ppiindia <[email protected]>;
> news Trans TV <[email protected]>; kampus tiga
> <[email protected]>; jurnalisme <[email protected]>;
> Pers Indonesia <[email protected]>
> Sent: Thursday, October 1, 2009 4:04:26 PM
> Subject: [ppiindia] Mengapa soal dubur Noordin "dibocorkan"?
>
>  
> Terlepas dari apakah rusaknya dubur Noordin itu memang benar apa adanya
> atau hasil rekayasa pihak tertentu, kasus dubur Noordin ini seharusnya
> tidak patut dibuka ke publik.Hal-hal yang menyangkut dubur itu adalah
> urusan privat Noordin atau keluarga Noordin, bukan urusan publik, dan
> tidak ada hubungannya dengan terorisme
>  
> Namun, dari sudut pendekatan ilmu propaganda, memang soal dubur ini "harus
> dibocorkan" ke publik dan media, meski (telah diakui oleh Kadiv Humas
> Mabes Polri Irjen Nanan Sukarna sendiri) hal itu melanggar etika
> kedokteran.
>  
> Manfaat "pembocoran" info ini adalah:
>  
> 1. Menghancurkan image atau anggapan sebagian kalangan bahwa Noordin
> adalah Muslim yang taat. Dengan terbukanya "aib" ini, martabat dan
> pribadi Noordin telah dihinakan dan direndahkan sedemikian rupa sehingga
> bahkan keluarga Noordin pun akan sangat malu terhadapnya.
>  
> 2. Statusnya sebagai "pejuang Islam" atau "musuh imperialis Amerika" juga
> rusak. Padahal status, martabat dan gengsi sebagai "mujahid" semacam
> itulah yang digunakan Noordin untuk merekrut pengikut dan pendukung.
>  
> 3. Merusak semangat/mental kelompok atau kalangan yang dipandang saat ini
> masih menjadi pendukung atau simpatisan Noordin dkk. Dengan lemahnya
> semangat, maka "perjuangan" mereka untuk meneruskan aktivitas Noordin juga
> akan melemah.
>  
> 4. Menimbulkan perpecahan di kalangan pendukung/simpatisa n Noordin dkk,
> sehinga memudahkan untuk meredam perlawanan atau aktivitas mereka.
>  
> Yah, ini sekadar analisis murahan dari pengamat  yang kerjanya cuma
> nongkrong di emperan jalan (bukan dari para pengamat intelijen top yang
> sering dikutip media massa)..... 
>  
>
> --- On Thu, 10/1/09, sunny <am...@tele2. se> wrote:
>
> From: sunny <am...@tele2. se>
> Subject: [nasional-list] Soal dubur Noordin
> To: Undisclosed- Recipient@ yahoo.com
> Date: Thursday, October 1, 2009, 5:00 AM
>
>  
>
> Refleksi : Mengapa dubur Noordin rusak, ada yang merusakkan atau  sengaja
> dirusakan?
>  
> http://www.bangkapo s.com/detail. php?section= 1&category=13& subcat=14&
> id=10042
>  
>
> Nanan: Soal Dubur Noordin Seharusnya Dirahasiakan
>  
> JAKARTA, Bangkapos.com — Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Sukarna
> menyayangkan sikap tim kedokteran yang membeberkan hasil pemeriksaan
> terhadap jenazah Noordin M Top.
>
> Sebelumnya, tim kedokteran, melalui ahli forensik Mun'im Idris mengatakan,
> terdapat kelainan pada bagian dubur jenazah Noordin.
>
> "Saya tidak tahu soal itu. Tapi rahasia kedokteran seharusnya itu
> dirahasiakan. Ada kode etiknya. Itu kan visum et repertum," kata Nanan,
> Rabu (30/9), di Mabes Polri.
>
> Ia menegaskan, yang mengetahui secara persis kondisi fisik jenazah adalah
> tim kedokteran. "Ya yang tahu itu kan dari DVI, dokter, dan forensik,"
> ucapnya.
>
> Ia juga meminta agar permasalahan mengenai kondisi fisik jenazah
> dikonfirmasikan langsung dengan tim kedokteran karena Polri merupakan
> penyidik yang tidak berhubungan langsung mengenai pemeriksaan jenazah
> secara fisik. "Harus dibedakan. Ada yang menjadi bagian penyidik, ada yang
> menjadi bagian kedokteran," pungkasnya.
>
>  
> ++++
>  
> http://www.bangkapo s.com/detail. php?section= 1&category=13& subcat=14&
> id=10041
>  
>
> Ahli Forensik: Dubur Noordin Rusak
> JAKARTA, Bangkapos.com — Inilah kabar terbaru dari jenazah gembong
> teroris nomor wahid, Noordin M Top, yang kini telah terbujur kaku di RS
> Polri Soekamto, Jakarta. Ahli forensik Universitas Indonesia dr Mun'im
> Idris mengatakan, ada dugaan bahwa dubur Noordin mengalami kerusakan.
> "Iya, di dubur Noordin ada kerusakan," ungkapnya, Rabu (30/9) di Jakarta.
>
> Secara terpisah, kriminolog UI, Adrianus Meliala, mengatakan, ada dugaan
> sementara bahwa kerusakan pada dubur Noordin Moh Top tersebut disengaja.
> Namun, Adrianus menekankan bahwa hal ini adalah dugaan sementara.
>
> Pakar kriminolog tersebut mengatakan, kondisi jenazah Noordin telah
> membeku sehingga menyulitkan dokter forensik memeriksa secara langsung.
> Baik Mun'im maupun Adrianus, Rabu siang ini, mengunjungi RS Polri untuk
> melihat jenazah Noordin. Kamis esok, jenazah Noordin dijadwalkan
> dipulangkan ke Malaysia.
>
>  
> ++++
> http://www.bangkapo s.com/detail. php?section= 1&category=13& subcat=14&
> id=10040
>  
>
> Forensik Temukan Kelainan di Tubuh Jenazah Noordin
>  
> JAKARTA, BANGKAPOS.com — Seusai memeriksa kondisi jenazah Noodin M Top,
> Rabu (30/9), ahli forensik Universitas Indonesia dr Mun'im Idris
> menyatakan mendapati ada kelainan di tubuh gembong teroris asal Malaysia
> yang paling dicari polisi itu. Akan tetapi, Mun'im tak mau menyebutkan apa
> kelainan itu.
>
> "Saya konfirmasi soal kelainan yang ditemukan dalam tubuh Noordin. Namun,
> ini wilayahnya Polri, bukan wilayahnya UI. Jadi saya tidak bisa ngomong,"
> kata Mun'im yang sangat akrab dengan wartawan itu.
>
> Sebelumnya, Kepala Polri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri sudah
> memastikan bahwa salah satu orang yang tewas dalam penggerebekan di
> Jebres, Surakarta, tanggal 17 September silam adalah Noordin M Top. Hasil
> itu dikuatkan oleh kesamaan DNA dan sidik jari.
>
> Mun'im memastikan, hasil pemeriksaan terkait kelainan itu bisa diketahui
> dua sampai tiga hari mendatang. "Soal kelainan itu urusan teknis. Hasilnya
> nanti dua-tiga hari lagi," tambahnya.
>
> Mun'im bersama tim forensik UI berada di Rumah Sakit Polri RS Soekanto
> sejak pukul 11.30 sampai 12.20. Kedatangannya atas undangan Mabes Polri.
>
> Kepala RS Polri Brigjen Pol Aidy Rawas tidak bisa memberikan konfirmasi
> soal kelainan yang dimaksud Mun'im. "Tanya yang bersangkutan dong. Nanti
> saya salah ngomong lagi," tutupnya.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>


Kirim email ke