Rabu, 1 Juli 2009 | 12:07:31      
      Jepang Terjemahkan Buku Amien Kamil             
     
            ANNIDA,-
Penerjemah asal Jepang Yoko Nomura menerjemahkan buku kumpulan puisi
Tamsil Tubuh Terbelah karya penyair Indonesia Amien Kamil, ke dalam
bahasa Jepang. Tamsil Tubuh Terbelah merupakan 10 buku terbaik versi
Khatulistiwa Literary Award 2007 yang dianggap bersahaja dan
representatif dalam perkembangan puisi kontemporer Indonesia. Amien
merencanakan buku tersebut beredar di Jepang tahun ini dan bisa
diapresiasi berbagai kalangan, tidak terbatas hanya masyarakat Jepang. 
 
   “Orientasi saya, buku saya juga bisa dibaca orang Jepang, Arab,
Inggris, Belanda, dan sebagainya. Saya pikir keharusan mencoba
translette minimal ke bahasa Inggris. Ternyata mendapat kemudahan, Yoko
Nomura mau menerjemahkan ke Bahasa Jepang,” ujar Amien kepada ANnida
Online. Buku yang dicetak sebuah penerbit Jepang ini juga akan memuat
puisi-puisi Amien dalam dua bahasa, Jepang dan Indonesia. Amien
berharap masyarakat Indonesia di Jepang yang tertarik belajar bahasa
Jepang bisa mendapatkan pencerahan selain dengan membaca sastra
Indonesia yang berbahasa Jepang. Begitu juga orang Jepang yang tertarik
bahasa dan kebudayaan Indonesia bisa ikut mengapresiasi. “Diprediksikan
juga untuk mahasiswa yang tertarik pada kebudayaan Asia Timur, salah
satunya Indonesia. Di Jepang juga banyak mahasiswa berbagai suku bangsa
yang belajar bahasa jepang, saya pikir ini bisa disosialisasikan.” 
 
   Perihal penerjemahan bukunya tersebut disampaikan Amien di sela-sela
pameran lukisan dan karya instalasi perdananya di Newseum Gallery,
Jalan Veteran I No. 33, Jakarta yang berlangsung sejak 29 Mei – 7 Juni
2009 (dan diperpanjang sampai 15 Juli 2009). Selain menerjemahkan buku,
seniman yang sempat kuliah namun drop out dari IKJ (Institut Kesenian
Jakarta) tersebut juga sedang mempersiapkan pembacaan puisi di
Copenhagen, Denmark, sekitar September mendatang. “Rencananya lebih ke
pertunjukkan multi media yang berangkat dari puisi. Nanti akan
dipadukan dengan musikalisasi dan sejumlah hal yang bisa dilihat
melalui proyektor,” tukas Amien. [Elzam]


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke