revisi :
pencuri yang tak tahu malu
mereka hanya memikirkan perampokan
--- In [email protected], "nneonlight" <nneonli...@...> wrote:
>
>
>
> di tepi wadi dengan ladang gandum yang agak tandus
> yang hijau2an hanya jelai,
> desa terpencil
>
> ketika memulai tanpa rencana apapun
> dengan pondok dari lalang
> tersembunyi
>
> jiwa ini tidak dimaksudkan untuk keramaian,
> melainkan untuk merenung
>
> manusia menghempaskan diri ke dalam pertengkaran2 yang tak berakhir,
> orang2 baik hati saling menganggap yang lain kafir
>
> pasti ada sesuatu yang keliru,
> entah di mana ...
>
> budak yang tak berdaya yang berubah menjadi benar2 jahat
> dengan kezaliman yang keterlaluan, tidak berbelas kasihan dan iba hati
> terhadap siapapun juga
>
> pencuri yang tahu malu
> mereka hanya memikirkan perampokan
>
> adakah kamu ingat, ...
>
> waktu itu kita membicarakan cinta sesama,
> waktu itu, kita hidup sendirian
>
> aku di sini bukan untuk mempertobatkan mereka,
> melainkan untuk memahami mereka
>
> aku hanya ingin mengalami petualanganku sendiri,
> menggunakan akalku sendiri untuk membeda2kan,
> mendengar nama pribadiku dipanggil,
> mengikuti irama musik yang dipilih Nya - saling berpegang tangan
>
> selamat natal dan tahun baru
>