DAO DE JING – (Lao Zi)
TAO TE CHING (Lao Tze)
Kebijakan Timur
Karya besar dikerjakan mulai dari yang kecil dulu.
Kesulitan negara diatasi dari yang gampang dulu.
Perjalanan ribuan mil dimulai dari langkah
pertama.
Air punya karakter yang termulia. Memberi kehidupan
kepada semua tanpa bersaing. Berada di tempat terendah yang tak disukai orang.
Membanggakan kekayaan dan kedudukan akan
mengundang bahaya bagi diri sendiri.
Orang tak mau bersaing, maka di dunia ini tiada
yang mampu menyainginya.
Yang lemah mampu mengalahkan yang kuat, yang
lembut menaklukkan yang keras.
Kuat dan keras adalah pertanda kematian, lembut
dan lunak adalah pertanda kehidupan.
Pemberani yang suka memamerkan keberaniannya bisa
terbunuh, pemberani yang menyembunyikan keberaniannya bisa selamat.
Orang yang mau mengalah bisa selamat.
Dapat mengenal diri adalah pandai, mampu mengenal
diri adalah pencerahan batin, dapat mengalahkan orang lain adalah kuat, mampu
mengalahkan diri sendiri adalah perkasa.
Pemimpin sejati tidak punya kepentingan pribadi,
hatinya disatukan dengan hati rakyat.
Seorang pemimpin mampu bertahan lama, karena
kata-katanya berharga dan bisa dipegang.
Kurangi ego dan sedikitkan dahaga (nafsu) keinginan.
Tahu cukup tidak membuat diri jadi hina, tahu
batas terhindar dari bahaya.
Tidak ada bencana yang lebih besar daripada merasa
diri belum cukup, tiada bahaya lebih dahsyat
daripada keserakahan.
Orang yang tahu banyak tidak banyak bicara, orang
yang banyak bicara tidak tahu banyak.
Tidak tahu katakan tidak tahu adalah yang terbaik,
tidak tahu katakan tahu adalah cari penyakit.
Berbuat baik tidak ingin meninggalkan bekas,
kata-kata yang baik tidak ada cacatnya.
Nasib buruk menopang nasib baik di belakangnya,
nasib baik tersembunyi nasib buruk dibawahnya.
Dendam besar yang sudah didamaikan, pasti masih
ada sisa dendam di belakangnya.
Kata-kata yang dapat dipercaya tak perlu dihias,
kata-kata yang dihias janganlah dipercaya. Orang yang baik hatinya tak suka
berdebat, orang yang suka berdebat tidak baik hatinya. Orang yang arif tidak
perlu banyak ilmunya, orang yang banyak ilmunya belum tentu arif.
Ketenangan adalah majikan dari emosi.
Jenderal yang tangguh tak suka memamerkan
kekuatannya, jenderal yang pandai perang tak mudah terpancing emosinya.
Tidak ada bencana yang lebih besar daripada
meremehkan musuh.
DAO DE JING ditulis 2500 (dua ribu lima ratus)
tahun lampau. Ia buku yang sangat banyak dan sering diterjemahkan. Manusia kini
banyak yang tamak, rakus, egois, materialistis, dengan topeng aneka “kebajikan”
dan kesalehan. Nilai-nilai luhur
ditinggalkan. Maka orangtua mencemaskan anak cucunya. Zaman kian edan dan
nir-kepastian, tiada lagi tempat bagi ketenangan batin dan kedamaian hidup,
kecuali pada manusia yang ELING.
ISI BUKU
Pendahuluan
Ada dan Tiada
Mendidik tanpa Bicara
Tenangkan hati rakyat
Dia Anak Siapa ?
Langit Bumi tak Manusiawi
Semangat Lembah tak Mati
Langit Bumi yang Kekal
Karakter Air paling Mulia
Rela Mundur setelah Berjasa
Kebajikan Agung
Yang Kosong Berguna
Hidup Sederhana
Pujian dan Penghinaan
Siapa Dao (Tao) ?
Orang yang Berjiwa Dao
Mau Melayani
Standar Kepemimpinan
Timbul Empat Gejala
Kurangi Ego dan Sedikit Keinginan
Hidup dalam Pelukan Ibunda
Bapak Pencipta Agung
Mengalah bisa Selamat
Sedikit Bicara
Tak Menonjolkan Diri
Empat Besar
Ketenangan adalah Majikan Emosi
Perbuatan Baik tanpa Bekas
Kebajikan yang Kekal
Dunia Wadah yang Sakral
Perang Melanggar Prinsip Dao
Senjata bukanlah yang Baik
Tahu Batas Bebas dari Bahaya
Tahu Cukup adalah Orang Kaya
Tidak Merasa dirinya Besar
Ikutilah Jejak Maha Dao
Cara Mengalahkan Lawan
Tenang tanpa Nafsu Keinginan
Yang Penting Inti, bukan Kulit
Mendapatkan yang Satu
Yang You dilahirkan dari yang Wu
Sukses Besar Butuh Waktu Lama
Untung dan Rugi
Lunak Mengalahkan Keras
Tahu Cukup tidak menjadi Hina
Ketenangan mampu mengalahkan Emosi
Negara yang menganut Dao
Menemukan Diri Sendiri
Mengelola Negara secara Wu Wei
Satukan Hati dengan Rakyat
Hidup dan Mati
Dao dan De
Ibunda dan Anak
Istana yang Korup
Dao dan Kebajikan
Tinggi Kebajikannya
Tidak Banyak Bicara
Berperilaku Wu Wei
Nasib Baik dan nasib Buruk
Memupuk Kebajikan
Mengelola Negara Besar
Negara Besar dan Negara Kecil
Dao yang Dimuliakan
Mulai dari yang Sederhana
Mulailah dari yang Kecil
Kebajikan Agung
Tanpa Bersaing
Tiga Jimat Pusaka
Kebajikan tanpa Bersaing
Jangan Meremehkan Lawan
Ajaranku Sangat Sederhana
Tahu dan Tidak tahu
Rakyat tidak Takut diintimidasi
Mengalah itu Selamat
Rakyat tidak takut mati
Rakyat dibebani Pajak Tinggi
Lunak Pertanda Kehidupan
Dao dari Tian
Kelembutan Air
Sisa Dendam
Negara Kecil dan Sedikit Rakyat
Bekerja tanpa Bersaing
Kata Akhir
Lampiran
DAO DE JING – THE WISDOM OF LAO ZI (Andri Wang)
ISBN
978-979-22-4769-5
Kompas-Gramedia,
Jakarta, 2009 278 halaman
EMPAT INTISARI FILSAFAT DAO :
WU WEI (tak melakukan apa-apa)
Pemimpin berjiwa
WU WEI berbakti kepada rakyatnya dan tak menonjol-nonjolkan diri (JAIM,
penampilan, sok santun). Kalaupun sudah berhasil, dia tak merasa diri paling
berjasa. Dia tak ingin dikenang atau mengharap apresiasi orang lain. Dia banyak
bekerja, memberi tanpa pamrih, dan tak memaksakan kehendak kepada orang
lain. Dia seolah tak melakukan apa-apa,
padahal sudah berbuat banyak walau tak diketahui orang.
WU YU (tanpa nafsu keinginan)
Bila orang tak
dibelenggu nafsu / dahaga keinginan, pikirannya menjadi tenang damai (bu yu yi
ying). Dia bisa menjadi bijak,
arif, lapang dada, dan pandangannya jauh ke depan. Kalau orang tak lagi punya
nafsu keinginan duniawi, artinya tiada keinginan dikejar, tiada niat menipu
orang, tak ada keinginan untuk melakukan kejahatan. Dia tak akan menjadi orang
tamak, dan ia
terhindar dari perbuatan dosa, sehingga hidupnya bisa tenang dan jiwanya
menjadi bersih. Orang yang tahu-cukup (zhi-zu) dan tahu-batas (zhi zhi), dapat
HIDUP BAHAGIA.
WU ZHENG (tanpa bersaing)
Mau merendah bak
air yang tinggal di tempat rendah yang lazim tak disukai orang. Orang demikian
tak mau bersaing. Dia mampu NYANDHET, menahan diri (ren). Emosinya tak mudah
terpancing, tak mendahului (rebutan) dengan orang lain, tak memaksakan
kehendak. Oleh karenanya ia bisa hidup tenteram dan tak berkonflik dengan orang
lain. LAO ZI berkata : orang tak mau bersaing, di dunia ini tiada yang mampu
menyainginya (wei fu bu zheng, tian xia
mo neng yu zhi zheng).
LEMAH
LEMBUT TAN
KEKERASAN
Yang lunak
mengalahkan yang keras, yang lemah menaklukkan yang kuat (rou ruo sheng gang
qiang). Lunak pertanda kehidupan, keras gejala
kematian. Anti kekerasan dan anti perang adalah yang utama.
Bagaimana dengan
anda ?
Bila anda
berkehendak kuat menjadi manusia
utama, dapatkan dan cerna buku AJARAN DAO terbitan
kiwari ini.
(ANDRI WANG, kelahiran Jakarta, adalah
perwira kesehatan DKAD-TNI, profesional farmasi)
[Non-text portions of this message have been removed]