Nah, ini baru berita!

  









Harian Komentar
10 Oktober 2009
 
FPI Minta Luna Maya Gantikan Bintang Porno
 

FRONT Pembela Islam (FPI) bereaksi keras atas rencana bintang porno Jepang, 
Miyabi, bermain dalam film Indonesia. FPI pun mengajukan protes keras terhadap 
Maxima, selaku rumah produksi pembuatan film tersebut. FPI memberikan opsi 
untuk mengganti-kan Miyabi dengan Luna Maya. “Mereka memberikan opsi mengapa 
tidak digantikan Luna Maya saja. Kami juga tidak mengerti mengapa mereka minta 
diganti dengan Luna,” ungkap seorang perwakilan Maxima, Ody Mulia di kantor 
Maxima di ruko Pangeran Jayakarta, Mangga Dua, Jakarta, Jumat (09/10).

Ody mengaku sulit memenuhi permintaan FPI tersebut. Mereka sudah terlanjur 
bekerja sama dengan pihak Miyabi. “Sebenarnya kontrak-kontrak dengan pihak 
Miyabi sudah hampir selesai. Tinggal menunggu waktunya Miyabi datang ke sini,” 
ujar Ody. Lalu bagaimana reaksi Menteri Agama (Menag)? 

“Saya tidak tahu, hanya mendengar sedikit-sedikit (tentang kedatangan Miyabi). 
Tapi asal tidak porno, tidak apa-apa. Yang penting tidak bertentangan dengan 
undang-undang yang kita miliki. Masa orang mau datang, kita usir?” kata Menag 
Maftuh Basyuni yang ditemui wartawan usai acara penandatangan MoU bersama 
Depdiknas dan MK di Hotel Sheraton, Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta, Jumat 
(09/10).

Mengenai aksi yang renca-nanya akan dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI) ke 
rumah produksi Maxima, Maftuh enggan memberikan imbauan. Aksi tersebut 
menu-rutnya menjadi tanggung jawab pihak keamanan. “Tidak ada imbauan. Itu 
urusan keamanan, bukan urusan kita lagi. Lagi pula selagi tidak bertentangan 
dengan undang-undang, kenapa harus dilarang?” pungkasnya. Sementara Miyabi 
sendiri telah meminta pengawalan khusus untuk datang di Indonesia. “Kalau 
syuting di Indonesia, Miyabi minta penga-walan khusus,” ujar sang produser Odi 
Mulya Hidayat. 

Jika terlalu berisiko, pihak Maxima pun siap untuk me-mindahkan lokasi syuting 
film yang naskahnya digarap Raditya Dika itu. Rencananya, mereka akan melakukan 
syuting di Bali. “Kalau nggak bisa juga di Bali, saya akan syuting di Jepang,” 
ucapnya. Odi pun menya-yangkan tanggapan negatif yang berlebihan mengenai 
‘Menculik Miyabi’. Padahal film tersebut tidak akan menam-pilkan adegan vulgar 
dan bergenre komedi.

Odi pun berharap supaya masyarakat tidak hanya me-mandang Miyabi sebagai 
seorang bintang porno. Di negeri asalnya, Miyabi sudah tidak lagi berprofesi 
sebagai pemain film porno lagi. Miyabi sudah mulai merambah ke layar lebar. 
“Kata manajemen Miyabi, dia sudah nggak mau lagi, dia mau main yang lurus-lurus 
saja,” jelasnya.(dth)















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke