Paten merupakan budaya yang kadang gak tau malu,
mempatenkan hasil karya orang lain.

Coba lihat pembuatan tempe, masa dipatenkan?
Benar2 gak tau malu, emang dienye nyang nemuin itu bikin tempe
itu khan udah sejak jaman simbah dari simbahnya simbah simbah

Pada 16 Oktober 2009 18:04, sunny <[email protected]> menulis:
>
>
>
> Refleksi : Nabi bukan gelar yang telah dipatentkan dan lagi tidak ada 
> peraturan hukum yang melarang orang menaruh gelar nabi di depan namanya, jadi 
> siapa saja boleh bilang dia adalah nabi. Masalahnya mirip dengan syek, 
> seperti Pak Pujiono, namanya dan pameran kekayaanya dipanggil Syek Puji. Di 
> puji karena bukan saja kaya raya tetapi kawin anak umur 12 tahun. Siapa tahu 
> Amaq Bakri juga telah naksir anak yang lebih mudah lagi, untuk itu perlu 
> gelar nabi, bukankah begitu? Bagaimana kalau saya bilang saya adalah Tuhan? 
> Pasti ribut angin topan badai dari kiri, kanan, atas, bawah disumpah, dikutuk 
> untuk masuk neraka oleh para pendekar surgawi. hehehe
>
> http://regional.kompas.com/read/xml/2009/10/16/10334220/amaq.bakri.mengaku.nabi.masyarakat.resah
>
> 

Kirim email ke