Refleksi :  Nabi bukan gelar yang telah dipatentkan dan lagi tidak ada 
peraturan hukum yang melarang orang menaruh gelar nabi di depan namanya, jadi 
siapa saja boleh bilang  dia adalah nabi. Masalahnya mirip dengan syek, seperti 
Pak Pujiono, namanya dan pameran kekayaanya dipanggil Syek Puji. Di puji karena 
bukan saja kaya raya tetapi kawin anak umur 12 tahun. Siapa tahu Amaq Bakri 
juga telah naksir anak yang lebih mudah lagi, untuk itu perlu gelar nabi, 
bukankah begitu? Bagaimana kalau saya bilang saya adalah Tuhan? Pasti ribut 
angin topan badai dari kiri, kanan, atas, bawah disumpah, dikutuk untuk masuk 
neraka oleh para pendekar surgawi. hehehe

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/10/16/10334220/amaq.bakri.mengaku.nabi.masyarakat.resah


Amaq Bakri Mengaku Nabi, Masyarakat Resah

Jumat, 16 Oktober 2009 | 10:33 WIB
MATARAM, KOMPAS.com - Ketua Mejelis Ulama Indonesia Nusa Tenggara Barat Syaiful 
Muslim menilai, pengakuan Amaq Bakri (60) sebagai nabi sangat meresahkan 
masyarakat. 

"Itu merupakan yang pertama terjadi di NTB. Karena itu, pemerintah diminta 
segera menghentikan ajaran yang disebarkan Amaq Bakri, sekaligus mencabut 
pernyataannya sebagai nabi untuk menghindari amuk massa," katanya di Mataram, 
Jumat (16/10). 

Amaq Bakri yang mengaku sebagai nabi setelah Nabi Muhammad SAW dan telah 
melakukan Miraj pada Rabu itu telah dipanggil Camat Sambelia dan disidang di 
depan anggota Muspika, sekaligus menjelaskan ajarannya. 

"Amaq Bakri harus membuat pernyataan tertulis, sekaligus bertobat atas ajaran 
yang disebar dan kembali ke ajaran yang benar, yakni ajaran Islam," katanya. 

Jika hal itu dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan masyarakat bisa berbuat 
anarkis terhadap Amaq Bakri. 

Tindakan anarkis di Lombok sudah sering terjadi terhadap siapa saja yang 
mengaku sebagai umat Islam, tetapi ajarannya menyimpang dari Agama Islam, 
termasuk Ahmadiyah. 

"Buktinya hingga kini sekitar 130 orang jemaat Ahmadiyah masih ditampung di 
asrama Transito, Majeluk Mataram, setelah rumahnya di Gegerung, Kecamatan 
Lingsar, Lombok Barat, dirusak dan dibakar massa empat tahun lalu," katanya. 

Jika Amaq Bakri tetap saja mengaku sebagai nabi, maka dia sudah mejadi kafir. 
Sebab, nabi terakhir yang diturunkan Allah SWT adalah Nabi Muhammad SAW. 

Dalam pertemuan dengan Camat Sambelia dan anggota Muspika, Amaq Bakri tidak 
hanya mengaku sebagai nabi, tetapi juga mengatakan bahwa Al Quran yang 
dijadikan pegangan umat Islam bukan berasal dari firman Allah. 

"Al Quran adalah hasil buatan atau karya alim ulama sebab Al Quran yang 
sesungguhnya berada dalam diri manusia yang tidak bisa dimiliki sembarang 
orang," kata Amaq Bakri. 

Ia menambahkan, untuk mendapatkan Al Quran yang asli harus melalui ritual yang 
hanya dilakukan pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal atau bulan Maulid pada malam 
Jumat.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke