http://www.antaranews.com/berita/1255617653/mui-pelajari-kasus-pengajian-wahidiyah

MUI Pelajari Kasus Pengajian Wahidiyah
Kamis, 15 Oktober 2009 21:40 WIB | Peristiwa | Pendidikan/Agama | 
Surabaya (ANTARA News) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur akan 
mempelajari kasus pengajian Jemaah Wahidiyah yang digelar di Dusun Sumber Wangi 
Satu, Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Minggu 
(11/10) lalu.

"Kami perlu mempelajari kasus itu sebelum menentukan sesat atau tidaknya ajaran 
tersebut," kata Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Bukhori di Surabaya, Kamis.

Ia menjelaskan ada sepuluh kriteria yang dijadikan petunjuk oleh MUI dalam 
menentukan apakah sebuah ajaran agama sesat atau tidak.

Kesepuluh kriteria yang dianggap melenceng tersebut di antaranya mengakui ada 
nabi lagi setelah Nabi Muhammad SAW, mengafirkan orang muslim, ada wahyu lagi 
selain wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah, dan menganggap Al Quran sebagi 
budaya. 

"Apabila sebuah ajaran memenuhi sepuluh kriteria tersebut, maka dapat dianggap 
sebagai ajaran yang menyesatkan," katanya. 

Sebelumnya masyarakat membongkar paksa tempat pengajian para pengikut ajaran 
Wahidiyah di Desa Bandaran yang menghadirkan KH Abdul Latif RA selaku pengasuh 
Pondok Pesantren (PP) Almunadharah, Kedunglo, Kota Kediri, Minggu (11/10) malam.

Warga tidak terima kehadiran pengikut Wahidiyah, dan langsung membongkar paksa 
panggung pengajian itu.

Meskipun demikian, kegiatan yang menitikberatkan amalan selawat tersebut tetap 
digelar. Hanya tempatnya dipindahkan ke belakang madrasah di Desa Ambat, 
Kecamatan Tlanakan. 

Warga Desa Bandaran menganggap ajaran Wahidiyah menyimpang karena pada saat 
pembacaan selawat dan zikir, para jemaah melakukannya sambil menangis.

Jemaah Wahidiyah berpusat di Kedunglo, Kota Kediri dan memiliki cabang hingga 
Singapura, Malaysia, Filipina, dan Australia. 

Dalam insiden di Pamekasan, polres setempat menerjunkan 50 personel, yakni dari 
Polsek Tlanakan, Polsekta Pamekasan, dan Polsek Proppo untuk mencegah 
kemungkinan terjadi tindakan anarkis dari warga.(*)
Baca Juga
  a.. MUI: Aliran Hakekok Menyimpang dari Islam


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke