Refeksi : Depag, Menag, dan MUI ngantuk, tidur mengakibatkan jemah haji diulah 
tangan kotor? 

http://www.antaranews.com/berita/1255614056/menag-permasalahan-haji-karena-ulah-tangan-kotor

Menag: Permasalahan Haji Karena Ulah "Tangan Kotor"

Kamis, 15 Oktober 2009 20:40 WIB | Peristiwa | Pendidikan/Agama | 
Serang (ANTARA News) - Menteri Agama M Maftuh Basyuni mengatakan, pelaksanaan 
ibadah haji setiap tahun selalu menghadapi masalah, karena disebabkan masih ada 
ulah "tangan-tangan kotor" yang memperkeruh suasana.

"Urusan ibadah haji sebenarnya adalah tugas ringan, namun kenapa setiap tahun 
ada masalah, karena banyak tangan-tangan kotor," Kata Menag saat meresmikan 
Pusat Informasi Haji (PIH) Provinsi Banten dan beberapa fasilitas keagamaan di 
lingkungan Kanwil Departemen Agama Provinsi Banten di Serang, Kamis.

Ia mengatakan, permasalahan tersebut timbul karena tangan-tangan kotor seperti 
percaloan, sistem yang dianut pemerintah Arab Saudi yang berorientasi pasar, 
dan bisa juga bersumber dari petugas yang mendampingi jemaah haji.

Menurut Maftuh, belajar dari pengalaman beberapa waktu lalu, ada petugas haji 
yang memarah-marahi jamaah sehingga kantor urusan haji yang ada di Madinah 
diobrak-abrik.

Begitu juga pengalaman pada tahun 2006 terkait dengan keterlambatan makanan 
sehingga membuat jemaah haji waktu itu menjadi telantar. Masalah tersebut 
ditimbulkan oleh tangan-tangan kotor tersebut karena adanya penolakan untuk 
perubahan sistem.

"Jangan ada yang ditutup-tutupi. Mari kita selesaikan masalah dengan baik, 
kalau tidak bisa menyelesaikan masalah jangan menambah masalah," katanya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, secara bertahap penyelesaian terus 
dilakukan dengan lebih baik, petugas setiap tahun selalu ada peningkatan, 
kemudian tahun ini ada penambahan maskapai sehingga tidak tergantung pada 
Garuda, untuk menghindari kekurangan pesawat.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga berpesan kepada para pemuka agama di 
Banten untuk tetap menjaga keharmonisan dan kerukunan antarumat beragama, serta 
memberi pencerahan, karena tidak ada alasan apa pun untuk memaksakan kehendak 
terhadap salah satu agama apa pun.

Acara peresmian fasilitas keagamaan di lingkungan Kanwil Depag Banten dan 
silaturahmi dengan ulama dan pemuka agama di Banten dihadiri juga oleh Gubernur 
Banten Ratu Atut Chosiyah dan pejabat di lingkungan Provinsi Banten.(*)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke