http://tribunbatam.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=36178&Itemid=1096 Siti Fadilah: Endang Larikan Virus ke LN Kamis, 22 Oktober 2009 JAKARTA, TRIBUN - Penunjukan Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai menteri kesehatan cukup menimbulkan pertanyaan. Karirnya di depkes sempat tersandung karena Endang pernah dimutasi oleh Siti Fadilah Supari. “Dia pernah saya mutasi karena dokter Endang membawa virus yang dilarang ke luar negeri. Dia membawa virus tanpa setahu kita. Itu ada sekitar 58 virus ke Hanoi tanpa setahu siapapun juga,” kata mantan Menkes Siti Fadilah Supari kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/10). Siti Fadilah menuturkan, kala itu Endang beralasan membawa virus untuk diteliti karena ada profesor kenalannya yang datang ke Hanoi. Namun tetap saja hal itu tidak bisa dibenarkan. “Tapi untuk saya membawa virus keluar tanpa sepengetahuan saya adalah pelanggaran,” tegasnya. Siti Fadilah mengatakan kini sudah tidak mempermasalahkan kasus ‘penyelundupan’ tersebut karena Endang sudah meminta maaf. Tapi gara-gara insiden ini Endang dilarang mengurusi virus lagi. Ke depannya, Siti Fadilah berharap ucapan Endang kepadanya bahwa dirinya seorang nasionalis bukan isapan jempol belaka. Soal kemampuan, Siti Fadilah yakin Endang punya kemampuan untuk memimpin sebuah departemen dengan sedikit catatan soal virus. “Saya optimis dia bisa melaksanakan tugas sebagai menkes karena kemampuan identifikasi masalah, menganalisa suatu kesimpulan, merencanakan tindakan dia itu mumpuni,” jelasnya.
“Yang harus saya kawal adalah policy dia terhadap H5N1 dan juga virus-virus yang lain. Kerjasama Indonesia-Amerika yang sudah saya rintis,” lanjutnya. Menurut mantan Menkes Siti Fadilah Supari, Endang merupakan orang yang paling dekat dengan Naval Medical Research Unit 2 (Namru-2). “Endang adalah staf saya di bagian Litbang. Dia adalah mantan pegawai Namru-2. Dia orang yang paling dekat dengan Namru,” katanya. Keberadaan Namru-2 sempat menjadi kontroversi. Namru-2 pertama kali berada di Indonesia pada tahun 1970 untuk meneliti virus-virus penyakit menular bagi kepentingan Angkatan Laut AS dan Departemen Pertahanan AS. Kontrak Namru-2, unit riset virus milik Angkatan Laut AS, dengan RI sudah habis sejak Januari 2000. Namun pada praktiknya masih berlangsung kegiatan penelitian hingga 2005. Kemudian Menkes Siti Fadilah Supari langsung menghentikannya. Dia melarang seluruh rumah sakit mengirimkan sampel ke Namru-2 untuk diteliti. Banyak pihak mencurigai keberadaan Namru menjadi sarana kegiatan intelijen AS dengan berkedok riset. Setahun setelah Menjadi Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari meminta agar izin Namru 2 ditutup. Barulah diakhir masa jabatannya, ,tepatnya 16 Oktober 2009, Siti Fadilah mengirimkan surat pemberhentian kerjasama Depkes dengan Namru- 2. Namru awalnya adalah lembaga riset di bawah otoritas Angkatan Laut Amerika Serikat. Lembaga ini beroperasi di Indonesia sejak tahun 1968. Awalnya, Indonesia yang meminta mereka datang untuk meneliti wabah sampar di Jawa Tengah. Ternyata manjur. Berkat rekomendasi NAMRU, wabah sampar yang merajalela berhasil dijinakkan. Dua tahun kemudian, terjadi wabah malaria di Papua. Namru kembali diminta bantuannya. Bahkan kali ini kehadiran mereka diikat dalam sebuah MOU, ditanda tangani oleh Menteri Kesehatan GA Siwabessy dan Duta Besar AS, Francis Galbraith. MOU itulah yang menjadi landasan hukum laboratorium di bawah kendali Angkatan Laut AS itu terus bercokol di Indonesia, biar pun selama puluhan tahun tidak ada lagi wabah penyakit menular; dan biar pun tuan rumah tidak lagi membutuhkan bantuannya. Dalam MOU itu dijelaskan, tujuan kerjasama adalah untuk pencegahan, pengawasan dan diagnosis berbagai penyakit menular di Indenesia. Namru diberikan banyak sekali kelonggaran, terutama fasilitas kekebalan diplomatik buat semua stafnya; dan izin untuk memasuki seluruh wilayah Indonesia. Memang ada klausul dalam MOU itu, setiap 10 tahun kerjasama tersebut dapat ditinjau kembali. Belakangan, Indonesia memang merasa tertipu oleh perjanjian yang amburadul itu. Namun semua usaha yang dilakukan untuk mengontrol Namru 2 tidak satu pun yang berhasil. Buktinya, selama periode tahun 2.000-2005, lembaga riset ini tetap beroperasi, kendati izinnya sudah habis. (dtc/persda network/yuli s) Posted by: "Sirikit Syah" [email protected] sirikitsyah Wed Oct 21, 2009 5:57 pm (PDT) Wawancara TV One dengan Siti Fadilah tadi malam (melalui telepon) sungguh mengejutkan. Inilah keterangan Fadilah: Menkes baru itu eselon dua, satu dari ratusan staf biasa yang bereselon dua. Tidak menjabat apa-apa selain sebagai peneliti di lab. Orang dekat Namru (indikasinya, di antara sekian banyak staf Depkes, yang dipercaya Namru untuk bisa keluar masuk Lab-nya adalah dia). Memang ada kesan Fadilah sakit hati (suaranya terdengar menahan tangis). Tetapi saya pikir amat sangat wajar kalau dia jengkel. Bawahannya diangkat menggantikan dia, bukan hanya bawahannya, tetapi orang yang ditengari dekat dengan musuhnya. Dia pasti kuatir sekali semua kebijakannya akan dihapus begitu saja. AS banyak dirugikan oleh Fadilah, dan Fadilah diganti. Betul-betul gamblang, ketertundukan SBY pada dikte AS. Saya berharap media mendorong Fadilah bercerita lebih banyak, tanpa mengarahkan pada kesan bahwa Fadilah berbicara karena sakit hati. Saya berharap media menampung suara Fadilah sebagai bagian membongkar dugaan hegemoni AS di Kabinet Indonesia Bersatu, khususnya kaitannya dengan rekam jejak Fadilah dengan Namru dan badan dunia lain dalam hal kedaulatan Indonesia memproduksi/ mengelola vaksin sendiri? Lagipula, saya (dan banyak rakyat lainnya) have the right to know: Who is Endang? What is her track record or achievement so far? Why her? How did SBY decide to elect her? Yang kedua, tolong diselidiki, apakah pemanggilan dr. Moeloek waktu itu hanya sandiwara dan basa basi, karena pastilah SBY sudah mengantungi nama Endang. Itu tidak diungkap prior to the announcement, karena kuatir dampak penolakannya yang akan menerepotkan proses penentuan Kabinet. Very very tricky. Apakah Moeloek merasa diperdayai, atau dia bagian dari skenario? Investigasi tentang ini tentu amat menarik. sirikit ____________ _________ _________ __ From: iwan sams <iwans...@gmail. com> To: jurnali...@yahoogro ups.com Sent: Wed, October 21, 2009 11:46:08 PM Subject: Re: [jurnalisme] Siti Fadilah: Menteri yang Menolak Privatisasi RS Pemerintah  Dan orang yang dipecat oleh Siti Fadilah malah diangkat sebagai Menteri Kesehatan yang baru. Dia dipecat karena diduga hendak menjual virus H5N1 ke sebuah negara asing di luar negeri. Hopeless dah. ----- Original Message ----- From: avanty nd To: jurnali...@yahoogro ups.com Sent: Tuesday, October 20, 2009 8:01 PM Subject: Re: [jurnalisme] Siti Fadilah: Menteri yang Menolak Privatisasi RS Pemerintah Tapi dia tidak terpilih menjadi menteri lagi ya.. Kasihan.. Padahal Siti Fadillah juga yang menolak pembangunan pabrik farmasi dari luar negeri di Indonesia. Selamat tinggal saja Kimia Farma, Indofarma dan Kalbe Farma.. Salam, Vanty ____________ _________ _________ __ From: Satrio Arismunandar <satrioarismunandar @ yahoo.com> To: news Trans TV <news-transtv@ yahoogroups. com>; kampus tiga <kampus-tiga@ yahoogroups. com>; HMI Kahmi Pro Network <kahmi_pro_network@ yahoogroups. com>; aipi_politik@ yahoogroups. com; jurnalisme <jurnalisme@ yahoogro ups.com>; nasional list <nasional-list@ yahoogroups. com>; sastra pembebasan <sastra-pembebasan@ yahoogroups. com>; Pers Indonesia <PersIndonesia@ yahoogroups. com>; Partai Hanura <partai_hanura@ yahoogroups. com>; technomedia <technomedia@ yahoogroups. com> Sent: Tue, October 20, 2009 11:03:29 AM Subject: [jurnalisme] Siti Fadilah: Menteri yang Menolak Privatisasi RS Pemerintah From: A Nizami <nizam...@yahoo. com> Date: Tuesday, October 20, 2009, 8:37 AM Siti Fadilah adalah menteri yang berani menolak privatisasi RS pemerintah dan pemda. http://www.tempoint eraktif.com/ hg/nasional/ 2005/05/26/ brk,20050526- 61482,id. html Depkes Tolak Privatisasi Rumah Sakit Kamis, 26 Mei 2005 | 10:55 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Kesehatan menyatakan tidak setuju dengan upaya privatisasi rumah sakit pemerintah. Menurut Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, upaya tersebut bertentangan dengan UUD 1945 dan Undang Undang No 23 tahun 1992 tentang Kesehatan. Menkes mengusulkan agar Rumah Sakit Perusahaan Jawatan (RS Perjan) dapat berubah sistem pengelolaan keuangannya sebagai Badan Layanan Umum (BLU). "Sesuai usulan Depkes kepada Presiden pada surat No 173/MENKES/II/ 2005 pada 3 Februari 2005 mengusulkan agar 13 RS Perjan dapat berubah ke sistem pengelolaan keuangan sebagai BLU," kata Menkes Siti Fadilah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI. Ketiga belas RS Perjan adalah RSCM Jakarta, Fatmawati, Persahabatan, Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Anak dan Bersalin Harapan Kita, Kanker Dharmais, Hasan Sadikin Bandung, Kariadi Semarang, Sardjito Yogyakarta, Sanglah Denpasar, Wahidin Sudirohusodo Makassar, M. Djamil Padang, dan M. Hoesin Palembang. Ami Afriatni Dia juga menteri yang berani menolak arogansi NAMRU 2 dan juga pihak lain berkaitan dgn vaksin Flu Burung, dsb. http://www.sfs- fansclub. net/index. php?option= com_content& view=article& ... Read Morehttp://www. sfs-fansclub. net/index. php?option= com_content& view=article& id=152:siaran- pers-pertemuan- ketiga-sfs- fans-club- bersama-menteri- kesehatan- ri-dan-launching -buku-qsiti- fadilah-supari- berkiblat- kata-hati- menggeser- tapal-batas- duniaq&catid= 41:kegiatan& Itemid=57 [Non-text portions of this message have been removed]

