Gawat juga jika Menkes kita yang baru ternyata sangat dekat dengan NAMRU, 
bahkan tanpa izin pernah "menyelundupkan" Virus ke luar negeri.... yah, buat 
jaga-jaga saja.....
 
 
NAMRU-2 Alat Intelijen AS
Bagus Kurniawan - detikNews

Yogyakarta - Pakar intelijen Laksamana Muda (Purn) Subardo tetap meyakini 
keberadaan laboratorium medis milik angkatan laut AS, The U.S. Naval Medical 
Research Unit Two (NAMRU-2) merupakan alat intelijen AS. Hal ini diyakini 
Subardo berdasarkan penilaiannya selama lebih dari 30 tahun bekerja di bidang 
intelijen serta pernah menjabat sebagai Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) 
tahun 1986-1998.

"Kalau saya pribadi yakin itu ada motif intelijen dari Amerika. Saya kan kerja 
di bidang intelijen ini sejak Letnan hingga Bintang Dua (laksmana muda). Lebih 
dari 30 tahun," kata Subardo di sela-sela Seminar Hari Kesadaran Keamanan 
Informasi (HKKI) di Fakultas MIPA UGM, Yogyakarta, Jumat (25/4/2008).

Meski meyakini keberadaan NAMRU-2 terkait operasi intelijen milik AS, Subardo, 
mengaku dirinya tidak lagi mempunyai wewenang menangani persoalan tersebut. 
Dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah khususnya melalui Badan 
Intelijen Negara (BIN).

"Saya tidak punya wewenang lagi. Itu urusannya pemerintah dan BIN. Saya hanya 
mengungkapkan ini agar kita lebih waspada, sebab penyadapan informasi melalui 
intelijen ada di mana-mana," tegasnya.

Menurut dia kesadaran akan keamanan informasi di Indonesia sampai saat ini 
masih cukup lemah. Hal ini terbukti dari laporan Lemsaneg beberapa waktu lalu 
yang menemukan bukti dari 28 kantor Kedubes Indonesia di Luar Negeri, sebanyak 
16 diantaranya telah disadap sehingga harus dilakukan pembersihan dan 
pembenahan. Kasus ini menurutnya sebagai preseden buruk bagi Indonesia untuk 
lebih berhati-hati dalam menjaga keamanan informasi.

"Sekitar 16 kedubes yang disadap di luar negeri. Jelas hal itu sebagai preseden 
buruk agar kita lebih berhati-hati melakukan pengamanan, khususnya informasi," 
imbuhnya. (bgs/gah) 




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke