http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009111408213612

      Sabtu, 14 November 2009 
     
      UTAMA 
     
     
     
LAPORAN DARI TANAH SUCI: Jemaah Haji Kloter 28 Telantar di Aziziyah 



      MEKAH (Lampost): Letak maktab yang cukup jauh dan sarana transportasi 
minim membuat sebagian jemaah calon haji kelompok terbang (kloter) 28 asal 
Lampung Tengah (Lamteng) telantar. Hal itu diperparah lagi dengan sulitnya 
mencari ketua rombongan (karom) dan petugas kesehatan.

      Wartawan Lampung Post Mustaan Basran dari Mekah Al Mukaramah, Jumat 
(13-11), melaporkan penyebab sulitnya berkoordinasi itu setelah jemaah yang 
tergabung dalam kloter 28 dibagi dua maktab/pemondokan.

      "Pemondokan haji asal Lamteng ini cukup jauh, dan maktabnya dibagi dua 
untuk kloter 28. Tim kesehatan dan karom susah dihubungi," kata salah seorang 
jemaah melalui pesan pendek (sandek) ke Lampung Post.

      Menurut dia, banyak jemaah haji Lamteng yang terganggu kesehatannya belum 
mendapat pelayanan medis. Jemaah haji rata-rata berusia lanjut. Mereka 
terjangkit penyakit flu. Jarak maktab ke Masjidil Haram sekauj 12 km.

      Berdasar catatan Lampung Post, jemaah Lamteng berjumlah 781 orang terbagi 
dua kloter. Kloter 27 menempati pemondokan Misfalah Nakasah, sedangkan kloter 
28 di Aziziyah Syamaiyah.

      Mengenai keluhan itu, Kepala Seksi Haji Kandepag Lamteng Ahmad Tadjudin 
mengatakan setiap rombongan dilengkapi tenaga medis, yakni satu dokter dan dua 
tenaga medis. "Selain itu, kami juga mendapat bantuan tenaga pelaksanaan haji 
dan tenaga kesehatan dari Arab Saudi. Mungkin yang terjadi adalah tidak ada 
koordinasi," kata dia.

      Sementara itu, bus antar-jemput jemaah calon haji yang dijanjikan Panitia 
Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga sering datang terlambat. Akibatnya, 
sebagian besar jemaah Indonesia, termasuk Lampung, telantar baik di terminal 
pemondokan maupun di kawasan Masjidil Haram.

      PPIH diminta mengingatkan konsorsium penyelenggara haji Arab Saudi 
(muasasah) memperbaiki penyelenggaraan transportasi untuk jemaah Indonesia. Bus 
antar-jemput selalu menjadi persoalan jemaah Indonesia setiap tahun, apalagi 
menjelang wukuf di Padang Arafah.

      Menyikapi keterlambatan bus jemputan itu, jemaah berinisiatif menyewa 
mobil omprengan dengan tarif dua riyal atau Rp5.000/orang. Mobil ukuran Carry 
dapat menampung 10--12 orang.

      Bus jemputan yang disediakan PPIH untuk jemaah yang menempati pemondokan 
di ring II, seperti Aziziyah dan Bahutmah. Untuk jemaah Lampung yang menempati 
kawasan Aziziyah ini tergabung dalam kloter 28, 29, 30, dan kloter 31. Bahutmah 
untuk kloter 24. n DRA/MG14/R-1
     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke