Refleksi : Aids disebarkan dan rakyat Papua dilaparkan, maka dapat dipastikan 
orang Papua sebentar lagi lenyap dari tanah Papua. Siapa yang mendapat 
kemujuran berkat? Silahkan terka!


http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=11860

2009-11-17 
Kelaparan Masih Landa Yahukimo


[JAYAPURA] Kelaparan masih melanda puluhan ribu warga di empat distrik, 
Kabupaten Yahukimo, Papua. Keempat distrik tersebut, yakni Bomela, Langda, 
Suntamon, dan Seradala. Ratusan jiwa telah dinyatakan meninggal dunia akibat 
krisis pangan berkepanjangan yang melanda Kabupaten Yahukimo sejak awal tahun 
2009.

Bantuan makanan berupa beras yang dikirim pemerintah guna menanggulangi 
kelaparan, secara keseluruhan belum diterima warga. Total bantuan beras yang 
telah dikirimkan pemerintah 2,7 ton. Ribuan ton beras tersebut telah 
didistribusikan ke 3 dari 4 distrik yang dilanda krisis pangan, yakni Distrik 
Bomela (600 kilogram/kg, Langda (1,4 ton), dan Suntamon (700 kg). Sedangkan, 
warga di distrik Seradala masih belum menerima bantuan makanan.

"Warga yang tinggal di empat distrik tersebut berjumlah 19.500 jiwa. Bantuan 
beras yang dikirimkan tidak mencukupi kebutuhan warga. Hingga saat ini, bantuan 
tersebut masih berada di ibu kota distrik dan belum didistribusikan ke warga 
yang tinggal di kampung-kampung," ujar Koordinator Yayasan Kristen Pelayanan 
Sosial Masyarakat Indonesia (Yakpesmi) Isak Kipka, di Jayapura, Senin (16/11).


Terus Terjadi

Kelaparan yang melanda warga di Kabupaten Yahukimo merupakan siklus tahunan 
yang terus terjadi. Krisis pangan tersebut disebabkan warga gagal panen akibat 
kondisi cuaca yang tidak mendukung.

Kelaparan yang melanda warga di Kabupaten Yahukimo merupakan siklus tahunan. 
Namun, krisis pangan yang dialami warga sejak awal tahun 2009, merupakan 
musibah yang luar biasa. Karena, kondisi ini berlangsung hingga kurang lebih 
sebelas bulan lamanya.

"Biasanya, curah hujan tinggi yang mengakibatkan tanaman ubi tidak bisa tumbuh 
hanya berlangsung 3 bulan dari kurun waktu setahun. Tapi, krisis pangan yang 
terjadi sejak awal tahun 2009 sangat berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. 
Curah hujan yang sangat tinggi telah berlangsung sejak awal tahun sehingga 
mengakibatkan ubi jalar yang menjadi bahan pokok masyarakat setempat tidak bisa 
tumbuh," ujarnya.

Kepala kampung Bomela, Mathius Aroman mengatakan, sejak krisis pangan melanda 
warga di Distrik Bomela, ribuan warga terpaksa mengonsumsi buah bangal, yang 
merupakan bahan makanan ternak babi. Warga juga mengonsumsi buah merah.

"Sebagian besar warga terserang penyakit akibat mengonsumsi buah bangal yang 
tidak layak dikonsumsi. Warga terpaksa mengonsumsi buah bangal karena tidak 
tersedianya ubi jalar. Itu pun, warga yang biasanya makan 2 kali sehari, kini 
menjadi 1 kali dalam tiga hari lamanya," katanya.

Mathius mengaku, ribuan warga tetap berusaha menanam ubi jalar di lahan 
pertanian milik mereka, tapi hasilnya tetap nihil. Memang, sejak Oktober hingga 
November, belum ada dilaporkan warga yang meninggal. Tapi, dilaporkan akibat 
mengonsumsi buah bangal, warga terserang penyakit. Di sekujur tubuh warga 
muncul bercak-bercak putih dan penyakit lainnya," ujarnya.

Direktur Forum Kerjasama Lembaga Swadaya Masyarakat Papua, Septer Manufandu 
mengatakan, pemerintah secepatnya segera melakukan penanganan terpadu terkait 
krisis pangan di Yahukimo.

"Kelaparan memang sudah menjadi tradisi yang dirasakan oleh warga di kawasan 
pegunungan. Pemerintah harus memikirkan cara bagaimana agar kelaparan ini tidak 
lagi terjadi dan dirasakan oleh masyarakat asli Papua di sekitar pegunungan. 
Perlu diverifikasi pola bercocok tanam bagi warga sehingga kelaparan dapat 
terhindar pada masa mendatang," katanya.

Dia mendesak pemerintah segera mengucurkan bantuan bahan makanan untuk puluhan 
ribu warga yang dilanda krisis pangan berkepanjangan tersebut. [154]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke